
Bukit kemuning bagai kan surga yang indah Dimata para pendaki, namun menyimpan misteri yang sangat menakutkan bagi penduduk sekitar, yang selalu melihat cahaya serta bola api yang selalu terbang mengelilingi bukit kemuning selama tujuh malam berturut turut dimalam awal bulan suro membuat para penduduk sekitar bukit kemuning tidak berani keluar rumah jika malam hari tepat di bulan suro seperti kejadian beberapa Minggu yang lalu.
"Bawa perempuan itu pada ku.! perintah prabu Singgih lara Pati yang bertahta di bukit kemuning.
Ini paduka," dia sudah melanggar larangan kita agar tidak mandi di sendang milik ratu Sekar Taji di saat bulan keramat"!ucap dua orang prajurit yang menyeret seorang wanita cantik bertubuh mungil dengan paksa kehadapan prabu Singgih.
"Kamu anak kepala desa itu bukan.? apa kamu tidak tau kutukan yang ada di sendang itu?"tanya prabu Singgih pada wanita itu dengan tatapan murka.
"Maaf"!saya tidak tau jika cerita itu benar adanya, mohon ampuni saya tuan prabu." ucap wanita itu dengan tubuh menggigil ketakutan dengan kepala tertunduk.
"Kamu, pikir semudah itu aku bisa memaafkan manusia sombong seperti mu. tidak akan pernah, kamu harus menjadi pelayan di istana ku selamanya"!bentak prabu Singgih pada anak kepala desa itu.
"Ayah handa, boleh kah perempuan ini menjadi pelayan ku saja.? tanya seorang laki laki berkepala Harimau bertubuh manusia.
Terserah mu saja putra ku Sarbana Singgih," lakukan lah apa yang kamu inggin kan.!" jawab prabu Singgih sambil tersenyum pada putra kesayangannya.
"Terima kasih" ayah.! Ananda mohon pamit"! ujar Sarbana Singgih yang langsung mengkode pengawal agar membawa wanita itu ke istana kekamarnya.
__ADS_1
Pelayan mandikan ia dengan air kembang. setelah itu bawa dia ke kamar ku.!" perintah Sarbana Singgih pada beberapa orang pelayan.
Sementara ditempat lain Prabu Singgih yang sedang duduk di singgasana nya menatap kearah istri-istrinya yang sedang duduk berjejer di kiri kanan singgasana nya dengan tertib tanpa bersuara sama sekali.
Apa kalian tau apa alasan ku memangil kalian kemari?" tanya prabu Singgih pada istri istrinya yang berjumlah dua puluh orang dengan berbagai macam bentuk.
"Kami tidak tau kakang." jawab para istri prabu Singgih dengan kepala tertunduk.
Kutukan yang kalian terima akan hilang dengan sendirinya nya jika kalian bisa meminum air Tirta suci, milik seorang pertapa suci yang tewas di bunuh kakek ku. air itu berada dalam sebuah kendi suci tapi aku tidak tau dimana letak air itu berada karena aku tidak bisa menembus tirai gaib yang melindungi pertapaan itu.. jadi kalian harus mencari sendiri air itu, sementara aku sendiri akan pergi ke dasar laut untuk menemui Dewi Cempaka putih untuk meminta Mustika batu permata samudra. jaga istana ini baik baik jangan sampai terjadi kekacauan inggat itu." pesan prabu Singgih pada istri istrinya.
Tapi kakang apa mungkin Dewi Cempaka mau memberikan permata itu.?"sementara kita semua tau jika Dewi Cempaka memiliki ajian Kutukan Tirta sunyana?"tanya istri Prabu Singgih yang berbentuk seperti buaya berkepala manusia.
Dalam sekejap mata prabu Singgih berubah menjadi kabut berwarna hitam dan menghilang begitu saja.
Tiba di tepi pantai prabu Singgih mengerahkan racun abadi miliknya kedasar laut hingga air laut yang awalnya berwarna biru berubah berwarna coklat kehitaman hitaman yang terus berputar seperti lingkaran angin menuju dasar laut.
Tapi itu hanya sesaat, setelah muncul cahaya putih dari arah dasar laut. air yang tadi kecoklatan kembali seperti semula sementara kondisi prabu Singgih terlihat sempoyongan dengan tangan terlipat di dada.
__ADS_1
"Singgih, untuk apa lagi kamu datang ke tempat ku ini, apa tidak cukup pelajaran yang ku berikan ratusan tahun yang lalu?" tanya seorang anak kecil berusia sekitar sepuluh tahun dengan duduk di atas batu berwarna putih bersih sambil tersenyum pada prabu Singgih.
"Kurang ajar, bagai mana bisa aku kembali kalah setelah ratusan tahun menempa ilmu bertapa bahkan mengumpulkan semua kesaktian yang ada di muka bumi ini."gumam Singgih dalam hati dengan tatapan tak percaya.
Karena kamu terlalu sombong juga takabur Singgih, kamu terlalu jumawa. nasehat ku tidak kamu dengar, pesan ku tidak kamu ikuti. untuk apa lagi kamu kemari Singgih aku sudah muak mihat tindakan keji mu selama ini. jadi pergilah jangan pernah muncul lagi di tempat ini"!ucap Dewi Cempaka yang inggin meninggalkan pantai itu.
"Aku, tidak akan pergi sebelum mendapatkan apa yang aku inginkan Cempaka"! teriak prabu Singgih yang langsung menyerang Dewi Cempaka dengan senjata gada berduri miliknya.
Wuuuuus...!traaak...!kraaaaak..!.braaaak.. !
Aaaaaaaaaaaaaaakh... jerit prabu Singgih yang terbanting ketanah dengan senjata gada miliknya, yang berubah mencair dan menyatu dengan air laut.
Aku, ambil senjata pembawa bencana milik mu Singgih " ucap Dewi cempaka yang kembali berdiri di atas air dengan tangan menangkup.
Dengar lah Singgih," untuk saat ini kamu memang raja paling sakti di sini. tidak dihadapan ku Singgih, kamu boleh jumawa memiliki keturunan yang sakti tapi jangan lupa di atas langit masih ada langit. sadarlah Singgih sebelum Angkara murka membunuh mu.. minta ampunlah kamu pada ibu mu sekarang juga dan insaflah. jangan menjadi seperti ini singgih ibu mu tidak bersalah, ayah mu lah yang keji dan jahat jangan percaya perkataan resi kersalasa yang durjana dan licik itu, kamu hanya di jadikan perantara dari dendam gila nya terhadap putri wirna asih nenek dari ibu mu yang sudah menolak cinta resi keji itu, apa yang aku katakan ini benar adanya Singgih. aku tidak berdusta sadarlah.$ dengan penuh kesabaran Dewi cempaka berusaha menyadarkan prabu Singgih yang kalap.
"Dusta, kamu pendusta. jika kamu benar kenapa kamu tidak menolong wanita yang kamu sebutkan ibu ku, kenapa kamu tidak menolongku, kenapa harus guru ku yang menolong ku"! teriak prabu Singgih dengan mata memerah menatap kearah Dewi cempaka.
__ADS_1
Laut dan darat di batasi pasir Singgih" aku tidak bisa melanggarnya, yang jelas ibu mu tidak bersalah jangan turuti hawa nafsu mu jika kelak berakhir penyesalan, Pergilah Singgih jangan usik ketenangan ku, jika kamu masih mengusik ku jangan salahkan aku jika semua kesaktian mu ku musnahkan"! ucap Dewi cempaka sebelum menghilang kembali kedasar lautan.
" Aku bersumpah, akan merebut kekuasaan mu Dewi cempaka keparat." teriak prabu Singgih yang Langsung menghilang dari tempat itu.