
Bu Amel yang melihat rumahnya menjadi abu menjadi murka dan mengamuk sejadi jadinya dilokasi rumahnya yang dipagari pembatas oleh polisi.
Aku harus menemui anak anak ku dan menyuruh mereka membalas perbuatan laknara sekarang juga.!ucap Bu Amel yang bergegas menjalankan mobilnya menuju ke rumah anak anaknya.
Tiba di lokasi. Bu Amel begitu kaget dan shock melihat kekacauan yang terlihat didalam rumah.
"Kenapa bisa begini kakang? tanya Bu Amel yang mendekati suaminya.
"Amel" cepat tolong aku, bantu aku lepas dari benang ilusi ini!. teriak Suryo yang kondisinya sudah melemah.
Bu Amel berusaha menarik benang itu tapi tidak bisa..
"Sulit kakang" bagai mana caranya agar aku bisa melepaskannya?" tanya Bu Amel yang sudah mulai prustasi.
Ambil pisau yang berada di goa harta pertapa sekarang juga, hanya dengan pisau naga benang ini bisa putus.! perintah Suryo.
Bu Amel mencari anak anaknya tapi hanya ada tujuh orang. sisanya tewas dengan cara mengenaskan, Bu Amel langsung menjerit melihat mayat anak anaknya yang terbaring membujur kaku saling menindih di depan rumahnya.
Laknara akan aku balas perbuatan mu, akan aku buat kamu merasakan kesakitan seperti kesakitan yang aku rasakan sekarang.! jerit Bu Amel dengan sambil memeluk jasad anak anaknya.
Nenek ayo kita kegoa sekarang. jika terlambat maka kakek akan menjadi abu.! teriak cucu Amel dari dalam rumah.
Mendengar ucapan cucunya Bu Amel langsung mengengam tangan cucunya sang cucu mengepakan sayap dan mereka terbang secepat kilat..
Tiba didalam goa Bu Amel langsung mengambil pisau belati berkepala naga.yang tertancap didinding dan segera membawanya pulang..Dengan cepat Amel melepaskan benang benang yang mengikat suaminya.
"Terima kasih" sayang!" ucap Suryo yang langsung terbaring di tanah.
Bu Amel menatap kearah mayat putranya sebelum mereka dibakar dengan tatapan penuh luka dan kesedihan.
Akan aku bunuh kamu dengan pisau naga ini Laknara, aku bersumpah tidak akan aku biarkan kamu bahagia.! ucap Bu Amel .
Suryo di antar cucunya menuju kesebuah air terjun untuk bertapa memulihkan tenaga dan menyempurnakan kesaktiannya.
Sementara Amel berusaha mencari cara untuk mengetahui dimana Laknara berada.
__ADS_1
Meski hal itu sangatlah sulit karena laknara manusia Sukma..
Jika nenek inggin menghancurkan laknara maka bunuh Hana, karena Hana adalah kehidupan laknara!" ucap cucu Bu Amel yang paling tua..
"Maksudmu bagai mana sigma Pati? tanya Bu Amel.
Laknara berdiam di cincin milik Hana nek, cincin ilusi yang dimiliki Hana memiliki kekuatan dahsyat. jangankan mahluk setengah iblis, manusia pun akan hancur dan musnah jika terkena cahaya cincin ilusi itu..ucap cucu Bu Amel memberi tahu.
"Lalu" apa yang harus kita lakukan cucuku? tanya Bu Amel kalut.
"Entahlah nek, sangat sulit mendekati Hana. kecuali dia dalam kondisi panik maka dia akan lupa pada cincinnya. jawab sigma Pati.
Guci penghisap arwah ya guci penghisap arwah milik resi pandita bisa memenjarakan laknara cucuku, tapi masalahnya Sampai kini kita tidak tau dimana keberadaan guci itu!. keluh Bu Amel.
Akan aku cari tau nek, Dimana keberadaan guci itu.! jawab sigma Pati mantap.
Bu Amel yang masih sibuk melamun memikirkan tentang guci langsung terkaget saat ponselnya berdering.
"Halo"kata Bu amel, apa nanti saja kalian saja yang pergi kesana ucap Bu Amel dengan lesu.
Bu ini berkas yang harus ibu tanda tangani dan ini undangan dari PT persada excom.
mereka mengundang ibu untuk pembukaan perkebunan mereka yang sudah mulai produksi.. daerahnya perbukitan desa keramat Bu kata sekretaris Bu Amel.
"Iya letakan saja dimeja. pinta Bu Amel yang masih berfikir.
Aku harus mencari tau dimana keberadaan guci itu secepatnya harus!" desis Bu Amel langsung pergi tanpa perduli dengan berkas penting di mejanya.
Tiba dirumah anak anaknya Bu Amel langsung masuk keruangan rahasia tempatnya bersemedi mencari wangsit selama ini.
Tiba didalam Bu Amel langsung bersemedi dengan duduk di atas batu menghadap kearah matahari timbul.
Berhari hari Bu Amel bersemedi, sementara urusan kantor ditangani oleh anak bungsunya yang kondisi kejiwaan nya lebih baik dari saudaranya yang lain.
Dua bulan sudah Bu Amel bersemedi hingga terdengar sebuah suara gaib yang membisikinya, jika guci penghisap arwah berada di sebuah goa didalam sungai tempat resi pandita moksa, sungai itu terletak di bawah air terjun tiga jalur di desa amarmuka .
__ADS_1
Bu Amel langsung membuka matanya saat mendengar bisikan itu..terimakasih kasih eyang.! kata Bu Amel yang langsung keluar dari ruang semedinya.
Sigma antakan eyang menuju desa amarmuka, guci itu berada disana!. kata Bu Amel yang langsung mengengam tangan sigma Pati.
Mereka tiba di tepi sungai amarmuka dalam sekejap!" Bu Amel mengedikan bahunya melihat air sungai yang berarus deras didepanya.
Nek aku tidak bisa membantu nenek masuk kedalam, karena kekuatan ku akan hilang selama sebulan jika aku masuk kedalam sungai seperti ini.! ucap sigma memberi tahu.
Bu Amel langsung tertegun mendengar ucapan cucunya.
"Lalu bagai mama aku bisa masuk kesana? gumam Bu Amel.
Akan aku ambilkan bambu agung, agar nenek bisa masuk kesana.! kata sigma yang langsung menghilang dari hadapan Bu Amel.
Ini nek bambu agung nya dan ini tabung oksigen agar nenek bisa bernafas selama didalam air.!ucap sigma yang langsung memberikan barang yang dibawanya pada Bu Amel.
Bu Amel mengengam Bambu agung untuk masuk kedalam, dengan mudahnya Bu Amel memasuki sungai itu hingga tanpa terasa Bu Amel sudah berada di kedalaman sungai dan benar saja didalam terdapat goa yang begitu bercahaya terang.
"Dimana gucinya? pikir Bu Amel yang terus mencari letak keberadaan guci itu tanpa sengaja Bu Amel melihat ada tiga buah guci yang tersusun rapi didinding goa dengan segera Bu Amel mendekati guci itu, tapi karena bingung Bu Amel langsung mengambil ketiga guci itu..
Aku harus segera kembali ke muara sungai.
Dalam sekejap Bu Amel muncul dipermukaan muara sungai. nenek sudah berhasil? ayo nek kita kembali sekarang juga dan aku akan mengembalikan bambu agung ini ketempat nya.. kata Sigma yang langsung mengengam tangan Bu Amel.
Tiba dirumah Bu Amel meletakan ketiga guci kedalam ruang rahasianya dan meletakan guci itu dengan hati hati.
Laknara saat kebinasaan mu telah tiba, kamu akan musnah selamanya.. kata Bu Amel yang terlihat mendoakan senyum kejinya.
Laknara yang duduk di dalam masjid sambil berzikir didatangi oleh sosok seorang pandita dalam bentuk bayangan yang ikut duduk dihadapan laknara.
"Laknara cucuku, Aku kemari inggin memberitahukan kamu!.cepat ambil guci didalam goa tempat ku moksa, namanya guci penghisap arwah bentuknya lancip kebawah berwarna merah dan terbungkus didalam kain putih didalam ruang rahasia tempat ku biasa duduk bersemedi..dan ambil pula senjata serta keris pusaka yang ada bersama guci itu.
Karena ketiga guci penyembuh arwah dan guci pengobatan serta guci timbal balik kini berada di tangan Amel..dia tidak mengetahui fungsi ketiga guci itu..Semoga kamu mendapatkan penyempurnaan di masa depan nanti cucuku..aku pamit kata resi pandita.
Laknara yang mendapatkan perintah itu langsung bergegas pergi Kesungai amarmuka dan mengambil Guci yang disebutkan pandita itu langsung membawanya ke istananya meletakkannya diruang bawah tanah yang selalu dilapisi dengan tirai pemusnah.
__ADS_1
Kamu pikir kamu bisa memusnahkan aku Amel..jangan harap!.gumam Laknara dengan senyum manisnya.