
Hana merasa kesal karena sang bibi kembali membuat ulah andai Satya ada di sini. akan Hana limpahkan semuanya pada Satya, agar Satya yang menyelesaikan masalah yang dibuat bibinya.
"Mbak Lasmi," Bi misca ada dimana? tanya Hana yang baru saja keluar dari kamarnya.
Bu Misca pergi dari tadi non, saya juga nggak tau beliau kemana..
Itu ada kejadian apa lagi sampai terjadi keributan begitu didepan?" tanya Hana.
Mereka minta ganti rugi. karena Bebek milik Bu misca udah ngerusak padi mereka non jawab Lasmi.
Selamat siang bapak-bapak. apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Hana pada tamu yang berkumpul didepan rumahnya.
"Non Hana" apa Bu misca ada dirumah? tanya seorang bapak bapak .
Nggak ada pak, saya juga nggak tau beliau kemana..emang ada apa ya pak? tanya Hana.
Kami menuntut ganti rugi, karena Bebek milik Bu misca sudah merusak padi kami di sawah. kalau mbak Hana nggak percaya mari ikut kami kesana sekarang. ajak warga pada Hana.
Baiklah pak saya akan ikut bapak bapak sekalian!" kata Hana dengan bergegas berjalan mengikuti langkah warga.
********
Itu mbak bebeknya. adu warga yang melihat ribuan bebek yang sibuk memakan Padi milik warga yang baru menguning ujungnya.
Sejak kapan Bi misca memelihara bebek sebanyak itu?"tanya Hana dengan wajah bingung dan kaget.
Udah satu bulan yang lalu mbak Hana..
Bu misca membeli bebek milik pak Rajo..pak Rajo nya pindah kekampung halamanya. karena istrinya sudah meningal jadi bebeknya sama kandangnya dijual dan Bu misca yang membelinya..jawab warga.
Mbak Hana Bu misca berkelahi sama Bu enah di warung Bu Mumun..adu seorang remaja yang mengendarai motor.
"Apaaa..!"bisa kamu antar saya kesana sekarang. pinta Hana dengan wajah memerah. bapak- bapak nanti kerumah aja semua akan saya ganti. janji Hana setelah menaiki motor itu.
"Iya mbak!" jawab warga bersamaan.
.
Tiba di warung. Hana tersentak kaget melihat bibinya Jambak jambakan rambut dengan Bu enah didepan warung..dalam kondisi kacau.
"Berhent!" teriak Hana.
Mendengar suara teriakan Hana misca dan Bu enah langsung berhenti. dengan baju yang koyak disana sini, dan rambut yang seperti habis terkana angin topan.
__ADS_1
"Apa lagi sekarang Bi? tanya Hana dengan wajah marahnya.
Ini semua karena suami enah nggak becus merawat bebek miliku. padahal suaminya udah bibi gaji. tunjuk misca pada enah.
Bener non Hana," Bu misca memberi gaji pada suami saya. tapi janjinya satu juta setengah, t yang di bayar cuma lima ratus ribu. padahal bebeknya sudah produksi telur hanya saja Bu misca membeli pakan bebek dengan sembarangan, jadi bebeknya jadi berkurang telurnya..saya dan suami saya malah dituduh menjual telur bebeknya. padahal kami nggak ada menjualnya bahkan untuk lauk aja kami nggak diizinkan mengambilnya..jawab enah yang kondisi tubuhnya lebih parah dari misca.
"Apa benar seperti itu bi?" jawab Hana dengan mata yang terlihat menyeramkan bagi Bu misca.
"Anu Hana, itu semua.!
Apa Bi cepat jelaskan sebelum kesabaran Hana habis..bentak Hana.
Bibi kan cuma pengen belajar bisnis kaya kamu, biar jadi orang sukses. apa salahnya bibik memulai ternak bebek..siapa tau bibi bisa jadi orang kaya..jawab misca dengan wajah tertunduk takut.
Menjadi orang kaya boleh, membuka usaha juga silahkan, tapi tidak dengan memeras tenaga orang tanpa bayaran seperti itu.
perbuatan bibi sudah kelewatan Hana nggak tau lagi harus memberi pelajaran seperti apa pada bibi..kalau bukan karena bang Satya mungkin bibi sudah Hana usir dari rumah..ucap Hana dengan perasaan yang tidak bisa dijabarkan.
Apa Bibi nggak ngelihat kondisi Bu enah dan suaminya. suami Bu enah tidak dalam. kondisi baik baik saja..Bu enah juga memiliki beberapa orang anak..uang lima ratus ribu cukup kemana. nggak akan cukup untuk biaya keluarganya..sekarang saya ambil alih Peternakan itu termasuk bebeknya sekalian
kata Hana memberi solusi.
Bibik belinya mahal Lo Hana, dua ratus juta. jadi bibi jual sama kamu dua ratus lima puluh juta aja..dengan wajah bahagianya Bu misca berusaha memasang harga pada Hana.
Sebelum bibi meminta harga, coba bibi lihat sawah milik warga yang habis padinya dimakan bebek yang bibi ternakan itu..kata Hana dengan wajah kesalnya.
kata pak kades yang baru datang dari sawah milik warga.
Berapa total kerugiannya pak. yang harus diganti bibi saya?.tanya Hana.
"Ini rinciannya!" kata pak kades memberikan rincian yang di tulis warga dalam nota.
Silahkan bibi lihat dan baca berapa uang yang akan bibi keluarkan untuk Menganti padi milik warga .
Pak kades apa ini nggak salah. masa iya tiga ratus lima puluh juta..tanya Bu misca dengan wajah tak percayanya.
Dari bibit sampai pupuk para petani masih ngebon di koperasi. ditambah lagi modal mengelolanya" itu masih sedikit jika ditotal semuanya Bu misca. mereka sudah dipastikan tidak bisa memanen padi tahun ini karena ulah Bu misca. lalu mereka akan makan apa kedepannya' sementara saat ini harapan petani cuma padi itu..jawab pak kades.
Ya udah deh Hana, kamu ambil aja ternak sama kandang nya sekalian. tapi tolong ya bayarin semua kerugian mereka..bibi permisi pulang dulu kata Misca yang langsung berlari menuju rumah.
Semuanya akan saya ganti termasuk gaji Bu enah dan suami. mari silahkan kerumah saya sekarang!" ajak Hana dengan perasaan iba melihat kesusahan yang di alami warga karena ulah sang bibi.
Hana ada tamu dirumah saat ini. ucap laknara ditelinga Hana.
__ADS_1
Siapa? tanya Hana dalam bentuk gumam.
Arya dan orang tuanya. bisik Nara.
Tiba dirumah Hana terdiam melihat dua buah mobil yang terparkir didepan rumahnya.
Mari bapak- bapak dan ibu silahkan masuk. ajak Hana sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Asalamualaikum.
Waalaikum salam.. jawab misca dengan wajah cerahnya.
Mas Arya, ibu, bapak ko ada disini? tanya Hana dengan mencium tangan orang tua Arya.
"Iya nak. kedatangan kami kemari dengan maksud meminta maaf sekaligus inggin melamar nak Hana untuk Arya. ucap papanya Arya.
Apa bapak dan ibu yakin untuk melamar saya. bukannya neneknya mas Arya sudah memiliki pilihan untuk pendamping mas Arya? tanya Hana dengan heran.
Jangan hiraukan perkataan ibu sambung bapak Hana..kami orang tua Arya yang memutuskan bukan neneknya..jadi gimana Hana apa kamu bersedia menikah dengan Arya? tanya ibunya Arya dengan senyum teduhnya.
Hana terdiam cukup lama.
Terimalah lamaran mereka Hana. sesungguhnya Arya benar benar mencintai kamu sepenuh hatinya, dan kita bisa membalas nenek sambungnya Arya karena dia merupakan keturunan raja keparat itu. bisik Nara.
Baiklah saya setuju pak, buk..!saya menerima lamaran mas Arya. jawab Hana dengan membalas senyum ibunya Arya.
Alhamdulilah..!kalau begitu kami merasa lega..lalu bagai mana dengan pernikahannya kapan nak Hana siap..kembali orang tua Arya bertanya..
Saya ngikut aja pak, buk yang mana terbaik untuk. bapak dan ibu sekalian...jawab Hana lagi.
Gimana kalau bulan depan aja pernikahan nya..maaf bukannya niat baik bagusnya dipercepat, dari pada di tunda tunda takutnya nanti jadi fitnah..ucap Bu misca sok bijak.
Kami setuju Bu. berarti bulan depan ya nak Hana, dan untuk hantaran kamu bisa mengatakannya..apa saja insya Allah akan kami penuhi..tanya Randy papanya Arya.
Biar saya aja yang ngasih tau. nanti saya tulis di buku apa aja yang diperlukan keponakan saya sebagai hantaran nya..kembali misca menyerobot tanpa izin dari Hana..
Misca menulis cukup lama sebelum memberikan nya pada Hana terlebih dahulu.
Hana yang melihat jadi tertegun dan salut pada kecepatan berfikir bibinya.
meski kikir bin Bakhil bibinya cukup bisa di andalkan dalam kondisi darurat .
ini pak, Bu. rinciannya kata Hana menyerahkan kertas hasil tulisan Bu misca.
__ADS_1
Kalau begitu kita sepakat ya nak..dan sekarang kami sudah merasa lega..kami permisi dulu ya nak..asalamualaikum
Waalaikum salam. jawab Hana disertai seluruh warga menyaksikan.