
Setelah kematian suaminya Amel pergi kelereng gunung batu berdarah. Demi mencari kekuatan juga sekutu baru untuk menghancurkan laknara dan Hana yang sudah memusnahkan Suaminya, dengan berbekal tekad yang kuat Amel terus melakukan tapa di dalam air terjun batu berdarah Yang menyimpan misteri gaib sangat tinggi.
"Bangunlah Cucu ku, tanpa mu ku terima apa yang kau inggin kan? tanya sesosok laki laki berjubah putih, dengan ikat kepala terbuat dari kulit ular dengan hiasan batu permata di depannya.
. Aku inggin mendapatkan kekuatan yang maha tinggi, serta sekutu yang hebat agar bisa membunuh Musuhku!" pinta Amel dengan mata berkilat menyimpan dendam.
"Ketahuilah cucuku, dendam itu tidak baik dendam akan membuat mu terus di hantui perasaan benci yang kelak akan membinasakan mu sendiri...nasehat laki laki tua itu pada Amel.
Jika aki kemari hanya untuk berkhotbah, maka pergilah Karena aku tidak butuh khotbah mu..ucap Bu Amel yang kembali melanjutkan tapa bertanya.
Ambilah ini cucuku, dan pergilah ke goa ular yang terletak di samping batu berwarna merah itu. masuklah kesana Karena apa yang kamu inggin kan akan kamu dapat kan disana. tapi inggat angkara murka tidak akan pernah bisa abadi. pesan laki laki tua itu sebelum menghilang dari hadapan Bu Amel.
Apa ini? pikir Bu Amel menatap takjub pada batu yang ada di genggamnya.
"Aku, harus segera masuk ke goa itu!" pikir Amel yang langsung mengambil pakaian nya menuju goa yang dimaksud kakek tua tadi
__ADS_1
Amel memasuki goa gelap dan lembab itu dengan hati hati, sambil membawa Batu yang bersinar begitu terang didalam goa itu.
Tiba di dalam. Amel melihat sebuah istana yang sangat megah dihiasi emas permata bertaburan di dinding istana itu.
Luar biasa. istana siapa ini ?gumam Amel mendekati singasana berbentuk ular dua kepala dihadapan nya.
ssssssssss...!ssssssssss.....!.sssssss....!
Baru saja Amel menduduki Singgasana..dari sela sela dinding istana keluar ribuan ular berkepala manusia menatap tajam ke arah Amel..
"Ratu ku" ternyata kau kembali !"pangil seekor ular bertubuh besar berkepala manusia dengan wajah yang sangat tampan.
"Apa maksud ?tanya Amel.
"Batu mustika, di tangan mu itu tanda jika kau adalah ratu yang ku tunggu selama ini!. jawab ular itu yang langsung merubah ujudnya menjadi manusia.
__ADS_1
Mulai sekarang kita suami istri ratu ku. kerajaan ini akan kembali kuat dengan kehadiran diri mu...ucap ular itu yang langsung mencium jari tangan Bu Amel.
Apa yang bisa aku dapatkan Jika aku menjadi istri mu? tanya Bu Amel yang tidak berhenti mengangumi wajah tampan di hadapan nya.
Istana dan seluruh harta milik ku, semua pasukan ku juga akan menjadi milik mu"! jawab manusia ular itu
. Bagai mana dengan kepuasan batinku, apa kau sanggup memuaskan nya!" pancing Bu Amel dengan tatapan menggoda.
. Tentu saja aku sanggup ratu ku, mari ku tunjukan cara ku memuaskan kan mu"! bisik ular itu dengan senyum.
Baikalah tapi siapa nama mu ?tanya Bu Amel.
Nama ku naga saksaka, aku penguasa bukit batu berdarah ini istri ku!" jawab naga saksaka .sambil menuntun Bu Amel menuju peraduan milik naga saksaka.
Ranjang mu indah dan wangi kakang. membuatku semakin bergairah"! bisik Amel pada suaminya.
__ADS_1
"Aku senang, jika kamu menyukainya istri ku!" jawab Naga saksaka yang langsung mencumbu Bu Amel di peraduan mereka.