RACUN CINTA WANITA MALAM

RACUN CINTA WANITA MALAM
Kembali kedesa


__ADS_3

Hana menatap ayah mertuanya yang terbaring lemah dirumah sakit tanpa diketahui penyakit apa yang diderita ayah mertuanya dengan tatapan sedih juga bingung.


"Sayang istirahatlah, biar ibu yang menjaga disini, kamu harus istirahat aja. inggat saat ini kamu sedang mengandung!" ucap Rindi ibunya Arya.


Tidak apa apa Bu, harusnya ibu yang istirahat karena sudah dua hari ibu tidak istirahat sama sekali. jawab Hana.


Bu ayah sakit apa, kenapa wajah ayah pucat begitu? tanya Aryani adik Arya yang baru kembali dari luar negri.


Ibu juga tidak tau Yani, dokter juga tidak tau penyakit apa yang menyerang ayah mu. jawab Bu Rindi pelan.


Nara ayah mertuamu harus dijauhkan dari pandangan Bu Amel, karena dia pernah menelan air kutukan dari bu Amel. bisik Nara ditelinga Hana.


Kemana aku harus membawa ayah mertuaku Nara? apa ibu percaya jika aku kata kan seperti yang kamu ucapkan kata Hana.


Cobalah kamu pancing ibu mertua mu, agar dia mau menceritakan apa yang dia ketahui tentang Bu Amel. Bisik Nara kembali.


"Bu' maaf" apa Hana boleh bertanya tentang Bu Amel..?


Maksudnya gimana ya nak? tanya Bu Rindi balik.


Ibu sudah lama kan tingal bersama Bu Amel bagai mana beliau, Hana hanya takut sakitnya ayah ini ada hubungan nya dengan Bu Amel. ucap Hana hati hati.


Bu Rindi menatap kearah luar dengan pandangan menerawang, seolah olah mengumpulkan serpihan memory di masa lalu untuk disatukan menjadi sebuah cerita.


Jujur sejak lama ibu menyimpan rahasia ini tanpa ada seorang pun yang tau, ibu nggak mau menceritakan aib ini karena ibu nggak mau membuat Bu Amel tambah murka nak.


ucap Bu Rindi dengan menghela nafas berat


Dulu waktu ibu baru tiga bulan menjadi istri papanya Arya, ibu sempat melihat hal yang jangal di kamar Bu Amel..Bu Rindi menghentikan ceritanya dengan menatap wajah Hana.


Apa yang ibu lihat, kata kan saja Hana tidak akan menceritakan hal ini pada siapa pun Bu!" pinta Hana.

__ADS_1


Ibu melihat Bu Amel, maaf berhubungan badan dengan sesosok makhluk aneh. tubuhnya manusia, wajahnya tampan tapi kepalanya bertanduk seperti tanduk kerbau, dari mulut nya mengeluarkan tetesan air liur berwarna hijau yang selalu di tampung Bu Amel dalam cawan emas. ibu nggak tau untuk apa air liur itu, karena takut ketahuan ibu langsung meninggalkan tempat itu.


ucap Rindi mengakhiri ceritanya.


Hana terdiam mendengar cerita dari mertuanya yang aneh.


"Hana"cepat bawa mertua mu pergi dari kota ini kalau bisa sekarang..bisik laknara


"Bu! Gimana kalau ayah kita bawa pergi dari kota ini, siapa tau dengan menjauh kan ayah dari Bu Amel ayah bisa sembuh, kita tidak tau apa yang Bu Amel lakukan dibelakang kita kan. ucap Hana memberi saran.


"Ibu setuju Hana, tapi kemana kita akan membawa ayahmu? tanya Rindi yang terlihat kebingungan.


Ke desa tempat Hana tingal dulu aja Bu, letaknya juga strategis, kita bisa membawa ayah berobat kerumah sakit terdekat..jawab Hana dengan yakin.


Baiklah lah nak ibu setuju, kapan kira kira kita kesana.


"Hari ini saja, lebih cepat lebih baik. kata Hana.


Nara bersiaplah anak Amel sedang kemari. mereka berniat membunuh ayah mertua mu bisik Nara memberi peringatan pada Hana.


Apa yang harus kita lakukan melawan mereka Nara? tanya Hana yang terlihat sangat panik.


Siramkan air dalam botol yang kamu bawa kesekeliling ayah mertua mu, agar mereka tidak bisa masuk kesini. perintah Laknara pada Hana.


Hana yang selalu membawa air yang di ambilnya di tujuh sumur keramat. langsung menyeramkan air kesekeliling ayah mertuanya yang tertidur lelap.


Hana cari ibu mertua mu dan adik ipar mu sekarang, biar aku yang berjaga di ruangan ini. cepat Hana, mereka dalam bahaya.. bawa air itu sebagian, sebagian lagi usapkan keseluruhan tubuhmu. pinta Nara yang langsung keluar dari cincin milik Hana.


Hana bergegas berjalan keluar mencari ibu mertuanya dan adik iparnya setelah mengusap air terlebih dahulu ketubuhnya.


**********

__ADS_1


Ibu ada apa ini? kenapa rasanya seperti dilempar tapi tidak terlihat siapa yang melempar kita?" teriak Anjani yang terguling jatuh menabrak pohon di samping taman rumah sakit.


"Aaaaaa..!jerit Bu Rindi yang merasa dadanya diinjak oleh sosok yang tak terlihat.


"Sakit, jerit Aryani yang tubuhnya tertarik keatas dengan tubuh mengambang.


Hana yang mendengar suara teriakan dari ibu mertuanya, bergegas berlari menuju asal suara dengan melewati kamar mayat.


Hana melihat tubuh ibu mertuanya dan adik iparnya saling bertubrukan, dengan luka bekas cakaran di tubuh mereka, dengan cepat Hana menyiramkan air yang dibawanya hingga mengenai lengan kedua anak Bu Amel yang sedang menyiksa Aryani dan Bu Rindi.


Bu Rindi terjatuh ditanah dalam kondisi pingsan. sementara Aryani yang masih sadar tidak bisa mengeluarkan suaranya hanya matanya saja yang melotot menatap keatas.


Hana melihat kedua anak Amel menghilang dengan kedua tangan yang membusuk.


Hana mengengam tangan Bu Rindi dan Aryani dalam sekejap mereka tiba dirumah.


"Nara, tolong kamu bawa ayah kerumah sekarang juga!" pinta Hana dengan telepati nya.


Dalam sekejap mata Nara sudah membawa ayah mertua Hana dan meletakan nya disamping Bu Rindi dan Aryani.


Mas Arya masih diluar kota, apa yang harus kita lakukan sekarang Nara? tanya Hana.


Bawa mereka kedesa sekarang juga, kata nara memberi saran.


Aku harus membereskan semua pakaian mereka secepatnya. tolong bantu aku Nara. pinta Hana yang langsung berlari menuju kamar mertuanya.


Setelah semua siap Nara menyentuh mobil dengan memejamkan matanya dan membayangkan depan rumah nya didesa.


"Claab..!mobil tiba tiba sudah berada didepan rumah Hana..


Hana segera memindahkan mertuanya yang masih tidak sadarkan diri bersama ayah mertuanya kekamar tamu. sedang kan Aryani dibawa nara kekamar lainya.

__ADS_1


Semoga mereka bisa segera sadar dan sembuh total. doa Hana yang berusaha mengusap luka pada mertuanya setelah mengobati Hana.


__ADS_2