
Hana memasuki kamar mandi dengan santai sambil melepaskan pakaiannya, dengan langkah tenang Hana menguyur tubuhnya dengan air yang mengalir dari atasnya.
Setelah selesai mandi Hana mengambil handuk dan berkaca, tanpa memperdulikan sosok jin yang berdiri membelakanginya.
"Kamu nggak akan bisa menakut nakuti ku, seperti kamu menakuti sepupu ku dan pemilik apartemen ini..ucap Hana dengan tenang.
"Jadi kamu sudah tau, jika aku berada disini sejak tadi? tanya jin itu.
"Iya" aku sudah tau kehadiran mu sejak aku masuk ke ruangan ini..jawab Hana.
"Apa mau mu, kenapa kamu mengangu pemilik apartemen ini? tanya Hana dengan membalikan tubuhnya menghadap jin itu.
"Aku melihat sebuah cincin keramat di tangan mu, apa aku boleh menempati cincin itu..
tanya jin itu dengan mata yang tak pernah jauh dari cincin di jari kanan Hana.
Untuk apa kamu inggin masuk kedalam cincin ini, bukanya kamu bisa saja tinggal dimana pun . tanya Hana.
"Namaku Dewi laknara, aku diberi julukan Dewi birahi..maksud dan tujuan ku inggin menempati cincin keramat mu.. karena aku inggin membantumu..aku bisa merubah ujudku menjadi dirimu, dan melayani setiap lelaki yang memesan mu. dengan begitu kamu tidak perlu bersusah payah pergi kesana kemari!" karena akulah yang akan mengantikan mu..kamu cukup duduk tenang di rumah menikmati uang pemberian para lelaki itu..apa kamu bersedia?" tanya sosok di hadapan Hana.
__ADS_1
Tidak mungkin kamu meminta hal itu, tanpa ada timbal baliknya bukan...tanya balik Hana.
"Aku tidak meminta apa pun dari mu. aku hanya menginginkan benih dan kepuasan dari laki laki yang menyewa mu..ucap Dewi laknara.
"Benarkah, hanya itu?" pancing Hana dengan tatapan tajamnya.
Sesungguhnya cincin ditangan mu itu cincin keramat.. aku tidak menyangka jika kau lah orang terpilih itu..cincin itu memilik sifat ilusi tapi bukan hanya ilusi, cincin itu adalah Lambang sebuah kerajaan masa lampau. pemiliknya seorang putri yang dikutuk.
cincin itu bisa mendatangkan petir dan bencana lainnya jika kamu menghendaki..
dan aku inggin menempati cincin itu, karena hanya cincin itulah yang bisa melepaskan aku dari siksaan cambuk api yang memenjarakan ku selama ini hingga aku tidak bisa kemana mana..ucap Dewi birahi dengan tatapan penuh harap nya.
"Baiklah"aku izinkan kamu menempati cincin ku ini..jangan pernah kamu mencurangi ku apa pun itu!" apalagi mengusik orang terdekat ku kecuali atas izinku..jika kamu melanggar aku bersumpah akan membakar mu hingga menjadi debu. ancam Hana.
"Masuklah, sebentar lagi tamunya akan datang. inggat dengan janjimu..aku akan menunggu dikamar sebelah..lakukan tugas mu dengan baik..perintah Hana pada Dewi birahi
"Baik putri" akan hamba laksana kan jawab Dewi birahi dengan merubah ujudnya menjadi Hana dengan pakaian seksi.
"Apa jika kamu merubah ujudku semua orang akan melihat mu?" tanya Hana bingung.
__ADS_1
"Setelah saya masuk kedalam cincin!"saya akan bisa dilihat semua orang putri.. tapi untuk saat ini tidak ada satupun yang bisa melihat saya selain putri..
"kalau begitu, masuklah kedalam cincin ini terlebih dahulu..setelah itu baru kamu keluar lagi!" pinta Hana pada sosok dihadapannya..
"Baik putri!" ucap Dewi birahi dengan merubah ujudnya menjadi gumpalan asap dan langsung masuk kedalam cincin itu. beberapa saat kemudian jin itu keluar dengan ujud yang sempurna ...
"tok.....!"tok.....!
"Kamu buka pintunya, aku akan pindah kekamar sebelah perintah Hana pada Dewi birahi..
Setelah Hana masuk kepintu rahasia, Dewi birahi membuka pintu dan dengan senyum menggoda.. Dewi birahi langsung memeluk pria paruh baya yang tertegun didepan pintu dengan tatapan terpesonanya.
"Masuklah pangeran tampan!"rayu Dewi birahi dalam ujud Hana.
"Terima kasih" putri cantik!" jawab pria paruh baya itu dengan perasaan bahagia.
Dewi birahi langsung membuka pakaian lawan jenisnya, dan menggoda pria paruh baya itu dengan ciuman dan rabaan tangannya .
Mereka terus bergumul hingga subuh tiba..
__ADS_1
setelah pria itu tertidur pulas. Dewi mesum langsung menghampiri Hana yang tertidur dikasur sedangkan.satya tertidur di sofa.
Tanpa berani mengusik Hana. Dewi birahi hanya duduk disamping Hana seperti patung tanpa bergerak sama sekali.