
Hana menatap sang paman yang berusaha mengobati ayah mertuanya dengan cara di rukiyah..
Hueeek....hueeek...hueeek...! pak Ryan muntah muntah setelah di bacakan ayat ayat al Qu'ran.
"Keluarlah!" perintah pak Rusli dengan menepuk pundak pak Ryan.
HAAAAAK.....!HAAAAK...!geeeeeeeeerr..!
aku tidak akan keluar" teriak jin yang berada di tubuh pak Ryan.
Jangan salahkan aku, jika kamu akan terbakar nantinya. ancam pak Rusli.
"Aaaaaaaaaa..!ampun sakit. teriak jin itu dengan mengeliatkan tubuhnya seperti cacing.
Pak Rusli dengan dibantu anaknya terus membacakan ayat ayat Alquran tanpa jeda..
Jin yang berada ditubuh pak Ryan tak dapat bertahan lebih lama, karena merasakan kepanasan hingga akhirnya dia keluar dari tubuh pak Ryan.
Akhirnya keluar juga" kata pak Rusli dengan tubuh dipenuhi keringat.
Paman sebenarnya ada apa? kenapa papa bisa di masuki jin itu..tanya Hana yang penasaran
Sepertinya ada yang tidak menyukai mertua mu Hana, dan orang itu telah bersekutu dengan jin demi harta dan kekuasaan. kata pak Rusli memberi tahu.
Terus bagai mana dengan suami ku paman? apa dia juga akan dijadikan sasaran?" tanya Hana yang terlihat ketakutan.
Bisa jadi nak..!nanti akan paman usahakan untuk membantu setelah paman selesai shalat hajat. kata Rusli ya g berusaha menenangkan Hana dari kecemasannya.
Sementara di tempat Nara bertapa. Nara seperti tersedot keruangan gelap yang terlihat asing dimatanya. dimana aku? pikir Nara sambil menatap ke sekelilingnya dengan perasaan bingung.
Laknara putri ku!" pangil sebuah suara.
Ayah Handa, ibunda,kakang..!kalian semua berkumpul disini? tanya Laknara dengan perasaan bahagia karena berada dipelukan orang orang yang begitu disayanginya.
"Iya putriku"kami bahagia bisa kembali melihat mu. kata ibu dari laknara.
__ADS_1
Nara" kamu harus selalu membantu dan melindungi Hana dari kejahatan Amel dan seluruh keturunan nya .pinta ayah laknara.
Tapi ayah" Nara sudah lelah melakukan kejahatan dan Nara inggin bersama kalian disini saja selamanya. pinta Nara pada ayah nya.
Tidak bisa anak ku, kamu sudah membuat berbagai masalah disana, dan kamu harus menebusnya dengan membantu Hana serta orang orang yang membutuhkan bantuan mu.
pinta sang ayah.
"Ayah" apa yang harus Nara lakukan agar racun kutukan ini tidak lagi menuntut korban, bagai mana juga cara untuk mengobati ayah mertua Hana, Nara bingung ayah. kata Nara mengungkapkan kegundahan hatinya.
"Nara anak ku, kamu kami tarik kemari karena disebabkan masalah itu, Sesungguhnya Amel itu tidak hanya keturunan kudra Pati. Tapi dia juga keturunan dari Raja Ardana. Raja penguasa kerajaan arkiat dari tanah seberang yang menguasai kekuatan gelap, pembunuh yang selalu meminta tumbal nyawa..Raja yang dihukum karena memperkosa ibu kandungnya sendiri hingga hamil. makam raja jahat itu berada di tengah tengah sungai di tepi desa tempat Hana tingal.. kepalanya berada di antara dua bukit batu di lembah karbiu.
Jangan biarkan Amel mengetahui atau pun menemukan baik kepala atau pun tubuh raja itu..jika itu terjadi maka kehancuran akan terjadi. akan banyak kejahatan dan kematian yang kembali terulang.
Lalu apa yang harus Nara lakukan ayah Handa?" jika mengobati penyakitnya pak Rusli saja Nara tak mampu, apa lagi menghentikan tindakan Bu Amel. keluh Nara.
Mintalah bantuan pada pamannya Nara nak. beliau seorang ulama besar dari tanah Banjar, murid dari seorang wali ternama disana.
Dia bisa menyembuhkan Rusli serta menghancurkan kekuatan Suryo dengan mudah.
Jadi sekarang aku harus kembali kesana ayah? tidak bisa kah aku tetap disini saja ayah aku mohon.
Andai bukan karena ulah begawan sagra tentu aku akan bersama kalian saat ini. inggin rasanya aku membunuh keturunan begawan sagra. kata laknara yang hatinya dipenuhi dendam kesumat.
Jangan menyimpan dendam dihati mu seperti itu nak, semua sudah takdir dan kamu sudah menentukan keinginan mu sendiri.
Jaga dirimu baik baik dan kembali lah kedunai mu sekarang juga ...
wuuuuuuuussss....Laknara seperti dihempas oleh angin yang begitu kuat, hingga laknara terjerembab dan kembali ketempat dia bertapa sebelumnya.
Aku harus kembali sekarang juga, kasihan Hana. Gumam laknara dengan memejamkan matanya.
braaaaaK..!laknara terbanting begitu saja saat ia akan memasuki rumah Hana.
Apa yang terjadi kenapa aku tidak bisa masuk kesana?"
__ADS_1
Tentu kamu tidak akan bisa memasukinya. karena rumah ini sudah kami Pagari, agar tidak ada lagi serangan dari jin jin pembawa fitnah dan kejahatan!" kata Saini dengan lantang.
"Apa kamu, bisa melihat ku? tanya Laknara.
Tentu saja aku bisa melihat mu, termasuk perbuatan mu di masa lalu dengan izin Allah..jawab Saini dengan senyum yang menyejukkan hati laknara.
Laknara terdiam membisu mendengar ucapan dari laki laki muda dihadapan nya.
Apa aku boleh masuk kesana, aku tidak berniat jahat sama sekali. aku inggin bertemu Hana karena ada yang inggin aku bicarakan padanya dan ini sangat penting.
Silahkan" Hana ada bersama ayahku didalam!" kata Saini sambil membuka tabir agar Nara bisa masuk kedalam.
"Hana!" pangil Nara dengan perasaan takut takut.
Iya ada apa Nara, kemari lah. kenalkan ini paman ku dari Banjar Masin!" kata Hana memberitahukan laknara.
"Iya aku sudah tau Hana. jawab laknara dengan wajah tertunduk.
"Jangan lah takut, sesungguhnya Hana sudah menceritakan semuanya tentang mu padaku.
Aku mengerti posisi mu dan terima kasih karena kamu sudah menjaga keponakan ku.! ucap pak Rusli yang sejak tadi tangan nya tidak berhenti berzikir.
Sudah sewajarnya saya menjaga Hana, karena Hana merupakan keturunan dari adik ku melalui ayahnya. jawab Nara dengan menatap kearah Hana.
Karena itulah aku tidak menyakiti dan menghakimi mu laknara Ankara. kata Rusli menyebut nama laknara dengan lengkap.
Siapa Anda sebenarnya?" tanya Laknara dengan wajah kaget serta takut nya.
Aku keturunan pendeta agung yang menjadi penasehat ayah mu, serta menjadi guru dari ayah serta Kaka mu..jawab pak Rusli dengan tatapan iba juga kasihan pada laknara.
Laknara langsung menjatuhkan diri serta bersujud di kaki pak Rusli.
Jangan bersujud seperti itu laknara, aku bukan Tuhan. bangun lah laknara!"pinta pak Rusli pada laknara .
"Pantas ayahanda, memerintahkan saya untuk meminta bantuan pada tuan" ucap laknara dengan mata berkaca-kaca .
__ADS_1
Mungkin ini memang sudah takdir yang digariskan oleh yang maha kuasa pada kita. agar kita bisa saling menjaga dan melindungi kata pak Rusli sambil terkekeh.
"Iya paman, Hana setuju dengan yang paman. ucapkan kata Hana .