
"aku tidak bisa pergi denganmu"
"aku mengerti"
"tapi aku tidak mau berpisah"
"semalam kau juga tidak menemaniku"
Charles tidur dipangkuan keyra dan bertingkah manja
"aku kan sudah bilang"
"jasmine mabuk"
"jadi kau meninggalkan suamimu ini?"
"bayi besar jangan mengeluh lagi"
"aku harus tidur"
"besok harus berangkat"
"apa kau mengkhawatirkan pamanmu?"
"sebenarnya aku selalu khawatir pada mereka semua"
"ditambah sekarang"
"berapa lama kau disana?"
"tidak tahu"
Charles memeluk keyra dengan erat hingga mereka tertidur, pagi hari rombongan keyra berangkat ke pulau kubi. setelah perjalanan panjang akhirnya mereka sampai disana, terlihat bantuan dan relawan sudah sampai beberapa, orang-orang bergotongroyong membersihkan sampah yang dibawa air dan merapikan bangunan yang sudah roboh, helikopter keyra mendarat dilapangan, dimana juga ada beberapa tenda darurat disana. masyarakat dan relawan yang sudah datang terlebih dahulu sangat antusias menyambut mendaratnya helikopter, mereka tidak menyangka kalau keyra akan datang. mereka mengelilingi helikopter yang sudah mendarat, pengawal dan sekretaris Arnold turun terlebih dahulu, dan menurunkan barang
"kali ini helikopternya sangat besar"
"tapi kenapa mereka yang turun berpakaian seperti itu?"
pengawal memakai kaos biasa, sepatu boots safety dan celana militer sedangkan relawan yang sudah datang hanya memakai pakaian biasa dengan rompi relawan
"apa mereka tentara?"
setelah semua barang diturunkan para pengawal berbaris rapi, dan barulah keyra turun. saat keyra turun para pengawal membungkuk, relawan yang mengenal keyra juga membungkuk, masyarakat yang ada disana walaupun tidak tahu siapa keyra melihat para relawan itu membungkuk mereka juga ikut membungkuk
"berdirilah semua"
ketua regu penyelamat segera berlari menyusul keyra
"salam kepada yang mulia"
__ADS_1
"ya"
"bagaimana keadaannya?"
"banyak rumah penduduk yang hancur yang mulia jalur masuk ke beberapa desa juga terputus dan saat ini kami masih berusaha membuka akses jalan"
"bagaimana dengan korban?"
"setelah kami data ada lima puluh orang menghilang yang mulia dan yang berhasil ditemukan baru lima belas orang"
"korban rata-rata adalah penduduk tepi pantai"
"baik teruskan pencarian"
"siapa yang mengurus bantuan?"
"itu dicover oleh tim yang dipimpin oleh emily yang mulia"
"yang mana orangnya?"
"sepertinya dia berada ditenda kesehatan"
"baiklah terimakasih"
keyra ditemani dua pengawal melihat penyaluran bantuan, sedangkan sekretaris Arnold dan pengawal yang lain membagikan barang yang mereka bawa
"permisi?!"
"siapa orang yang bertanggung jawab membagikan bantuan?"
"hamba yang mulia"
"apa semua sudah mendapatkan tenda darurat?"
"setiap keluarga yang rumahnya hancur sudah mendapatkannya yang mulia"
"baiklah aku akan berkeliling dulu"
akses menuju desa polo tempat tinggal paman Edward masih terputus dan belum terdata apakah yang terjadi disana
"permisi?!"
"ya ada apa nona?"
"?"
"boleh saya tahu desa mana saja yang belum bisa dijangkau?"
"oh"
__ADS_1
"itu desa obu, desa linde, dan desa polo"
"loh ini sudah hari kedua dan kalian masih belum membuka akses?"
"hei memangnya siapa kau marah-marah"
"lihatlah bantuan yang datang sedikit, kami hanya tentara desa buat apa kami mati-matian disini"
"sudahlah"
laki-laki itu berbalik hendak menjauhi Keyra
"tunggu!!"
"apa lagi nona aku harus istirahat"
"aku melihatmu duduk dari tadi"
"memangnya apa urusanmu?!"
teman laki-laki itu bergegas mendatanginya
"hei kawan jangan diteruskan"
"cepat minta maaf dan kembali bekerja"
"kenapa?"
"apa kau takut dengan dua laki-laki dibelakangnya itu?"
pria itu menutup mulut temannya dan membungkuk
"maafkan dia yang mulia"
"kami akan kembali bekerja"
laki-laki itu terkejut dan terbelalak melihat keyra dia mematung tidak bisa bergerak, lalu ditarik paksa oleh temannya
"apa dibiarkan saja yang mulia?"
keyra diam dan tiba-tiba tertawa
"hahaha..."
"kalian lihatlah ekspresi wajahnya itu"
"dia mungkin saja bisa pipis di celana"
"sudahlah ayo kita harus ke desa polo"
__ADS_1
"baik yang mulia"