
"Janwa, merubah ujud nya menjadi kupu kupu. demi bisa mengikuti Sanjana yang terus melangka, tanpa arah tujuan dengan air mata yang terus membanjiri pipinya. Saat Janwa inggin merubah ujud menjadi manusia.. sebuah mobil yang melaju dengan kencang menabrak sanjana dari samping hingga sanjana terpelanting ke arah trotoar jalan.
Aaaaaaaaak ....!teriak sanjana yang langsung tidak sadarkan diri, setelah kepalanya terbentur beton pinggir jalan.
Darah segar mengalir dari kepala sanjana. Melihat sanjana terluka parah, Janwa langsung mendekati sanjana dengan ujud kupu kupu berwarna hitam...
Wuuuuuuuuus......!Janwa mengeluarkan ajian angin nya. hingga debu berterbangan membuat orang orang yang berkerumun melihat kondisi sanjana langsung berlarian meningalkan sanjana yang masih tidak sadarkan diri.
Janwa yang melihat situasi sudah aman langsung membawa Sanjana ke rumah ibunya.
"Bunda" pangil Janwa pada laknara yang berdiri di depan tubuh Arsena yang kaku.
"Janwa, siapa dia ?tanya Laknara dengan wajah kaget juga binggung nya.
"Dia,sanjana Sarjit" yang di sebutkan tuan putri Hana bunda"! jawab Janwa yang langsung meletakan Sanjana di samping Arsena.
Cepat kamu temui Hana, minta agar dia menyembuhkan Sanjana... luka nya sangat parah!" perintah Laknara pada putri nya.
"Baik 'bunda" jawab Janwa yang langsung menghilang.
"Janwa" ada apa? bisik Hana karena dia sedang bersama Aryan yang tertidur di pangkuan Hana.
"Bunda "memangil Mu tuan putri!" jawab Janwa dengan wajah tertunduk.
Nanti aku akan kesana, kamu pulanglah dulu!" perintah Hana pada Janwa.
__ADS_1
"Baik tuan putri!"ucap Janwa yang langsung m menghilang begitu saja.
Hana meletakan kepala Aryan di atas bantal dan segera menghilang begitu saja.
"Nara"ada apa?" tanya Hana yang tersentak kaget, saat melihat tubuh Arsena dan Sanjana menyatu, dengan Dikelilingi cahaya menyilaukan mata mereka sang berdiri di tempat itu.
"Bunda" cahaya apa ini?" tanya Satya yang datang bersama Aryani.
"Bunda" juga tidak tau! .., tiba tiba tubuh mereka lengket satu sama lain, saat darah yang mengalir dari kepala Sanjana mengenai kepala Arsena !"jawab Nara dengan tatapan takut nya.
semakin lama Cahaya itu semakin memudar dengan sendirinya.. Hana" yang takjub langsung mendekati Arsena yang masih lengket dengan Sanjana.
laknara melihat luka di Tubuh sanjana sudah hilang begitu saja tanpa bekas sama sekali.
Setelah cahaya menghilang Arsena terbatuk batuk mengeluarkan darah hitam dari mulut dan hidung nya.
"Hana"bagai mana ini? tanya Laknara yang kebingungan.
"Hana" berikan air Tirta suci pada Arsena dan Sanjana"! bisik suara gaib di telinga Hana.
Dengan cepat Hana menuangkan Air Tirta ke mulut Arsena Dan Sanjana yang masih tidak sadarkan diri terbaring di samping Arsena.
Dari tubuh Arsena keluar asap hitam yang sangat berbau busuk sampai semua yang ada disitu menutup hidung nya...
"Bunda" sakit!"teriak Arsena..
__ADS_1
Mendengar teriakan yang begitu kencang dari arah samping nya, sanjana tersadar dan langsung terduduk menatap keseliling ya dengan tatapan binggung..
"Kalian" siapa, aku dimana ?"tanya sanjana yang terlihat panik juga ketakutan.
Tenang lah.! aku Hana" kita pernah bertemu kemarin malam saat makan mala direstoran itu"! jawab Hana berusaha menenangkan sanjana.
"Hana" aku tidak mengenal mu Dan tidak pernah melihat mu"! kata sanjana.
Sanjana Aku...!
Tunggu....!ya sekarang aku inggat, kamu rekan bisnis Raju itu kan!"ujar sanjana yang sudah kembali mengingat Kejadian sebelum ia kecelakaan.
Iya kamu benar!" jawab Hana dengan senyum ramah nya.
" Aku" dimana ini ?"tanya Sanjana sambil mengusap kepalanya.
Kamu berada di rumah ku Nona sanjana. kebetulan putri ku menemukan kamu yang di tabrak mobil, jadi kamu di bawa kemari.. ujar laknara menjelaskan.
"Terima kasih, kalian sudah menolongku.
.Aku Harus pergi sekarang juga!"ucap sanjana yang berusaha berdiri.
Istirahatlah dulu nak"! kondisi mu belum sembuh benar.. ujar laknara menasehati Sanjana....
"Siapa laki laki ini ?tanya Sanjana yang baru sadar jika dia tidak sendirian di ranjang itu.
__ADS_1
"Dia putraku, yang sedang sakit nona.. tapi sekarang sudah sedikit lebih baik!" ucap Nara menjelaskan.