RACUN CINTA WANITA MALAM

RACUN CINTA WANITA MALAM
tingal bersama bibi


__ADS_3

setelah meningalkan apartemen mewahnya. Hana dan Satya memutuskan kembali kedesa tempat tinggal bibi nya, setelah bibinya menjual rumah yang dibelinya bersama suaminya..mereka kembali kedesa Sekar Taji..sebuah desa yang dikelilingi persawahan dan perkebunan.


"Abang" apa rencana Abang sekarang?" tanya Hana dengan duduk diam didalam mobil yang dikendarai Satya .


kita cari penginapan dulu, untuk beristirahat setelah itu baru kita pikirkan rencana selanjutnya.. ucap Satya membelokan mobil kearah sebuah penginapan sederhana.


Abang mau nanya dulu ya, apa masih ada kamar kosong apa nggak..kata Satya dengan keluar menuju kearah dalam penginapan.


"Permisi"apa masih ada kamar kosong? tanya Satya dengan sopan..


"Ada mas, tapi tingal dua kamar..jawab pemilik penginapan


'Tidak apa apa" saya akan pesan kamar itu. kata Satya..


"Semalam lima ratus ribu mas, untuk satu kamar dengan makanan sekalian.


"Baiklah" ini uangnya. kata Satya menyodorkan uang satu juta..


Ini kuncinya mas, mari saya antar kekamar. kata pemilik penginapan.


"Sebentar, saya mau menjemput keluarga saya terlebih dahulu..ucap Satya dengan bergegas berjalan ke arah mobilnya.


"Hana" bibi. masih ada kamar kosong, ayo kita masuk.. ajak Satya dengan membantu mengambil hikmah dari gendongan bibinya.


"Iya" jawab Hana dan misca bersamaan.

__ADS_1


Mereka diantar kedalam kamar masing masing.


Bibi lelah sekali Hana, bibi tidur duluan ya..kata misca pada Hana.


"iya Bi"jawab Hana yang ikut membaringkan tubuhnya disamping bibinya.


"Putri" pangil Dewi laknara pelan..


Hana terbangun mendengar suara Dewi laknara.


"Ada apa laknara?" tanya Hana masih dengan rasa kantuk yang memberatkan matanya.


Ayo ikut bersama ku..Ada sebuah rumah yang dijual tidak jauh dari sini..rumah itu cukup besar dan terdapat perkebunan juga di belakangnya kamu bisa membelinya kata Dewi laknara..


Gunakan cincin ilusi mu, pejamkan matamu..sebut keinginan mu" maka kamu akan tiba ditempat yang kamu inggin kan kata Dewi laknara..


"Baiklah"ucap Hana dengan berdiri dan memejamkan matanya.


Mereka tiba disebuah rumah bertingkat dua dengan cepat..


"Bagus rumahnya!" harganya cukup terjangkau. akan aku catat nomor ponsel yang tertera itu.. gumam Hana.


Mari kita kembali kepenginapan sebelum mereka bangun..pinta Hana.


Mereka kembali kepenginapan sebelum yang lain terbangun..

__ADS_1


Pagi pun tiba.


"Abang" ayo kita jalan jalan!" siapa tau kita menemukan rumah yang akan dijual ajak Hana .


bukannya kita akan kembali kedesa bibi..kenapa mesti mencari rumah disekitar sini tanya Satya bingung.


Hana lebih tertarik tingal disini bang dari pada di desa bibi apa lagi desa bibi terlalu terpencil bahkan kendaraan roda empat sulit melewati tempat itu ucap Hana beralasan.


"Kamu benar Hana, baiklah mari kita lihat lihat sekitar sini ucap Satya menyetujui pendapat Hana.


"Abang" rumah itu mau dijual, ayo kita coba hubungi pemiliknya..ucap Hana dengan menunjuk rumah yang didatanginya tadi malam.


Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya mereka membeli rumah itu.


Akhirnya kita bisa tenang tingal disini dan kita bisa membuka usaha tambak juga berkebun. kata Satya dengan wajah bahagia.


Sementara misca sibuk merapikan semua barang yang mereka bawa di bantu Hana.


Misca memasak beberapa makanan dengan hati gembira, karena uangnya utuh tidak berkurang sama sekali.. karena semua biaya ditanggung Hana dan Satya.


"Hana"Satya ayo kita makan bibi sudah masak enak hari ini.. kata misca.


Hana dan Satya beserta keempat anak misca. makan dengan lahap karena sudah kelaparan sejak tadi.


Ternyata ada hikmah dibalik musibah yang terjadi!"gumam Hana pelan dengan menatap beberapa orang yang dibayar Satya, untuk membersihkan rumput yang tumbuh disekitar rumah yang mereka beli.

__ADS_1


__ADS_2