RACUN CINTA WANITA MALAM

RACUN CINTA WANITA MALAM
menjenguk bibi dirumah sakit.


__ADS_3

Hana sedang nyaman bergelung dikasur ya meski hari sudah mulai beranjak siang..


"Hana bangun!" teriak Satya ditelinga Hana.


"Ada apa lagi sih, bang?" tanya Hana dengan mata masih terpejam .


Bibi dirumah sakit Hana, jio dirawat dirumah sakit karena gagal ginjal!"kata Satya dengan menarik tangan Hana .


"Biarin aja lah Bang!" Hana masih mengantuk. kata Hana dengan mata masih terpejam.


Jangan begitu Hana, biar bagai mana pun dia tetap bibi kita, cuma dia keluarga kita yang masih hidup..ayolah Hana kita jenguk Jio dan bibi dirumah sakit. paksa Satya.


"iya sabar, Hana mandi dulu cerewet banget sih.. omel Hana dengan memaksa membuka matanya dan berjalan kearah kamar mandi.


Setelah rapi Hana dan Satya pergi kerumah sakit dengan mengendarai mobil milik Hana .


'Abang tau dari mana kalau bibi dirumah sakit.. terus paman gimana ?"tanya Hana.


Abang tau dari tetangga kita dulu..katanya Jio masuk rumah sakit. paman sama bibi pisah!" paman pulang kampung karena di usir bibik sejak mengalami kecelakaan dan lumpuh.


Bibi benar benar nggak berubah ya masih aja kaya dulu. gerutu Hana.


Mau gimana lagi, itukan udah watak dia.. tapi gimana pun dia,.,beliau tetaplah penganti orang tua kita Hana..kata Satya berusaha menasehati Hana .


"Terserah abang aja lah..ucap Hana dengan wajah malasnya.


Tiba didepan kamar tempat jio dirawat Satya mengetuk pintu ruangan itu.


Tok.....tok...!


"masuk! terdengar suara perintah dari dalam.


Satya menarik tangan Hana dan segera masuk setelah membuka pintu ruangan itu.


"Jio sakit apa bi ?"tanya Satya dengan mendekat kearah bibinya.


"Satya, Hana!" kalian datang.


huuuuuu....huuuuuu....


tangis Bu misca dengan memeluk Satya..syukurlah kalian datang. jio harus dioperasi Satya, dia terkena gagal ginjal bibi nggak punya uang banyak..ucap Bu misca dengan tangisan nya.


"Emang berapa biaya operasi nya bi?" tanya Satya dengan iba.


"Seratus juta Satya!" kata Bu misca dengan wajah sedihnya.


Saya akan bantu membayarkan nya bi, bibi tenang aja.. kata Satya dengan mengusap pundak bibinya .


"Terima kasih" Satya!" ucap Bu misca dengan wajah yang mulai ceria.


Sementara Hana hanya diam dan duduk disisi pembaringan tampat jio berbaring.


Hana mengusap kepala Jio dengan penuh sayang..


"Hana" Abang kedepan dulu ya, mau membayar biaya operasi Jio agar cepat ditangani dokter kata Satya.


"Hana ikut bang!"pinta Hana dengan berjalan mendahului Satya.


"Ko kamu malah ikut Abang, kenapa nggak nemenin bibi aja didalam?" tanya Satya.

__ADS_1


"Malas bang!" kalau ngelihat wajah bibi..jawab Hana.


Setelah membayar biaya rumah sakit. Hana dan Satya pergi ke kantin untuk membelikan bibinya makanan dan minuman..semoga jika cepat di operasinya Hana kata Satya .


"Iya bang!" jawab Hana.


"Cici kamu ada disini? siapa yang sakit ?"tanya Arya yang baru keluar dari sebuah ruangan.


Satya dan Hana menatap kearah orang yang menghadangnya.


"Mas Arya..!ucap Hana kaget.


"Siapa yang sakit Ci?" tanya Arya lagi sambil menatap kearah Satya .


"Adik sepupu saya mas..!"jawab Hana tanpa memperkenalkan Satya pada Arya .


"Diruangan mana?" tanya Arya lagi.


"Diruangan anak mas.."jawab Hana singkat.


"Mari mas," kami permisi. pamit Hana pada Arya.


"Tunggu" apa saya boleh melihat Adik sepupu mu itu?" tanya Arya.


"Boleh mas!"jawab Hana tanpa menghentikan langkahnya.


Arya berjalan cepat demi bisa menjejeri langkah Hana.


"ckleek..?"mari masuk mas. ajak Hana pada Arya.


Bi ini ada nasi sama minuman, bibi makan aja dulu biar saya Sama Hana yang jaga jio..kata Satya dengan menyodorkan makanan kotak kearah misca.


"Itu siapa nak? tanya Bu misca dengan menunjuk kearah Arya.


.


"Itu teman Hana bi!" jawab Satya.


"Oh saya bibinya Hana, Dengan!" kata Bu misca memperkenalkan diri pada Arya.


"Saya Arya Bu, teman ci..!"Hana maksud saya.


ucap Arya cepat.


Oh...saya permisi kedepan dulu ya nak, mau makan dulu.. kata Bu misca dengan wajah cerahnya.


"Iya Bu silahkan!" jawab Arya dengan perasaan gugup sambil menatap kearah Hana dengan penuh tanya .


Hana yang ditatap hanya mengedikan bahu nya.


Tidak lama Bu misca kembali masuk setelah selesai makan.


"Kapan jio di operasi Satya?" tanya Bu misca.


Tiga hari lagi bi, soalnya jadwal operasi sedang padat.. dan baru tiga hari lagi bisanya.jawab Satya.


Kenapa lama sekali sih Satya, kasihan jio..ucap Bu misca dengan wajah murung.


"Emang jio sakit apa?"tanya Arya penasaran.

__ADS_1


"Gagal ginjal nak, kami sudah menginap disini selama dua Minggu.. tapi sampai sekarang belum ada keputusan dokternya..jawab Bu misca.


Nanti saya akan bantu, agar jika bisa di operasi hari ini, dan untuk biaya akan dibebaskan. janji Arya.


"Benarkah, tapi keponakan saya sudah membayar semua biaya rumah sakit ini nak. ucap Bu misca dengan wajah bahagianya.


"Akan dikembalikan secepatnya Bu!" jawab Arya dengan yakin..


"Emang, anak ini siapa?" tanya Bu misca.


"Saya pemilik rumah sakit ini Bu!" jawab Arya sambil tersenyum..


Ibu nggak nyangka, kalau Hana punya teman orang kaya dan baik seperti nak Arya.


kata Bu misca dengan senyum bangganya menatap kearah Hana.


Bang Hana pulang duluan ya ..kata Hana yang sudah malas berada diruangan itu dan melihat sikap bibinya yang tak pernah berubah.


"Iya kamu hati hati dijalan ya..pesan Satya.


Hana hanya mengangukan kepalanya dan langsung keluar tanpa berpamitan pada bibinya sama sekali.


Arya langsung berjalan keluar setelah menyalami tangan bibinya Hana.


"Hana tunggu! pangil Arya.


"Ada apa mas?"tanya Hana dengan malas..


Saya boleh menumpang mobil kamu nggak, soalnya saya nggak bawa mobil?"kata Arya.


"Iya!" jawab Hana dengan terpaksa.


Selama dalam perjalanan menuju apartemen Hana hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Arya sama sekali.


Setelah tiba di apartemen Hana mendahului Arya turun dari mobilnya.


"Hana" apa aku sudah melakukan kesalahan? tanya Arya hati hati.


Seharusnya mas nggak perlu melakukan hal sejauh itu, kami masih mampu membayar biaya rumah sakit.. ucap Hana yang sejak tadi menahan kesal.


"Maaf" jika saya lancang, saya hanya inggin membantu. jawab Arya dengan tenang.


Saya tetap akan membayarnya mas, kalau mas emang inggin membantu bantulah orang yang benar benar tidak mampu..saya lihat di bangsal anak tadi banyak anak kecil yang dirawat dari keluarga tidak mampu!" kata Hana mengeluarkan uneg-uneg uneg dihatinya.


"Kamu benar..!"saya akan membantu keluarga yang kurang mampu dirumah sakit saya, jadi kamu nggak perlu mengembalikan uangnya. tolak Arya.


"Maaf mas!" saya nggak mau berhutang Budi terlebih pada orang yang baru saya kenal..bantah Hana .


"Baiklah jika kamu memaksa, tapi saya nggak minta uang kamu, tapi diri kamu..saya mau kamu menemani saya malam ini. dengan begitu tidak ada hutang Budi di antara kita!" dengan penuh keberanian Arya memberi pilihan pada Hana.


Hana terdiam mendengar permintaan arya.


ternyata dia sama saja dengan laki laki hidung belang lainya..gumam Hana dalam hati.


Bagai mana Hana,? jujur saya tidak akan pernah mau menerima uang dari kamu. kecuali yah seperti yang saya pinta tadi.


pancing Arya dengan tatapan tajamnya.


Baiklah nanti malam saya akan kekamar anda..jawab Hana sambil membuka kamar apartemennya, dan menguncinya dengan meningalkan Arya sendirian didepan kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2