RACUN CINTA WANITA MALAM

RACUN CINTA WANITA MALAM
kemarahan Hana


__ADS_3

Hana yang baru pulang dari sawah tersentak kaget melihat banyak orang dirumahnya.


"Ada apa ini?"tanya Hana bingung.


"Maaf non Hana!" kami kemari bermaksud menuntut ndoro Misca atas kecelakaan yang terjadi pada warga, termasuk nenek yang terbaring di tandu itu..karena sapi gila milik ndoro Misca. beberapa warga menjadi korbannya. adu ketua RT di desa itu bersama kepala desanya.


Silahkan masuk bapak- bapak dan ibu ibu..ajak Hana dengan perasaan bingung dan bertanya tanya.


Setelah mereka masuk dan membawa tandu yang di Baringin nenek, yang dimaki misca dikebun dengan kondisi luka luka akibat diserempet sapi gila milik Bu misca.


Tolong jelaskan pak RT, secara rinci saya masih belum paham?" tanya Hana .


"Begini Nak Hana, beberapa warga ini Tadi siang diseruduk dan ada juga yang diserempet Sapi gila milik Bu misca, yang lepas dari kandang. bahkan pengurusnya masih dirawat dirumah sakit akibat serudukan dan injakan sapi gila itu..


yang ikut saya kemari ini juga korban sapi gila itu , bahkan nek Imah kakinya patah juga luka luka karena serudukan sapi dan injakan sapi itu..mereka menuntut Bu misca agar bertanggung jawab atas kejadian naas ini..ucap pak kepala desa menjelaskan pada Hana.


"Mbak Lasmi" tolong panggilkan bibi kesini ya pinta Hana sambil tersenyum .


Lasmi yang baru selesai mengantarkan minuman pada tamu bergegas memasuki kamar Misca.


"Ndoro agung!" di pangil non Hana. kata Lasmi pada Misca.


Saya nggak bisa jalan Lasmi, bantu saya duduk di kursi roda. dan letakan bantal atau busa ditempat duduknya perintah Misca sambil meringis


"Baik ndoro!" jawab Lasmi dengan tersenyum puas melihat penderitaan Misca.


Lasmi segera mendorong tubuh Misca yang duduk di kursi roda menuju ruang tamu.


Ada apa ini rame rame..?Oh saya paham. kalian akan Menganti rugi atas kejadian tadi siang kan, Karena sapi ngamuk itu saya jadi nyebur kesuangai lumpur hitam.. kata Misca dengan penuh kesombongan.


Hana yang inggin bertanya kenapa bibi nya duduk di kursi roda jadi terdiam menyimak.

__ADS_1


"Maaf Bu misca!" justru saya kemari inggin menuntut ibu. karena sapi gila yang ibu beli sudah mengamuk dan membuat beberapa warga terluka dan dirawat dirumah sakit .


jawab kepala desa dengan tegas.


"Maksudnya apa..?tanya misca yang wajahnya langsung memucat.


Sapi gila itu milik ibu..yang ibu beli satu Minggu yang lalu didesa sebelah..apa ibu lupa. jika saya sudah memperingati ibu..tapi ibu tetap membelinya karena harganya yang murah..tekan kepala desa .


Bibi benar benar membeli sapi gila itu..?"bukannya sudah Hana larang..bibi benar benar bikin Hana malu tau nggak.! apa nggak cukup dengan perbuatan bibi yang selalu menghina warga, dan berkelahi dengan penduduk desa sini..sekarang bibi kembali membuat masalah..omel Hana dengan wajah memerah.


Bu misca juga memaksa nek Imah membayar buah mangga yang diambil nek Imah di kebun non Hana, padahal buah itu sisa yang dimakan kalong..bahkan Bu Misca merampas uang milik cucu nenek ini padahal cuma tiga ribu..adu seorang pemuda pada Hana .


Hana mengelengkan kepalanya mendengar laporan itu..


Bibi benar benar kelewatan..Apa di pikiran bibi hanya duit semata, tanpa ada rasa belas kasih pada sesama..dari makan, minum ketoilet pun bibi paksa para buruh untuk membayarnya.. padahal semua itu tidak pernah saya pinta bayaran..saya memberikan nya secara gratis..gertak Hana pada Misca.


"Hana" nggak mau tau, sekarang bibi ganti rugi dan bayar biaya pengobatan mereka dengan uang bibi sendiri. jika tidak silahkan bibi angkat kaki dari sini, sekarang juga ancam Hana dengan tegas.


Jangan begitu Hana, tolongin bibi bayarkan semuanya!" bibi mohon biar jelek begini aku ini bibirmu, uang mu kan banyak.. kamu aja yang bayarkan Hana bibi mohon. ucap misca dengan wajah menghiba.


Bu Lasmi tolong bereskan semua pakaian bi Misca, mulai saat ini dia tidak akan tingal disini lagi..ucap Hana dengan tatapan tajamnya pada Misca.


"Ampun Hana" jangan!" iya akan bibi ganti sekarang juga..ucap misca dengan wajah ketakutan.


Lasmi tolong ambilkan koper kecil saya dalam lemari sepatu rongsokan saya..ini kuncinya..kata Misca memberikan kunci pada Lasmi.


Bergegas Lasmi berjalan menuju kamar Misca..


Setelah mendapatkan koper kecil milik Misca Lasmi membawanya kedepan dan meletakan nya di pangkuan Misca.


"Ini ndoro agung!" ucap Lasmi.

__ADS_1


Misca membuka koper kecil itu dan terlihatlah tumpukan uang ratusan ribu serta perhiasan mewah didalamnya.


"Kemarikan semua uang nya bi!" perintah Hana.


Dengan perasaan takut Misca memberikannya kepada Hana .


"Mana bukti pembayaran dari rumah sakitnya pak?" tanya Hana.


Pak kepala desa memberikan kumpulan kertas bukti pembayaran rumah sakit.


Hana menggantinya dua kali lipat dari pembayaran sebenarnya..


"Hana" kenapa kamu membayar lebih?" protes Bu Misca.


Karena mereka belum tentu bisa bekerja di kebun atau pun disawah..jadi itu untuk biaya mereka sampai mereka bisa bekerja lagi..


Dan untuk nek Imah ..ini sepuluh juta termasuk rumah dekat kebun mangga itu untuk nenek..saya benar benar minta maaf nek. saya tidak tau jika perbuatan bibi saya sudah kelewatan seperti ini..kata Hana dengan mengusap lengan keriput nek Imah.


"Iya nak!" jawab nek Imah dengan mata berkaca-kaca.


"Semoga Allah" membalasnya dengan janah bagi mu..doa nek Imah pada Hana.


"Amin nek!" jawab Hana.


Dan untuk seluruh warga, jangan ada lagi yang mau di ancam bibi saya, jika ia masih meminta uang pada kalian tolong beri tahu saya..ucap Hana dengan menatap kearah bibinya dengan hati kesal.


"Terima kasih" non Hana!" atas segala kebaikannya, semoga Allah membalas dengan beribu kebaikan..doa semua warga serentak.


Dan ini pelajaran untuk bibi!" jangan pernah bersikap semena mena lagi pada siapapun. ancam Hana .


"Iya!" jawab misca dengan wajah tertunduk.

__ADS_1


__ADS_2