
"ada apa el?"
"tidak apa-apa"
"kenapa dari tadi kau membaca buku itu tidak dibalik-balik?"
"oh aku hanya berusaha memahami tentang ini"
Bianca dan Fergie melihat buku yang dipegang oleh elia, dan halaman yang terbuka itu pelajaran sebelumnya yang sudah dikuasai elia. Bianca dan Fergie melihat satu sama lain
"em..."
"bi semalam aku melihat ada sepatu model terbaru"
"ayo kita lihat"
"benarkah ayo"
"ayo el hari ini kelas kita juga hanya sampai jam dua"
"ya"
Irsyhan diam-diam memperhatikan elia dari kejauhan
"baik nanti kami akan menunggumu didepan ok"
"ya"
setelah pulang sekolah elia kembali kekamar dan segera bersiap untuk pergi, elia memakai jeans hitam panjang, blezer nude dan crop top putih, snikers putih, aksesoris dan mencepol rambutnya. dia terlihat sangat tidak bersemangat saat keluar kamar, Irsyhan terus mengawasinya diam-diam. setelah selesai berbelanja mereka bertiga memutuskan untuk berjalan kaki kembali ke asrama
"el ceritakan saja pada kami jika kau punya masalah"
"dari kemarin kau terlihat tidak seperti biasanya"
"aku tidak apa-apa"
"el sepertinya akan hujan ayo kita harus lebih cepat"
"eh tunggu bukankah itu Irsyhan?"
Irsyhan sedang bersama seorang gadis di koridor asrama, ia sengaja melakukannya dengan tujuan agar elia bisa melupakannya
"el apa ini masalahnya"
"tidak...."
elia sebenarnya merasa sakit hati saat itu tapi dia menyembunyikan semuanya, lalu telfon elia berbunyi
"eh kalian masuk duluan saja"
"aku harus menjawab telfon dulu"
"baiklah jangan terlalu lama nanti keburu hujan"
"iya aku tahu"
elia duduk di ayunan taman depan asrama
"halo kakak"
"el minggu depan kau liburkan?"
"iya kenapa?"
__ADS_1
"kalau begitu pulanglah dulu ke istana"
"baik kak"
"bagus sekretaris Arnold akan memesankan tiket untukmu"
"iya aku mengerti"
"sampai jumpa kak"
setelah mematikan telfon hujan turun sangat lebat tapi elia diam disana dia tidak tahan lagi dan menangis sendirian ditengah hujan, setelah sedikit lebih tenang dia berjalan kembali ke kamar. Irsyhan melihat elia berjalan ditengah hujan
"dasar gadis ini"
Irsyhan membawa payung mengejar elia
"apa yang kau lakukan?"
"gadis bodoh apa kau mau sakit?"
"pergilah aku tidak membutuhkanmu"
"el!!"
Irsyhan mengikuti sampai kekamar elia, dan elia langsung masuk dan membanting pintu didepan Irsyhan. hari berlalu akhirnya elia sudah kembali ke istana kerajaan
"bagaimana sekolahmu disana apa menyenangkan?"
"iya kak"
"aku punya banyak teman disana"
"oh iya elia besok kita akan ada tamu kau juga harus ikut menyemburnya"
"baik kak"
"salam kepada yang mulia ratu"
"silahkan duduk"
"terimakasih yang mulia"
"ayah apakah dia ratu Allen?"
"ya"
"kukira dia sudah tua tapi ternyata sangat cantik"
bisik Irsyhan pada ayahnya
"kau ini"
para pelayan menghidangkan makanan, charles juga baru sampai disana karena harus pergi ke perusahaannya terlebih dahulu
"halo tuan Stewart"
"halo tuan gold"
"apa kalian sudah lama datang?"
"belum"
"baru sebentar saja"
__ADS_1
"mari kuperkenalkan"
"ini adalah putraku Irsyhan"
"Irsyhan ini adalah tuan Gold dari perusahaan Qin"
"dan juga suami dari ratu keyra"
"halo tidak"
"ya"
"key mana elia?"
"pelayan sudah memanggilnya"
bisik keyra pada Charles, setelah beberapa saat elia datang
"salam untuk kakak ratu dan pangeran"
"duduklah"
Irsyhan sangat terkejut melihat elia
"tuan Stewart ini adalah adikku Elia Snowden Allen putri dari kerajaan Allen dan elia itu adalah tuan Stewart"
"halo tuan Stewart"
"halo tuan putri"
"dan elia itu adalah putra tuan Stewart Irsyhan Stewart"
elia melihat Irsyhan dan terkejut melihatnya
"oh halo tuan muda Stewart"
"halo tuan putri"
"key ada apa dengan mereka?"
"tidak tahu"
"Irsyhan aku dengar kau sekolah di universitas Gundarma"
"benar yang mulia"
"kebetulan elia juga sekolah disana"
"apa mungkin kalian pernah bertemu?"
"benarkah?"
ujar tuan Stewart
"tentu saja yang mulia kami juga sangat dekat"
"baguslah"
"kenapa tidak pernah cerita padaku elia?"
"emm itu..."
"baiklah karena sudah saling mengenal maka kita tidak perlu terlalu sungkan lagi"
__ADS_1