
Hana Meneruskan langkah nya menuju gerbang istana yang terbuat dari batu batuan indah, serta gemerlap dengan cahaya lampu yang berbentuk batu permata sebesar telur angsa berwarna putih yang mengelilingi istana yang semakin membuat istana itu begitu indah.
Kreeeeeek....!Pintu gerbang terbuka dengan sendiri nya tanpa ada sosok yang membukanya membuat Hana terdiam terpaku didepan gerbang tanpa berani melangkah masuk kedalam.
Masuk lah tuan putri," terdengar suara dari arah dalam istana yang terlihat semakin indah dengan jejeran kursi bertahta kan permata yang menyatu dengan kursi.
Dengan langkah gugup Hana masuk kedalam istana yang terlihat sepi tanpa ada satu pun penghuninya, namun saat Hana sudah mendekati tempat duduk pemilik tahta. Hana melihat begitu banyak orang orang yang berjejer rapi menatap kearahnya dengan tatapan penuh hormat.
Selamat datang tuan putri," sudah lama aku menanti kedatangan mu ke istana ku ini, namun baru kali ini aku bisa melihat mu secara nyata"! sapa seorang anak kecil dengan mahkota yang bertengger di atas kepalanya. terbuat dari emas putih serta taburan berlian juga mutiara yang sangat indah.
Siapa kamu, dimana aku sekarang.? istana apa ini.?"tanya Hana bertubi tubi.
Dengan tersenyum ramah Dewi Cempaka mendekati Hana dan langsung memeluk Hana seperti orang yang amat sangat merindukan sosok yang selalu di nantikan nya..
"Mari duduk di samping ku tuan putri"! ajak Dewi Cempaka pada Hana.
Hana menuruti keinginan Dewi Cempaka dengan duduk disamping Dewi Cempaka dengan pikiran dipenuhi tanda tanya.
"Nama ku cempaka, atau disebut juga Dewi samudra. aku pengusaha kerajaan ini dan kamu sekarang berada di kerajaan samudra Tuan putri."dengan sabar Dewi samudra menjawab pertanyaan Hana yang bertubi tubi.
"Ratu samudra," aku kemari atas perintah kakek yang tinggal di tepi danau.
Aku tau tuan putri," kakek yang kamu maksud kan itu adalah seorang wali. nama nya syeh amubalang rimba atau disebut kyai Hasan rimba, Beliau kakek buyut mu yang juga guru ku. Sebelum wafat beliau meminta ku menyimpan batu jantung samudra yang kelak akan di ambil keturunan beliau, tidak kusangka kau lah keturunan yang dimaksud nya"!. Jawab Dewi samudra sambil menunjuk kearah sebuah dinding berlapis emas yang terbuka tiba tiba.
Mari tuan putri," ambilah batu jantung samudra itu karena itu milik mu"!. suruh Dewi samudra menunjuk sebuah batu yang memiliki tujuh warna.
__ADS_1
Hana segera turun untuk mengambik batu itu tapi tidak bisa, batu itu seakan akan hanya bayangan semata tanpa bisa di sentuh..
"Ratu" kenapa aku tidak bisa menyentuhnya?" tanya Hana yang terlihat bingung.
"Maafkan aku, tuan putri," aku melupakan amanat satu lagi. yaitu Ajian tapak dewa dan ajian angin samudra yang harus ku berikan pada mu"! jawab Dewi samudra penuh sesal.
Dewi samudra mengengam tangan nya dengan tiba tiba pintu itu tertutup kembali.
Ikutlah dengan ku tuan putri , akan aku turunkan kedua ajian itu"!. kata Dewi samudra yang langsung berjalan. meninggalkan tahtanya diikuti Hana.
Mereka tiba di tengah tengah samudra yang airnya begitu deras hingga Hana nyaris terbawa arus air. namun sebelum Hana terbawa arus Dewi samudra langsung mengengam tangan Hana hingga Hana kembali bisa berjalan dengan normal.
"Dewi, bagai mana bisa air tidak mengenai wajah ku, hingga aku bisa bernafas seperti ini.?" tanya Hana dengan takjub.
Tuan putri,"mari ikuti gerakan ku pusatkan pikiran mu"! perintah Dewi samudra yang membuat gerakan pelan namun mampu menggetarkan lautan itu.
Hana terus mengikuti gerakan Dewi samudra hingga melupakan keberadaan laknara dan Arda yang menunggu dengan gelisah di mulut goa tanpa bisa berbuat apa apa.
"Bunda,"bagai mana ini,? Kenapa Hana lama sekali, sudah dua bulan kita menunggu di sini tapi tidak ada terlihat kemunculan nya.?" tanya Arda yang terus gelisah dengan tatapan tak berhenti menatap ke arah depan nya.
Sabarlah nak ,"mungkin Hana Memnag sedang berusaha mendapatkan apa yang diperintahkan padanya.!" jawab laknara yang juga ikut gelisah.
Sementara Hana yang sudah berhasil menguasai kedua ajian pemusnah terlihat sibuk Berkeliling Istana Dewi samudra dengan senyum bahagia, karena mendapatkan hadiah yang sangat di butuhkan Hana yaitu dua buah kitab pemusnah kutukan serta Ajian Bayu Dewi samudra dua kekuatan yang jika di gabung kan mampu menghancurkan kekuatan musuhnya.
"Hana, sudah saatnya kamu kembali ke alam mu. ambilah batu itu dan berikan dua pusaka ini pada sahabat mu serta anak nya. kedua senjata ini mampu melumpuhkan Musuh yang akan kalian hadapi kelak, hanya saja kalian tidak bisa memusnahkan nya di saat bulan suro karena kekuatan nya sedang berada di puncak. inggat lah pesan ku ini Hana.
__ADS_1
Baik Ratu," terima kasih" sudah membantu ku Ratu. Jujur masih banyak yang inggin aku tanyakan padamu tapi waktu ku tidak banyak kelak aku akan kemari lagi untuk menemui mu ratu.
"Tuan putri, kamu bisa memanggilku kapan saja cukup kamu ucapkan dalam hati maka aku akan datang menemui mu"! jawab Dewi samudra sambil tertawa pelan.
Begitu kah ratu," baiklah kalau begitu aku pamit ratu",
assalamualaikum...
Waalaikum salam. tuan putri."sampai kan salam ku pada laknara Juga anak nya, kelak aku akan menemui nya"! ujar Dewi Sandra sebelum menghilang dari hadapan Hana.
Setelah melihat kepergian Dewi samudra serta istana nya. Hana bergegas menemui laknara serta Arda yang menunggu dengan gelisah di dalam goa pembatas.
"Nara, Arda.!ada titipan untuk kalian dari Dewi samudra.!" teriak Hana yang langsung berlari memeluk laknara.
"Hana syukurlah kamu tidak apa apa. kami gelisah menunggu mu disini"! ujar Arda yang menatap kearah Hana dengan tatapan bahagia.
Ini pemberian dari Dewi samudra, satu untuk mu Arda dan satu untuk laknara. sekarang mari kita pulang aku sudah sangat rindu dengan anak dan suami ku"! ucap Hana yang langsung mengandeng lengan laknara diikuti Arda.
Dalam sekejapata mereka tiba dirumah laknara tepat di tengah tengah anak anak laknara yang sedang berkumpul menanti kedatangan ibu mereka.
"Bunda, syukurlah bunda sudah datang, jika tidak kami tidak tau apa yang akan terjadi Nanti"! ujar Sukma yang langsung memeluk laknara.
Memang nya ada apa Sukma,? kenapa wajah kalian begitu pucat.? tanya Hana yang kebingungan.
Durpa Pati tadi pergi ke pasar bunda, disana durpa Pati bertemu dengan beberapa orang laki laki dan perempuan. mereka merampok beberapa mall serta pertokoan, durpa Pati bersusah melawan mereka tapi justru durpa Pati yang sekarang berubah seperti seekor buaya berkepala manusia bunda. dia pulang dengan tubuh memerah seperti bara api dalam kondisi membisu tiba tiba tubuhnya langsung berubah dan dia selalu mengamuk jadi terpaksa kami mengurung nya di dalam penjara milik bunda"!jawab Sukma menjelaskan.
__ADS_1