
"Hana, tersentak kaget saat baru selesai mandi dan keluar dari kamar mandi. melihat tiga orang Yang berpakaian aneh sedang berdiri dengan tenang di hadapannya.
"Siapa, kalian?" tanya Hana dengan wajah bingung.
Nama ku pendeta arya Wicaksana, ini Raden Ngabehi dwiguna, dan itu raja dewa Rana penguasa kerajaan kanggamupala..yang terletak di bukit Kembar. kedatangan kami kemari atas perintah dari wisik yang kami Terima Dewi..
Wisik apa?" tanya Hana.
Kami diperintah untuk menurunkan seluruh ilmu kami pada mu, untuk melawan Amel yang kini memiliki kesaktian ganda..
Apa lagi yang dilakukan manusia iblis itu kek? tanya Hana kembali.
Amel sudah mengumpul kan seluruh kekuatan nya Untuk menghancurkan kota ini. sekarang pasukan iblis yang dikerahkan Amel sedang berkumpul di bukit batu berdarah..
Bersemedi Lah Dewi Hana, Aku akan menyalurkan seluruh kekuatan ku padu mu!" perintah pendeta arya..
Hana menuruti dengan bersemedi di atas tempat tidur sambil memejamkan matanya.
Wuuuuuuussss....!seberkas cahaya memasuki tubuh Hana" hingga tubuh Hana terangkat keatas seperti terbang.
Tubuh Hana di banjiri keringat saat seluruh ilmu Pendeta Arya memasuki tubuhnya.
Sekarang terimalah ilmu ku Dewi!"ucap raden Ngabehi yang mengarahkan tangannya ke arah Hana.
Wuuuuuuuuussss....!kembali seberkas cahaya mengelilingi tubuh hana yang masih dalam posisi bersemedi.
Melihat rekannya sudah melepas kan kekuatannya...raja dewa Rana mengambil alih memberikan semua ilmunya pada Hana hingga selesai ...
Sekarang buka mata mu Dewi!" ujar Pendeta Arya.
Kenapa tubuhku seperti kapas kek?" tanya Hana.
Karena seluruh kekuatan kami sudah menyatu dengan mu..jawab Pendeta Arya sambil tersenyum.
"Dewi" ini senjata andalan ku Cambuk Petir.
Cambuk ini bisa mengeluarkan petir!" ucap Raden Ngabehi yang langsung menyerahkan cambuk petir miliknya.
Dan ini kaca malaikat, kaca ini mampu menghisap seluruh kekuatan musuh sebesar apa pun kekuatan mereka!"ucap pendeta arya memberikan kaca berbentuk lonjong bercangkang kepala burung kembar.
Dan ini Pusaka milik ku kendi abadi yang bisa memenjarakan musuh mu selamanya, tanpa bisa lepas lagi..ambilah Hana gunakan Semua pusaka ini untuk melenyapkan Amel dan segala Angkara murka.. kami percaya pada mu..selamat tingal Dewi!" ucap pendeta arya yang langsung menghilang diikuti ketiga teman nya.
__ADS_1
Bagai mana caranya aku membawa semua kusaka ini?"pikir Hana bingung
"Kamu, bisa menyimpannya di tubuh mu Hana!" bisik Naga biru.
"Hai, pusaka sakti masuk lah ketubuh ku. perintah Hana.
. Ketiga pusaka itu langsung masuk ke tubuh Hana setelah berubah ujud seperti angin.
Sementara di tempat lain. laknara menemui Putra ke tujuh yang dihukum oleh Hana di dalam penjara di istana nya.
Aaaaaakkk.....aaaaaaak...!teriak putra ketujuh kesakitan. saat inggin menembus pagar gaib yang dipasang Hana.
laknara yang tidak sampai hati melihat putra nya kesakitan hanya bisa menangis tanpa suara didepan penjara itu..
"Hana"tolong putra ku, jangan siksa dia seperti ini Hana!" ucap laknara yang mengirimkan suara jarak jauh nya pada Hana .
"Nara, ada apa?tanya Hana menjawab suara jarak jauh laknara.
Tolong putraku Hana, aku berada di istana ku sekarang.
Baiklah aku akan kesana sekarang... ujar Hana yang langsung pergi menemui laknara.
Ada apa laknara, kenapa kamu menangis?" tanya Hana setelah tiba dihadapan laknara.
"Hana" berikan air Tirta suci pada nya dan campurkan Dengan daun Bidara agar dia berubah menjadi baik?" perintah naga biru.
"Nara"bisakah kau ambilkan Daun Bidara tujuh lembar saja, tidak lebih dan tidak kurang
Bisa Hana, akan aku ambilkan!" ujar laknara yang langsung berlari menuju taman di samping istana nya.
ini Hana... ucap Laknara yang memberikan tujuh lembar daun Bidara kepada Hana
Hana mengaduk daun Bidara dan memasukan nya kedalam gelas berisi air Tirta suci.
"Bantu aku meminumkan nya Nara, pinta Hana yang memaksa putra ke tujuh Meminum Air Tirta suci .
Gluuuuk...gluuuuk....gluuuuuk..Putra ketujuh terpaksa meminum Air Tirta suci..
Aaaaaas...!jerit Putra ketujuh Yang terlihat kesakitan karena Pengaruh air Tirta suci langsung menunjukan reaksi..
Putra ketujuh pingsan setelah tubuhnya mengeluarkan asap hitam dari pori pori nya.
__ADS_1
Kita biarkan Saja dulu dia Nara, ayo kita lihat durpa Pati putri mu..Ajak Hana pada laknara.
Tiba di goa keramat Hana melihat tubuh durpa Pati, terlihat begitu bercahaya bahkan semakin cantik melebihi kecantikan laknara..
"Ibu" pangil durpa Pati pada laknara.
Kamu memangil siapa?" tanya Hana.
"Ibu ku, laknara" jawab Durpa Pati yang langsung mendekati laknara sambil memeluk laknara dengan tangis bahagia.
Bagai mana kamu tau, jika aku ibu mu? nak tanya Laknara.
Saat air terjun itu menguyur tubuh ku, semua bayangan tentang ibu muncul di depan mataku, aku melihat bagai mana ibu diperalat Amel!" jawab Durpa Pati sambil menangis.
Syukurlah jika kamu sudah mengetahui semuanya nak, ibu bahagia!" ucap laknara yang juga ikut menangis.
"Nara"ajak anak mu kembali ke kerajaan mu. kita jemput putra mu sekarang dan persiapkan semua nya, karena Amel sudah membangun kekuatan?"ujar Hana.
Apa maksud mu Hana? kekuatan apa?" tanya Laknara dengan wajah terlihat panik.
Kekuatan iblis, untuk menghancurkan kota ini dan membinasakan semua yang mereka temui!" jawab Hana.
"Baiklah" ayo Hana, aku tidak akan membiarkan Amel berbuat keji lagi..
"Bunda" teriak anak anak laknara yang sudah berkumpul di depan istana, dengan wajah terlihat bahagia bahkan terlihat pula putra ke tujuh yang asik bercengkrama bersama kaka Kaka nya.
Putra ke tujuh, apa kau baik baik saja?" tanya Laknara.
Aku baik bunda" terima kasih karena sudah membuat ku sadar dari pengaruh jahat Amel .ucap putra ketujuh dengan wajah tertunduk.
Berterima kasih lah pada Hana" anak ku..karena dia yang membantu mu bukan bunda.
"Putri Hana, terima kasih!" ujar Putra ke tujuh.
Sama sama putra ketujuh..
Anak anak ku persiapkan diri kalian semua. kita akan menghadapi perang besar melawan Angkara murka melawan Amel manusia durjana, latih kekuatan kalian sepenuhnya jangan biarkan kalian lemah.. sekarang ibu dan Hana harus kembali ke alam dunia fana jika tiba waktunya kalian akan bunda jemput disini...
Baik bunda, kami akan menyiapkan semuanya dengan baik!"jawab anak anak laknara dengan penuh semangat baja.
.
__ADS_1
Bunda pergi, jaga diri kalian baik baik !".ucap laknara yang langsung menghilang begitu saja dari tempat itu bersama Hana dan durpa Pati.