
setelah beberapa jam akses menuju desa obu dan desa linde sudah bisa dilewati sedangkan untuk desa polo yang terletak paling ujung masih dikerjakan petugas, keyra melihat laki-laki yang tadi sedang istirahat wajahnya memang sangat kelelahan keringat membasahi seluruh tubuhnya, keyra berniat mengganggunya lagi dan menghampiri
"hei!"
"kenapa kau duduk?!"
dia terperanjat dan langsung berdiri
"siapa namamu?"
"bbbbony yang mulia"
"kenapa kau mendadak gagu begitu?"
"tadi kau masih memarahiku"
petugas yang lain jadi memperhatikan mereka karena mendengar kehebohan
"aaaampun yang mulia"
sekretaris Arnold datang dan bertanya kepada pengawal apa yang terjadi, setelah diceritakan dia tersenyum dan pergi
"semuanya kembali bekerja!"
teriak sekretaris Arnold bony juga hendak pergi
"kau mau kemana?"
"hhhaaaaamba mau membantu yang lainnya yang mulia"
"apa tidak ada yang mau kau katakan padaku?"
dia langsung membungkuk
"maafkan aku yang mulia, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi"
dengan suara keras, pengawal membagi-bagikan minuman untuk para petugas dan keyra mengulurkan satu pada bony
"bagaimana ya?"
"biasanya orang yang lancang padaku akan mendapatkan hukuman"
disisi lain salah seorang pekerja berbisik pada temannya
"matilah bony akan habis kali ini"
"aku jadi merasa takut"
sekretaris Arnold yang mendengarnya langsung menyela pembicaraan mereka
"tidak akan"
"apa maksudmu tuan?"
"lihatlah aku rasa ratu sangat bosan sehingga mengganggu pria malang itu"
"maafkan aku yang mulia"
bony mulai menangis
__ADS_1
"aku mohon yang mulia"
"mmmm"
"ini"
keyra mengulurkan sebuah minuman, dengan tangan yang bergetar bony mengambilnya
"terimakasih yang mulia"
"hahahaha"
"kau sangat penakut"
keyra menepuk pundak bony
"pergilah istirahat dan periksa jantungmu"
"jangan-jangan nafasmu hampir melanyang melihatku"
bony terkejut dan mulai merasa kesal tapi dia juga sangat takut
"teganya anda mempermainkanku"
"hem"
bony berbalik dan berlari menjauh
"terimakasih yang mulia"
teriaknya dari kejauhan
"dasar penakut"
"anda benar tuan yang mulia sangat jahil"
"kembalilah bekerja"
"baik!!"
karena ratu pergi ke daerah bencana mau tidak mau beberapa menteri juga datang, seperti menteri militer dan menteri sosial, mereka dan anak buahnya ikut membantu dan akhirnya penanggulangan bencana cepat teratasi, jembatan yang putus menuju desa polo juga sudah selesai dan bisa dilewati. keyra serta team petugas juga beberapa relawan langsung berjalan menuju desa polo, karena kebanyakan masyarakat didesa itu hanya bekerja sebagai petani dan peternak oleh karena itu rumah-rumah warga juga hanya terbuat dari kayu, jadi saat gempa terjadi rumah mereka tetap kokoh namun memang ada beberapa yang roboh karena sudah terlalu bobrok, salah satunya adalah rumah paman Edward. saat melihat keyra Ivanka langsung mengejar dan memeluk keyra
"kakaaaaak!!"
petugas dan relawan terkejut mendengarnya
"halo ivanka"
"apa kau baik-baik saja?"
"emm"
"tapi kakak elios kemarin ditimpa kayu kakinya tidak bisa berjalan sekarang"
"kapan?"
"kemarin saat gempa itu"
"sekarang dia dimana?"
__ADS_1
"disana dirumah nenek fu bersama ibu dan kakak"
"ayahmu kemana?"
"ayah mencari bahan untuk memperbaiki rumah"
"baiklah ayo kita lihat kakak elios"
keyra menggendong adiknya itu dan membuat orang-orang heran
"sekretaris Arnold tolong data dan berikan bantuan"
"pastikan setiap rumah yang hancur di pulau kubi dibangun ulang"
"hubungi istana untuk mengirimkan tenda darurat lagi"
"aku mau itu datang malam ini"
"baik yang mulia"
"oh Fergie tolong jemput dokter serta ajak beberapa relawan menjemput makanan"
"baik yang mulia"
pengawal keyra langsung mengerjakan tugasnya, kepala desa berlari menghampiri keyra
"maaf apa ada yang kalian cari disini?"
"desa kami tidak ada apa-apa"
"tuan apa kau kepala desa?"
"benar tuan"
"aku Arnold sekretaris kerajaan"
"dan ini adalah yang mulia ratu"
"...."
kepala desa serta para penduduk lain bersujud pada keyra
"salam kepada yang mulia"
"berdirilah semua"
"sekretaris Arnold tolong ya"
"aku mau melihat elios dulu"
"baik silahkan yang mulia"
keyra dikawal menuju rumah yang ditunjuk oleh Ivanka, rumahnya cukup besar untuk menampung keluarga paman Edward, didalam Elia sedang membantu ibunya mengurus Elios yang terlihat sangat kesakitan dia mengeluarkan banyak keringat
"Elios!!!"
"oh"
"kapan anda datang yang mulia?"
__ADS_1
"barusan bi"
"dimana paman?"