
Hana yang sudah berusaha mengobati ayah mertuanya merasa kecewa, karena usahanya selalu gagal. ia hanya bisa mengobati luka yang diderita Ibu mertuanya dan juga adik iparnya.
"Nara" cara apa lagi yang bisa kita lakukan agar ayah mertua ku cepat sembuh. tanya Hana dengan tatapan penuh luka dan kesedihan.
Aku juga tidak tau Hana, segala usaha sudah kita lakukan. bahkan tenaga dalam ku nyaris habis karena berusaha membuang cairan didalam tubuh ayah mertua mu.. Kata Nara yang terlihat kesakitan dengan wajah pucatnya.
"Hana" jika boleh aku mohon ijin untuk bertapa di goa tempat guru ku dulu tinggal. kata Nara meminta izin pada Hana.
Aku izinkan Nara, asal kamu jangan terlalu lama. karena aku tidak bisa bercerita pada siapa pun selain kamu..kata Hana.
Akan aku usahakan secepatnya Hana, aku inggin meminta petunjuk pada sang hyang Widi agar memberikan jalan keluarnya.
Aku pergi sekarang Hana!"pamit Nara yang langsung menghilang tanpa menunggu jawaban dari Hana.
Hana apa yang harus kita lakukan nak, papa mu masih tidak sadarkan diri. mama bingung nak..keluh Rindi dengan mata berkaca-kaca.
"Sabarlah Bu, kita akan mencari jalan keluarnya bersama sama. jawab Hana dengan memeluk Ibu mertuanya.
Setelah pulang dari luar kota Arya langsung pulang ke desa tempat Hana tinggal sebelum mereka menikah dulu.
Semoga semuanya baik baik saja. doa Arya dalam hati.
Ciiiiiit...!"braak...!mobil Arya menabrak sesosok makhluk yang aneh, hingga mobil oleng dan hampir jatuh ke jurang jika saja Arya terlambat menginjak rem.
"Apa tadi, apa aku sedang berhalusinasi. gumam Arya dengan berusaha memundurkan mobilnya kembali kearah jalan raya.
Braaaaaaaakkk......!kembali mobil Arya seperti menabrak sesuatu yang keras seperti batu. Arya langsung keluar dari mobilnya dengan perasaan heran.
Geeeeeeeeerr...!'Kamu harus mati sekarang juga. gertak seorang pria bermata biru bertaring seperti serigala, dan bertanduk seperti Kerbau.
"Siapa kamu? kenapa kamu inggin membunuhku?" tanya Arya yang berusaha waspada.
traaaakk.....!Sreeeeeeett...!"praaaaak....!"bruuuuk..!
Arya berusaha melawan makhluk aneh itu dengan semampunya tapi semua gagal. Arya justru tertarik dan langsung dibanting kearah mobilnya hingga Arya mengeluarkan darah segar dari mulut nya..
Kraaaaaak...!"kembali tubuh Arya terbanting di jalanan itu. hingga terlihat sebuah mobil yang melintas tepat saat Arya akan dibanting kembali.
Hei makhluk laknat, hentikan perbuatan mu itu..bentak seorang laki laki setengah baya bersama seorang anak muda.
__ADS_1
Geeeeeeeeerr....!Jangan campuri urusan ku manusia bodoh. bentak makhluk aneh itu dengan menyerang pria setengah baya itu .
"Sraaak.!"makhluk itu terbanting ketanah sebelum dapat menyentuh pria setengah baya itu karena terkena sabetan sorban orang itu.
Pergilah hai mahluk laknat, sebelum kamu terbakar. ucap Pria setengah baya itu.
"Geeeeeeeeerr..!mahkluk aneh itu tidak perduli dengan peringatan Pria setengah baya itu. dengan segala kemampuan nya ia kembali menyerang mengunakan air liurnya.
Ternyata kau benar benar inggin mati rupanya. kata pria setengah baya itu dengan mengibaskan sorbannya kearah makluk aneh itu .
"Aaaaaaaaaaa...!terdengar jeritan kesakitan dari makhluk aneh itu dengan menghilangnya sosok itu menjadi asap hitam.
Siapa mahkluk aneh itu ayah, kanapa Inya menyarang pemuda ini? tanya pria yang lebih muda.
Ayah tidak tau nak, barangkali dia hanya kebetulan lewat dan jin itu sengaja inggin menyakitinya. ayo kita bantu dia bawa dia kemobil kita.. kata pria setengah baya itu dengan berusaha mengangkat tubuh Arya di bantu pria muda itu menuju kemobil mereka.
"Kriiiiiiiiiiiiing ...!"ponsel Arya yang berada di sakunya berdering berkali kali.
Angkat nak, siapa tau itu dari keluarga pemuda ini!" perintah pria setengah baya.
"Baik ayah!" jawab pria muda itu dengan patuh.
Baiklah" kami akan mengantarkan lelaki ini kesana. kata pemuda itu dengan meletakan ponsel kesakitan Arya kembali.
Ayah ini alamat rumahnya, mari kita antar laki laki ini pada keluarganya..kata pemuda itu memberi tahu kan ayahnya.
"Iya nak, mari..!jawab sang ayah sambil memangku kepala Arya di pahanya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Hana menangis tersedu sedu melihat kondisi suaminya yang babak belur dan tangan yang patah.
Kenapa bisa begini mas, siapa yang menyerang kamu hingga kamu menjadi seperti ini?' rintih Hana dalam tangisan pilunya.
Yang menyerang nya sesosok jin di jalan tadi nak.! kata pria setengah baya itu dengan menatap kewajah Hana dengan tatapan kagetnya.
Bapak siapa dan dari mana? saya tidak pernah melihat bapak sebelumnya didesa ini?" tanya hana.
Saya dari BanjarMasin nak..saya kemari karena inggin mencari keponakan saya yang kabarnya tingal disini, setelah kejadian naas yang menimpa kedua orang tuanya saat ia berusia dua belas tahun..nama bapak Rusli dan ini anak bapak namanya Saini. Kata bapak itu memperkenalkan diri.
__ADS_1
Saya Hana pak dan ini mertua saya Bu Rindi. sedangkan laki laki ini suami saya Arya..
Terima kasih" karena bapak sudah menolong suami saya..menginap lah disini pak siapa tau saya bisa membantu bapak untuk mencari keluarga bapak yang terpisah itu. kata Hana.
"Iya nak,terima kasih..!jawab bapak itu sambil tersenyum.
Mbak Lastri tolong siapkan kamar tamu untuk bapak ini dan mas ini. sekalian siapkan makanan juga ya!' pinta Hana pada pembantunya.
Baik mbak Hana!" jawab Lastri dengan sopan.
Apa nama mu Raihana binti Raihan Safi'i?" tanya pak Rusli sopan
"Iya pak, nama saya Raihana dan ayah saya memang bernama Raihan Safi'i ..jawab Hana bingung.
Berarti pencarian ku sudah sampai disini. Alhamdulillah ya Allah" Rahmat mu benar benar tidak bisa disangkal. ucap pak Rusli dengan mata berbinar bahagia.
"Maksudnya gimana ya pak?'tanya Hana bingung.
Aku paman mu nak, adik ayah mu seayah tapi lain ibu..panggilan kecilku bandon kambing. apa ayah mu pernah menyebut nama itu? tanya Rusli.
Pernah" dulu ayah sering menceritakan tentang adiknya yang tinggal di Banjarmasin. tepatnya di Martapura, nama nenek disana Radian ibu sambung yang membesarkan ayah.. jawab Hana dengan mata berkaca-kaca saat menatap wajah pak Rusli yang memilik kemiripan dengan ayahnya.
Akulah paman mu nak..bertahun tahun aku mencari mu, tapi baru kini kita bertemu..dulu Abang pernah berpesan padaku untuk melindungi putri satu satunya jika dia tiada. sayang nya kabar kematian nya terlambat sampai padaku, hingga aku lama baru bisa menemukan mu..kata pak Rusli sambil menangis sedih.
'Paman" pangil Hana yang langsung menubruk tubuh pak Rusli dengan tangis bahagia.
Paman bersyukur karena kamu baik baik saja nak!" kata pak Rusli dengan senyum bahagia.
Ading kenapa suami mu bisa kaya ini..?adakah Pian beisi musuh?" tanya Saini.
Hana terdiam karena tidak paham dengan bahasa yang digunakan Saini.
Maksud Saini kenapa suami mu bisa begitu? apakah kamu punya musuh?" kata pak Rusli menjelaskan.
Kalau musuh Hana tidak ada paman, tapi kalau mas Arya.. nenek sambungnya yang inggin mencelakai kami karena dia tidak setuju saya dan mas Arya menikah. jawab Hana dengan senyum malunya.
Allahu Akbar Allahu Akbar...terdengar suara azan berkumandang dari mushola.
Sudah masuk waktu isya, paman izin shalat dulu ya nak.. nanti kita bicarakan semuanya lebih lanjut?" kata pak Rusli sambil berdiri dengan di antar Hana ketempat mereka biasa berwudhu.
__ADS_1