
Hana dan Bu misca sibuk mengurus hantaran untuk calon istri Satya dengan dibantu Bu Rindi serta pak Ryan.
Sepertinya ini udah cukup Hana, mari kita kerumah calon istri Satya. kata Bu Rindi yang berdandan begitu cantik.
Mereka berangkat dengan membawa beberapa tetangga untuk menghadiri pernikahan Satya yang akan dilangsungkan hari itu.
"Hana" bibi udah cantik nggak? tanya misca yang sejak tadi tak berhenti melihat kearah kaca.
Bibi udah cantik ko. jawab Hana dengan tatapan malasnya.
Mereka tiba dirumah mempelai wanita dengan sambutan yang sangat meriah. Satya terlihat gugup dan kaku saat mereka mulai memasuki ruangan yang sudah banyak di hadiri para undangan dari sebelah pihak perempuan.
Setelah serangakaian acara sambutan. akhirnya tibalah saatnya acara akad dimana Satya mengucapkan janji didepan penghulu.
setelah akad nikah selesai seluruh tamu sibuk mengambil makanan di meja makan sementara Bu misca entah menghilang kemana.
"Hana"bisik Nara dari dalam cincin laknara.
Ada apa Nara?"tanya Hana dalam hati.
__ADS_1
Didepan ada seorang lelaki muda beserta temannya yang inggin mengacaukan acara ini. dengan meletakan bom rakitan tapi sudah di amankan anak anak ku. hanya saja pria itu sudah masuk dengan membawa pisau didalam sakunya..kata Nara memberi tahu.
Yang mana orangnya Nara?" tanya Hana yang langsung menatap kearah tamu undangan.
Lelaki yang berpakaian batik merah dan biru yang duduk didekat bungga hias itu Hana!" kata Nara menjelaskan.
"Baiklah, terima kasih" Nara akan segera aku urus kata Hana.
Mas tolong suruh keamanan desa untuk memeriksa laki laki yang berpakaian batik itu. yang duduk didekat bungga hias!"sepertinya dia membawa senjata tajam. bisik Hana pada Arya yang duduk disampingnya.
Bergegas Arya pergi kedepan untuk meminta bantuan pada keamanan setempat agar segera bertindak.
"Lepaskan saya"teriak lelaki asing itu yang berusaha melawan keamanan yang berjumlah lima orang.
Arum aku tidak terima kamu menikah dengan lelaki pendatang itu..harusnya akulah yang menjadi suamimu. teriak lelaki asing itu yang berusaha mendekati tempat Satya dan Arum berada. para tamu berdiri semua dengan wajah takut melihat kenekatan lelaki asing itu.
Aku bersumpah akan membunuh pendatang itu Arum, lihat saja nanti. ancam pria itu sebelum dia dibawa keamanan menuju kantor polisi.
Suasana kembali tenang setelah pria itu dibawa petugas keamanan. dan para tamu kembali duduk sambil menyantap makanan dipiringnya masing masing.
__ADS_1
Hingga sore hari para tamu undangan semakin ramai dengan berbagai suguhan kesenian yang semakin menambah meriah acara..dan keamanan pun semakin diperketat.
Mas Hana lelah kita pulang aja ya, Hana udah nggak tahan lelah banget rasanya. kata Hana dengan memijit lehernya yang terasa kaku.
"Iya sayang, ayo kita kedepan untuk pamit sama mempelai dan seluruh keluarganya. ajak Arya dengan mengengam tangan Hana.
"Bang Satya, Arum!" kita pulang dulu ya soalany Hana lagi pusing sekarang. kata Arya memberi alasan.
Iya kalian hati hati dijalan ya!" dan terima kasih untuk bantuannya. kata Satya sambil tersenyum diikuti istrinya.
Bang kalau main jangan langsung seruduk ya, kasian itu anak gadis orang. ledek Hana didepan Arum.
Satya melotot kan matanya, sementara Arum langsung memerah wajahnya karena mendengar ucapan Hana yang vulgar .
"Pulang sana bikin rusuh aja. omel Satya .
Ini juga mau pulang ko, Arum kalau bang Satya main kasar, tendang aja biar dia meluncur langsung kebulan..kata Hana membuat wajah Arum semakin memerah.
"Pulang nggak kamu!" ancam Satya yang sudah merasa gerah dengan candaan Hana.
__ADS_1
Iya selamat menempuh hidup baru ya Abang ku sayang, beruntung banget abangku ini sekali dapat istri seorang ABG cantik lagi. ledek Hana dengan langsung berjalan turun mendahului suaminya.