
Setelah penyempurnaan raga dan Sukma laknara, Hana memberikan sebuah rumah mewah untuk ditempati oleh Laknara sebagai ungkapan rasa bahagia nya karena bisa melihat laknara secara nyata bukan bayangan seperti dulu.
laknara menempati rumah itu bersama anak anaknya yang bekerja di perusahaan milik Hana, kecuali Satya yang sudah menikah dan kini hidup terpisah karena harus menyembunyikan istrinya dari adik nya arsena agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.
Laknara merasa sangat bahagia meski harus melewati ribuan tahun dalam siksaan. kini ia sudah bisa menikmati hari yang indah dengan kembali sempurna menjadi manusia seutuhnya.
"Bunda" jingga sama kak arsena berangkat dulu ya!. kata jingga sambil mencium tangan laknara..
"Iya nak" hati hati dijalan jika sudah sampai hubungi bunda ya..pesan laknara pada putrinya.
"Iya bunda! jawab arsena dan jingga bersamaan.
Laknara menyiram tanaman di samping rumahnya dengan hati riang sambil bersenandung .
Lagi senang hati nih kelihatannya.. tegur Hana yang sudah berdiri di samping laknara sambil mengendong anaknya.
Kamu bikin kaget saja Hana, datang ko nggak ngasih salam sih omel laknara.
Sudah aku kasih salam, tapi kamu nya yang terus bersenandung makanya nggak dengar jawab Hana.
"Iya kah" berarti ilmu ku sudah berkurang dong, bisa berbahaya kalau ada serangan dadakan dari Amel dan antek antek nya..ucap laknara yang terlihat ketakutan.
Haaaa...haaaaa. Aku ngucapin salamnya dari rumah ku, kalau tiba disini aku memang diam diam aja.! ucap Hana yang terus tertawa melihat tingkah laknara yang ketakutan.
"Sialan" kirain beneran.! omel laknara yang langsung duduk di kursi teras rumahnya.
Nara aku inggin bertemu dengan Aryani. karena ada hal yang harus aku bicarakan dengannya, apa kamu bisa membantuku untuk kesana? tanya Hana.
"Bisa" tapi ada apa, kenapa mendadak sekali? tanya Laknara bingung.
Ibu mertua ku selalu bermimpi buruk setiap malam, katanya dia melihat Aryani berada disebuah tempat asing dan dalam penjara seorang raksasa yang sangat menyeramkan.
mama inggin bertemu dengan Aryani meski hanya sesaat, tolong antar aku sekarang kesana laknara.! pinta Hana.
__ADS_1
"Baiklah" mari kita kesana sekarang.! ajak laknara sambil mengengam tangan Hana.
Hana melihat rumah yang ditempati Satya dan aryani yang terletak di atas bukit..dan begitu indah karena dikelilingi oleh sungai dan pepohonan yang berbuah lebat.
Tempat ini benar benar indah ya Nara, kalau aku punya rumah ditempat seperti ini pasti aku bakalan senang.! ucap Hana yang terus mengangumi tempat itu hingga tanpa terasa mereka sudah tiba di depan kamar milik satya dan Aryani.
Lepaskan aku moster sialan jangan paksa aku untuk melayani kamu terus terusan seperti ini, aku membencimu..terdengar teriakan Aryani dari dalam kamar.
Aku tidak akan melepaskan kamu sampai kapan pun Aryani, kamu istriku sudah kewajiban mu melayani ku..bentak Satya.
Laknara yang mendengar pertengkaran itu langsung inggin menerobos kedalam kamar. tapi ditahan Hana dan Hana memberi kode agar mereka menungu didepan saja tapi laknara menolak jadi mereka terpaksa duduk didepan kamar Satya dengan pikiran masing masing.
"Udah Satya" aku lelah sejak tadi pagi kamu selalu mengagahi aku.!rintih Aryani dari dalam kamar.
Aku tidak bisa berhenti Aryani, sudah tiga hari aku tidak menyentuh mu karena harus keluar kota..ucap Satya yang terus menggempur Aryani tanpa jeda.
Nara anak Bu benar benar buas ya..bisik Hana.
Tubuhmu benar benar nikmat Aryani, kamu canduku. tidak akan aku biarkan kamu bertemu Arsena sampai kapan pun.! ucap Satya.
Kamu gila sampai kapan kamu terus mengagahi ku seperti ini tanpa henti, lepaskan aku Satya aku mohon.
"Nggak" aku nggak akan melepaskan kamu Aryani. meski pun seharian kamu melayani ku kamu tidak akan merasa lelah atau pun sakit selama kamu mengkonsumsi lumut penyegar raga itu.! ucap Satya.
Sampai kapan kita disini jadi pendengar Nara? tanya Hana sambil berbisik.
Laknara hanya menggelengkan kepala sambil berfikir.
Aaaaaa...!"aryani aku mau sampai.! teriak Satya yang semakin menggila di atas tubuh Aryani.
"Ssssssssh...!desah Aryani dari dalam kamar.
Setelah tidak ada lagi suara laknat dari dalam kamar laknara langsung mengedor pintu kamar.
__ADS_1
Braaakk...braaakk....Satya buka pintunya ini bunda.! pangil laknara.
Satya yang mendengar suara bundanya langsung berlari kekamar mandi sambil membopong tubuh polos Aryani.
Kamu mandi dulu ya sayang, aku akan menemui bunda.!kata Satya yang langsung memakai pakaian nya dengan terburu buru.
"Bunda"ucap Satya yang langsung mencium tangan bundanya.
"Non Hana.! pangil Satya yang terlihat kaget dengan kehadiran Hana dihadapannya.
Apa kabar Satya, mana Aryani?" tanya Hana yang bersikap biasa saja..
"Lagi mandi nona.! jawab Satya yang langsung menundukan kepalanya.
Bawa Aryani keruang keluarga sekarang juga Satya perintah.!Laknara pada putranya.
"Baik bunda" jawab Satya yang kembali masuk kedalam kamarnya.
"Mbak Hana.! teriak Aryani yang yang berada di gendongan Satya.
Hana tersenyum dan langsung merentangkan tangan kearah Aryani.
"Mbak Hana, kangen.! ucap Aryani yang langsung memeluk tubuh Hana sambil menangis.
"Mbak" juga kangen sama kamu Aryani. ucap Hana yang langsung mengusap air mata Aryani.
Mbak bawa Yani pergi dari sini, Yani nggak sanggup lagi tingal bersama moster itu.! kata Aryani yang tangannya menunjuk kearah Satya.
Jangan seperti itu Aryani biar seburuk apa pun dia suami mu.! kata Hana berusaha menasehati Aryani.
Mbak akan membawa mu menemui mama. tapi dengan syarat bersikaplah seperti biasa.. karena sekarang mama sedang sakit kalau kamu bercerita hal apa pun takutnya nanti sakit mama makin parah.! bujuk Hana.
"Iya mbak, ayo kita pergi sekarang aja.! pinta Aryani yang sudah tidak sabar meningalkan villa itu termasuk Satya.
__ADS_1