
Amel memerintah kan anak dan cucunya serta seluruh pasukan nya berangkat menuju Kota. Untuk membumi hanguskan kota hingga iya bisa menguasai kota sepenuhnya dengan mengendarai Naga saksaka yang merubah ujud nya menjadi ular, Amel terbang di antara pepohonan dan semak belukar.
Ayo prajuritku kita serang mereka kita rebut kota itu, jika kita berhasil kalian bebas melakukan apa saja!"teriak Amel memberi semangat pada pasukan nya...
Kraaaaaaaah....!kraaaaaaaah....!"teriak pasukan Amel yang saling berlomba lebih cepat untuk tiba di pusat kota.
Sementara Hana dan laknara, yang sudah mengetahui niat jahat Amel memutuskan menungu di bukit bangkai, bersama anak anak laknara serta pasukan yang menjadi prajurit naga biru.
Persiapkan diri kalian!"ucap Hana yang sudah mengengam cambuk pemberian pendeta arya pada nya.
Itu mereka"!bisik laknara saat melihat Amel yang bergerak paling depan di antara pasukan nya.
Kita tunggu mereka dekat, baru kita serang!" jawab Hana sambil terus mengamati pergerakan Amel yang begitu cepat karena. menaiki naga saksaka.
"Hana" berhati hati lah, naga saksaka biar aku yang menghadapi nya!" pinta Naga biru yang sudah merubah ujud nya menjadi manusia berwajah sangat tampan berpakaian berwarna biru.
Haaaaaa.....!haaaaaaa....!haaaaaaaaa...!
Ternyata musuh musuh ku sudah mengetahui rencana ku..bagus lah mari kita bukti kan siapa yang akan hancur sekarang!"tantang Amel yang langsung menyerang laknara dengan kekuatannya.
Sementara Hana harus berhadapan dengan seorang laki laki bertubuh besar berkepala singga dengan mata menyorot tajam..
"Hana"menyentak cambuknya menyerang Singga Mardan cucu dari Amel yang terkenal paling ganas dan Suka memangsa kepala bayi..
Haaaaak....!haaaaaak...!singga Mardan tertawa tawa, melihat serangan lawan nya.yang dengan mudah ditangkis nya.
Sementara laknara harus mati matian melawan Amel"yang ternyata tidak mempan di serang dengan semua ilmu yang dimiliki laknara.
"Terima ini Laknara!" teriak Amel yang langsung berbalik menyerang laknara dengan ajian lebur Saketi milik nya.
Wuuuuuuuus......!wuuuuuuuus.....!..kraaaaaaaaa...braaaaaakk..
__ADS_1
Aaaaaaaaaa...!.teriak laknara yang tubuhnya terhantam pukulan lebur Saketi milik Amel..laknara terbanting ke tanah dengan tubuh hancur tanpa bentuk seperti daging cincang yang habis di cacah.
"Bunda!" teriak anak anak laknara saat melihat laknara hancur tanpa ujud lagi..
Haaaaaa....haaaaaa...haaaaaa...Amel tertawa bahagia melihat Musuh nya sudah musnah .
Durpa Pati langsung menyerang Amel membabi buta di bantu Satya dan Arsena yang kekuatan nya semakin hebat
"Kakang" jangan biarkan Amel menyerang kalian dari jarak jauh, kita harus menyerangnya tanpa jarak!"bisik durpa Pati pada kedua saudaranya.
Satya dan Arsena menyerang Amel dari sisi kanan dan kiri sementara Durpa Pati menyerang Dari Arah depan..
Di tempat lain Hana melihat pasukannya nyaris terdesak karena. kalah jumlah dengan pasukan Milik Amel"Hana Melihat ada beberapa anak anak laknara yang terluka juga tewas dengan tubuh hancur..
tidak ada cara lain, aku harus mengunakan kendi ajaib ini!" pikir Hana yang berusaha menghindari gempuran serta pukulan singga Mardan yang begitu ganas.
Menyerah Lah Hana" lebih baik kita beradu di atas ranjang!" ejek singga Mardan yang begitu sombong dan congkak.
Tiba tiba keluar cahaya terang dari tubuh Hana membentuk kendi Kecil....
Claaaaaabb....!Hana membaca mantra dan mengusap mulut kendi tiga Kali dan mengarahkan nya pada singga Mardan serta pasukan gaib Amel yang lain.
Aaaaaaaaaa.....aaaaaaaa....aaaaaaa...aaaaaa...ampun.... terdengar jeritan dari pasukan Amel sambung menyambung yang tersedot masuk kedalam kendi milik Hana tanpa bisa melawan sama sekali...
Singga Mardan yang memilik kesaktian tinggi berusaha melepaskan diri dari Hisapan kendi milik Hana dengan ajian watu karang miliknya.
Hana langsung mengarahkan cambuknya pada singga Mardan Hinga konsentrasi singga Mardan buyar yang mengakibatkan dirinya tersedot kedalam kendi ajaib milik Hana.
"Akhirnya, semua pasukan gaib Amel bisa ku taklukan!" ucap Hana dengan senyum bahagia.
"Gila" keturunan Amel benar benar ganas jika di biarkan anak anak laknara akan tewas!"ucap Hana yang langsung menyabet cambuknya menyerang keturunan Amel dengan cepat.
__ADS_1
Aaaaaaa.....!aaaaaaa....!aaaaaa...!aaaaaa..!
Satu persatu keturunan Amel tewas terkena cambukan Hana...
"Kalian, pergilah ke bukit sana!" nanti aku akan menyusul kalian...perintah Hana pada anak anak laknara yang sudah banyak yang terluka parah..
"Hana" bunda sudah musnah !"ucap anak anak laknara yang menangis menatap ke arah tempat laknara hancur.
"Kurang ajar, akan aku habisi kamu Amel!" teriak Hana yang langsung menyerang Amel dengan cambuk nya.
Satya dan Arsena sudah tidak sadarkan diri akibat terkena cahaya pukulan Amel.! hanya tersisa durpa Pati yang kondisinya sudah nyaris sekarat berusaha menahan serangan Amel dengan tirai air miliknya.
Hana memukul Amel dengan cambuknya, tapi tidak ada pengaruh apa apa bahkan Amel tertawa terbahak bahak seakan akan cambuk yang di pukul kan Hana padanya hanya angin lalu belaka.
Hana berusaha menyerang amel dengan Air Tirta suci nya...
Amel yang melihat serangan Hana langsung menghindar hingga jeratan nya pada Durpa Pati terlepas..
"Kurang ajar, kau mengangu kesenangan ku?" bentak Amel yang bersiap siap menyerang Hana dengan ajian miliknya, Hana langsung mengeluarkan Kaca Malaikat miliknya dan mengarahkan pada amel .
Blaaaaar....kraaaaaaaaaak.. Ilmu yang Amel kirim pada Hana berbalik mengenai dirinya. tubuh Amel yang kebal dan tidak mempan terhadap segala serangan ternyata harus hancur lebur tanpa bentuk persis seperti tubuh laknara sebelumnya, karena Amel melanggar pantangan dari ilmu nya sendiri.
Melihat Amel hancur Naga saksaka berusaha melarikan diri.. namun sayang niatnya terbaca oleh naga biru dengan Kekuatan penuh naga biru mengeluarkan semburan air berwarna biru pada naga saksaka.
"Terima racun ku 'saksaka !"ucap Naga biru.
Naga saksaka terbanting ke tanah dengan tubuh tak bergerak lagi saat terkena Sambaran racun bisa milik Naga biru..
Tubuh naga saksaka berubah menjadi sebuah batu berbentuk mustika berwarna hitam bergaris garis putih sebesar bola pimpong....
Ternyata dia pencurinya..gumam naga biru.
__ADS_1