RACUN CINTA WANITA MALAM

RACUN CINTA WANITA MALAM
Bibi yang gila duit


__ADS_3

setelah dua bulan pindah kedesa kecubung senja..Hana dan Satya menjalankan usaha ternak ikan dan berkebun..usaha mereka menjadi lancar dengan kecerdasan Satya yang pintar mencari pelanggan.


Sementara misca menjadi sombong dan angkuh, dengan kesuksesan yang diraih kedua keponakan yang pernah di usirnya..


Misca hanya akan terdiam dan takut. jika berhadapan dengan Hana keponakan yang paling disakitinya dahulu.


"Bi" Hana mau Kesawah melihat petani memanen palawija!. pamit Hana.


"Iya!" jawab misca dengan tersenyum senang.


Akhirnya aku bisa bebas dirumah ini..kata misca berjalan kedapur.


"Lasmi" ngapain aja kamu. cepat bersihkan kamar saya jangan malas malasan.! habis itu kamu masak yang enak.. perintah Bu misca pada pembantu dirumah itu.


"Iya Bu!. jawab Lasmi.


"Saya bukan ibumu, jadi jangan panggil saya ibu, saya ini majikan kamu!" pangil saya ndoro. perintah misca.


"Baik ndoro!" jawab Lasmi dengan bibir mencebik.


Saya mau jalan-jalan disekitar desa ini, kalau saya pulang semua harus selesai..kalau tidak selesai!" saya potong gaji kamu. ancam Misca dengan berlalu meninggalkan Lasmi.


"Mbak Lasmi" Bu misca barusan kenapa? tanya mang uding pengurus tambak milik Hana.


"Biasa mas!" sok majikan. padahal yang gaji kita kan Non Hana, dia aja numpang disini.. tapi sifatnya seperti paling berkuasa..oceh Lasmi dengan wajah yang kesal.


"Iya Lasmi, den Satya sama non Hana baik banget orangnya..tapi bibi nya kikir bin sombong nauzubillah!" balas mang uding sambil menghirup kopinya.


"Semoga aja dijalan dia dapat musibah, karena suka berbuat zalim pada kita mas..sumpah Lasmi.


"Haaaaa.....!"haaaaaa..!


Kamu ada ada aja deh Lasmi..ucap mang uding setelah puas tertawa.


Misca berjalan melewati para warga yang rata rata petani dengan gaya angkuh juga sombong..para petani yang menyapanya tidak di anggapnya..tapi yang tidak menyapanya malah di makinya.


"Kalian petani miskin, kenapa tidak menyapa saya. apa kalian mau keponakan saya tidak membeli hasil panen kalian lagi!" ancam Misca dengan berkacak pinggang.


"Maaf ndoro!" kami takut ndoro agung merasa risih kalau kami sapa.. jawab seorang perempuan sebaya Bu misca dengan menundukan kepalanya.


"Kalian benar!" sudah sana pergi. usir misca.


"Dasar sok kuasa!" padahal hidup juga numpang sama keponakannya... hina perempuan tadi setelah melihat misca berjalan menjauh.


"Iya" aku benci banget dengan si misca!" kaya dia aja yang punya usaha..jawab penduduk desa yang lain dengan menatap sinis kearah misca.

__ADS_1


Misca melewati perkebunan mangga dan pepaya milik Hana, misca melihat seorang perempuan tua dan beberapa anak anak sibuk mengambil mangga yang jatuh sisa makan kelelawar.


Apa yang kalian lakukan,?berani sekali kalian memakan dan mengambil buah manga itu..cepat bayar kalau tidak saya masukan kalian kedalam penjara..Ancam misca.


"Kami mengambil sisa kalong yang jatuh ndoro agung!" ucap wanita tua itu dengan wajah takutnya.


Tetap aja kalian sudah berani mencurinya..


kalian bayar atau saya bawa kekantor kepala desa sekarang..dengan penuh amarah misca menghardik perempuan tua itu bersama cucunya.


"Saya tidak punya uang ndoro!" jawab Perempuan tua itu dengan wajah memucat.


Misca menarik buntalan kain milik wanita itu. hingga berhambutan isinya ketanah, misca melihat ada uang tiga ribu rupiah diatas pakaian milik wanita tua itu.


"Ini apa,.?sudah tua masih aja berani berbohong!" omel misca dengan mengambil uang itu.


"Jangan di ambil ndoro!" itu uang milik cucu saya.. pinta wanita tua itu dengan menangis.


"Enak saja, kalian pikir kebun ini nggak pake biaya mengelolanya..jangan sok menderita nenek tua..awas kalau kalian masih berani mengambil mangga disini lagi!" ancam Misca melewati mereka dengan menginjak kain yang terserak milik wanita itu.


lumayan meskipun tiga ribu..bisa aku tabung..ucap misca dengan menyimpan uang itu di sela Bh nya.


"Awas ada sapi mengamuk!" teriak seorang pria setengah baya yang mencari rumput di tepi jalan dengan berlari menaiki tebing sisi jalan.


Beberapa penduduk yang melewati jalan itu berlarian menaiki tebing disisi jalan..


Terlihat tiga ekor sapi yang berlarian melewati jalan itu Hinga menimbulkan debu.


Setelah melihat ketiga ekor sapi gila itu berlalu. misca naik keatas, dengan tubuh dipenuhi lumpur hitam yang berbau busuk.


Misca yang kakinya keseleo, merangkak dijalan aspal dengan dengan segala sumpah serapahnya.


"Dasar sapi gila, punya siapa sih tu, awas aja akan aku tuntut pemiliknya..omel misca tanpa menyadari jika dibelakang ya ada dua ekor anak sapi yang berjalan cepat menuju


Kearahnya.


"Bruuuuk....!"bruuuuk..!Pantat misca diseruduk anak sapi bergantian hingga misca tersungkur dijalan.


"Tolooooong..!".toolooooong...!"teriak mesca yang terguling di jalan.


Orang orang yang melihat hanya membiarkan misca yang terus diseruduk anak sapi.


"Kang" tolongin itu Bu misca kasian!" ucap seorang wanita pada suaminya, yang masih berdiri di atas gundukan tanah yang lebih tinggi..


"Biarin aja lah", Akang udah kepalang sakit hati sama Bu misca yang suka merendahkan kita. jawab suaminya.

__ADS_1


"Tolooooong......!"tolooooong..! saya. anak sapi gila nyeruduk pantat saya!" teriak misca..sambil menangis .


Semakin kencang misca berteriak, semakin ganas pula anak sapi menyeruduk misca.


"Bapak bapak? kenapa diam aja, ayo tolongin ibu ini..teriak seorang lelaki yang duduk di kereta sapi sambil turun dari tempat duduk nya.


Orang orang yang mendengar teriakan itu langsung..turun dan membantu mengusir anak sapi dengan api..


"Tolong antarkan saya pulang!" pinta misca sambil meringis menahan sakit di pantat nya.


Tapi di dalam gerobak saya ada rumput sama anak kambing Bu? apa ibu mau naik disitu?" tanya bapak itu dengan wajah bingungnya


"Iya saya mau..!"jawab misca.


Misca terpaksa menurut dari pada ditingalkan di tempat itu.


Dengan dibantu warga desa mereka menaikan tubuh misca kedalam gerobak itu.


Pak pertolongan bapak akan sia sia, karena orang ini tidak akan pernah bisa berterima kasih pada orang yang menolongnya..ucap seorang lelaki pada pemilik gerobak sapi itu dengan berbisik.


"Tidak apa apa mas!" jawab pemilik gerobak itu sambil tersenyum menaiki tempat duduknya


"Ayo cepat antarkan saya pulang!" teriak misca dari dalam gerobak berisi kambing.


"Nah benarkan !"ucapan ku tadi..bisik lelaki itu lagi pada pemilik gerobak sapi


Dengan segera pemilik gerobak mengerakan sapinya agar berjalan menuju rumah misca


"Kenapa lama sekali sih sampainya?" disini bau tau nggak. omel misca.


"Maaf Bu" ini hanya gerobak biasa yang ditarik sapi, bukan mobil Mercy..jawab bapak itu acuh.


"Ya suruh sapinya agar cepat berjalan kembali. Bu misca membentak bapak itu.


Saya tidak bisa memaksa ternak saya bekerja dengan paksa, kalau ibu memaksa silahkan ibu sendiri yang menyuruh sapinya berjalan cepat..jawab lelaki setengah baya itu sambil tersenyum.


Misca yang merasa jengkel langsung berusaha untuk berdiri dengan berpegangan pada kayu pagar dinding gerobak..


Dengan gesit Bu misca mengambil bambu kecil dan memukulnya kearah sapi itu.


Mendapatkan pukulan mendadak, sapi itu langsung berlari kencang dan itu membuat Bu misca terjungkal kebelakang, hingga tubuhnya diinjak kambing kambing yang ketakutan..


"aaaaaa....!"tolong...! teriak misca yang wajahnya langsung mengenai kotoran kambing yang menumpuk..


setelah lima belas menit sapi mendadak berhenti didepan rumah Hana..dengan kondisi misca yang pingsan karena diinjak kambing.

__ADS_1


__ADS_2