
Hari hari Hana dan Arya kembali bahagia tanpa gangguan atau pun masalah. setiap detik Arya selalu gelisah karena takut ditinggal kan Hana yang semakin hari semakin terlihat cantik hingga Hana selalu dikurung Arya.
"Asalamualaikum Bu Rindi" apa Hana ada dirumah? tanya Bu misca yang baru datang.
Ada di kamar nya sama Arya, emang ada apa ya mbak misca? tanya Rindi yang lagi menyirami tanaman di samping rumah.
Saya mau ada perlu sama hana penting banget.! kata Misca dengan wajah terlihat kebingungan.
Sebentar ya mbak saya panggilkan dulu. kata Rindi pada Misca.
"Iya" jawab misca dengan berjalan mondar mandir diruang tamu rumah Hana.
Tok.....tok....!
"Hana" ada bibi mu didepan nak
kata Rindi.
"Iya ma. jawab Hana dari dalam kamarnya.
Mas udahan dulu, nggak enak ada bibi misca. ucap Hana dengan mendorong tubuh Arya dari atas tubuhnya.
"Bentar lagi sayang. pinta Arya yang masih mencumbu Hana dengan buas.
Hana" ini bibi!" ada yang mau bibi bicarakan sama kamu penting. teriak misca dari depan kamar Hana.
.
Mendengar suara bibinya didepan kamarnya Hana langsung mendorong tubuh Arya dengan cepat hingga Arya jatuh terjengkang di atas lantai.
Sayang kenapa kamu mendorong aku sih?" Tanya Arya yang mengusap bokongnya.
"Maaf mas, ini penting Hana nggak mau bi misca membikin ulah lagi. jawab Hana yang langsung berlari menuju kamar mandi.
Sementara misca yang sejak tadi menunggu didepan kamar Hana terlihat gelisah dan terus berjalan mondar mandir
Ckleek..!terlihat Hana yang baru habis mandi dengan handuk dikepalanya berdiri didepan misca.
__ADS_1
'Ada apa Bi?" tanya Hana yang terlihat heran.
"Anu Hana, itu gimana caranya bibi ngasih tau kamu ya..keluh misca bingung.
"Ya kasih tau aja bi". ada apa, kenapa bibi terlihat bingung seperti itu. tanya Hana yang juga terlihat semakin heran.
Ayo kita duduk dulu dan ini minuman untuk mbak misca. kata Rindi yang membawa jus dan kue didalam piring.
"Begini Hana!, Satya" dia digerebek sama warga karena kedapatan tidur sama anak tetangga yang masih SMA, sekarang satya sedang dibawa kekantor kepala desa. bibi nggak berani ikut kesana soalnya penduduk desa pada marah semua sama Satya..adu Bi misca dengan wajah tertunduk takut.
Gimana ceritanya ko bisa bang Satya sampai digerebek warga, padahal selama ini bukannya bang Satya nggak pernah dekat apa lagi sampai berani berbuat nista seperti itu? tanya Hana pada bi Misca.
Bibi juga nggak paham Hana, bibi tau nya waktu tengah malam bibi dengar suara ribut ribut di rumah tetangga sebelah.
Ya udah Hana akan kesana sekarang sama mas Arya, bibi tunggu aja disini sekalian temani mama Rindi. kata Hana yang langsung masuk kedalam kamarnya kembali untuk Menganti pakaian nya.
Arya dan Hana yang baru tiba di kantor kepala desa langsung kaget. karena dilihatnya Satya yang terlihat babak belur sementara Perempuan di samping Satya juga terlihat mengenaskan.
"Ada apa ini, kenapa Abang saya babak belur seperti ini? tanya Hana yang langsung menerobos masuk kedalam ruangan kantor.
Bisa kalian jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Hana dengan tatapan tajamnya menatap kearah penduduk satu persatu.
Kami memergoki mereka sedang berbuat mesum dirumah Bu Rani mbak Hana. maka nya mereka kami seret kesini kata seorang pria serangan baya yang terlihat marah.
Bang tolong jelasin agar semuanya jelas pinta Hana.
Biar saya aja yang menjelaskan kak kata wanita disamping Satya.
Orang tua saya lagi ketempat kondangan di desa bestari..dan saya sendirian jaga rumah. tadi Abang sepupu saya datang kerumah dan nyaris memperkosa saya saat kami masih didepan teras, karena bunda melarang kalau saya sendirian tidak diizinkan membawa lelaki kedalam rumah.
Kebetulan bang satya lewat dan menolong saya mereka sempat berkelahi tapi karena kalah Abang sepupu saya kabur dan nggak lama Abang sepuou saya datang dengan membawa beberapa orang warga yang sedang keliling..jadi kami di anggap berbuat mesum karena saat mereka datang bang Satya sedang membantu saya memakai jeket ini dan membantu saya duduk di kursi ruang tamu.
Hana berusaha menyimak dan mulai memahami kemana arah masalahnya.
Saya akan tuntut kalian semua, terutama kamu tunjuk Hana pada seorang pemuda yang terlihat lebih tua dari Satya dengan kondisi yang juga babak belur.
Jangan biarkan dia pergi dari ruangan ini. tolong tahan dia. pinta Hana pada warga yang ikut berkumpul didepan kantor kepala desa.
__ADS_1
Apa alasan mu memfitnah bang Satya..tanya Hana.
Saya sakit hati karena cinta saya ditolak Arum Sari. Saya tidak terima karena Arum menyukai Satya. karena kesal saya terpaksa melakukan ini, saya pikir jika tidak bisa dengan cara baik baik maka dengan cara kotor pun akan saya lakukan agar bisa mendapatkan Arum..ucap pemuda itu yang langsung menundukan wajahnya.
Sekarang kalian sudah dengar kan masalah yang sebenarnya. sekarang tolong kalian bubar..perintah pak kepala desa pada seluruh warga yang ada disitu dan untuk kamu masalah ini akan saya serahkan pada pihak yang berwajib untuk ditindak lanjuti kata pak kepala desa dengan tegas.
Mas Satya kami minta maaf atas kesalahan pahaman ini..ucap pak kepala desa yang terlihat sungkan pada Hana dan Satya.
Arum apa benar kamu menyukai Satya? tanya pak kepala desa pada keponakan nya.
"Iya paman!" jawab Arum tegas meski dengan wajah tertunduk malu.
Satya yang terdiam sejak tadi, hanya melirik Arum dengan tatapan tak percaya.
Hana yang melihat tingkah Satya yang malu malu menjadi paham jika Satya juga menyukai Arum..
Dari pada kalian saling lirik lebih baik bersikap jujur saja, ntar kelamaan saling diam malah ditikung teman.! ledek Hana pada Satya.
Bang jujur aja mumpung lagi ada disini, nanti Hana bantu biar lancar urusannya kata Hana dengan senyum yang terlihat menggoda Satya.
Sementara Arya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah jail istrinya.
Iya mbak Hana benar. tiga hari yang lalu ada tiga orang pemuda dari desa sebelah yang melamar Arum mbak.. dan saya takutnya mbak Rani menerima salah satu dari mereka ucap pak kepala desa yang berusaha memancing Arya agar jujur.
Saya memang menyukai Arum sejak saya membeli rumah disamping rumah Arum..tapi saya sadar diri siapa saya siapa Arum.. usia kami terpaut jauh dan Arum kembang desa rasanya saya tidak pantas untuk Arum, jadi lebih baik saya diam aja..kata Satya yang mulai berani membuka suara.
Hana menatap kearah Arum berharap Arum juga bersikap jujur.
Arum juga suka sama bang Satya dari sebelum bang Satya Pindah di rumah sebelah. saat arum kelas tiga SMP, Arum sering ngedenger orang tua Arum memuji bang satya sama mbak Hana yang udah banyak membantu membangun desa ini. ucap arum menjelaskan dengan wajah memerah.
"Pak kepala desa, ada baiknya kita nikah kan saja mereka segera dari pada terjadi fitnah lagi seperti tadi..
Saya juga setuju mbak Hana. jawab pak kepala desa dengan senyum yang terlihat bahagia.
Bang usia bukan alasan untuk menjauh. cinta tak kenal siapa dan usia..jika cinta menyapa maka segala halangan tidak akan berarti apa apa..dengan lembut Hana menasehati dan memberi saran pada Satya yang mengangukan kepalanya.
"Hana" tolong lamarkan Arum untuk ku. pinta Satya dengan tingkah yang terlihat malu malu.
__ADS_1