
"Lalu, apakah ada yang istimewa dengan nya?" tanya ratu Khanya.
Khan Freedlay dan Khan Freedly pun saling menatap satu sama lain.
Disisi lain, Miyuki.
Setelah sarapan, Miyuki pun mulai melakukan pekerjaan nya. Mulai dari membersihkan kamar Khan Freedly, menyapu, mengepel sekitar kamar Khan Freedly, Serta mencuci pakaian Khan Freedly. Sebab, hanya Miyuki saja yang diperbolehkan melakukan semua itu.
Ketika menjemur pakaian, pelayan dengan rambut pendek berwarna coklat tua, mata berwarna coklat muda, tinggi badanya lebih pendek dari Miyuki, Dia pun menghampiri Miyuki. Dia juga salah satu pelayan di istana Khan Freedly.
"Hai, salam kenal nama ku Marilyn." Ucap seseorang di samping Miyuki yang sedang menjemur pakaian juga.
Miyuki menengok ke arah gadis itu, "Oh, hai.. nama ku Miyuki." Sahut Miyuki sembari tersenyum.
Peri Lala berbicara pada Miyuki, "Tenang saja, dia baik... dia sering di bully oleh pelayan lainya karena seperti loli."
Kasihan dia. Ucap Miyuki kepada peri Lala. "Kau baru datang kemarin ya? " tanya Marilyn.
"Oh iya, lalu bagaimana dengan mu? sudah berapa lama kau bekerja disini?" ucap Miyuki.
"Aku sudah satu tahun bekerja disini. Oh iya, ngomong ngomong emm..." Ucap Marilyn ragu. "Kenapa?" Ucap Miyuki, penasaran.
"Kau memiliki hubungan dengan Ratu Khan ya?" Tanya Marilyn.
"Ha??" Isi kepala Miyuki di penuhi dengan tanda tanya.
"Maaf, maaf ak- aku hanya penasaran." Ucap Marilyn merasa bersalah.
Dengan senyuman Miyuki menjawab, "Tidak apa apa, tapi aku tidak memiliki hubungan dengan yang mulia ratu. Aku saja tidak tahu yang mulia ratu," jawab Miyuki.
Terlintas pertanyaan di pikiran Miyuki, "Oh ya, apa kau tahu kenapa kerajaan Khan dipimpin oleh ratu? bukan nya raja? lalu raja Khan kemana?" Tanya Miyuki.
Tiba tiba, suara perempuan berambut panjang berwarna biru muda muncul. Miyuki dan Marilyn pun terkejut.
"Karena, Raja Khan menghilang 8 tahun yang lalu." Ucap Perempuan yang lebih tinggi dari Miyuki dengan rambut berwarna biru muda dengan mata berwarna hitam.
Heiss kaget aku!! Miyuki dan Marilyn.
"Kau siapa?" Tanya Miyuki.
"Dia adalah salah satu pelayan di sini yang sama dengan ku, Iris." Ucap Marilyn.
"Iris." Ucap Iris sembari mengulurkan tangannya. Mereka pun berjabat tangan, "Miyuki." Sambung Miyuki dengan senyuman nya.
__ADS_1
Iris pun mengamati Miyuki. " Kau pelayan yang di rumorkan itu ya?" tanya Iris.
"Rumor? rumor apa?" Miyuki pun berpikir, tak lama kemudian Miyuki pun mengingat kejadian kejadian kemarin, "Oh iya- eh apa?! " Ucap Miyuki terkejut. Ia tak menyangka bahwa gosip tentang nya sudah sampai ke istana.
Ada apa ini? aku kan orang lewat saja (?)
"Sudah lah, lupakan. Kau barusan bertanya mengapa raja Khan tidak ada kan? dan juga mengapa kerajaan Khan di pimpin oleh ratu kan?" Ucap Iris.
" Ya... jika itu rahasia tidak perlu di katakan juga tidak apa apa." Ucap Miyuki.
"Bagaimana mungkin, Itu sudah bukan rahasia lagi jika kau sudah masuk ke kerajaan Khan." Ucap Marilyn.
"Baiklah, jadi begini. Kerajaan Khan adalah kerajaan yang dipimpin oleh raja Khan. Raja Khan menghilang sejak 8 tahun yang lalu ketika perang, dan ratu Khan pun ikut membantu membasmi lawan-" Perkataan Iris pun terhalang oleh pertanyaan Miyuki.
"Bagaimana cara nya ratu Khan membasmi lawan?" Tanya Miyuki.
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas aku pernah dengar bahwa ratu Khan keturunan peri. Jadi, sebab itu lah mengapa kerajaan Khan di wariskan kepada putri bukan pangeran, jika ada pangeran maka pangeran tersebut ketika berumur yang pas untuk menjadi pemimpin harus membangun sendiri kerajaan nya dan pastinya itu juga bantuan dari raja dan ratu." Ucap Iris dengan suara kecil.
"Tapi... kerajaan Khan tidak memiliki putri? bagaimana?" Tanya Miyuki.
"Emm..." Iris dan Marilyn berpikir, "Entah lah, kerajaan Khan ini adalah kerajaan yang paling misterius dan membingungkan dari 4 kerajaan lainya." Sambung Marilyn.
"Sudah lah, tidak perlu dipikirkan. Kau belum tahu dimana tempat pelayan kan? Yuk ikuti kami." Ucap Marilyn kepada Miyuki.
Miyuki pun ikut Marilyn dan Iris ke tempat para pelayan.
Disisi lain istana utama.
Pangeran Khan Freedlay dan pangeran Khan Freedly seketika memasang wajah gembira.
"Sebagai ganti nya, kita makan bersama." Ucap Ratu sembari berjalan menuju ruang makan istana.
Seketika kedua pangeran tersebut merasa terbebani karena yang paling mereka benci adalah makan bersama ratu, karena apa? makan bersama ratu harus menggunakan etiket makan bangsawan.
Akhirnya kedua pangeran kerajaan Khan menuruti perintah ratu dan duduk di kursi masing masing. Makan yang canggung dan penuh dengan etiket makan pun di mulai.
Disisi lain, Miyuki.
Mereka pun sampai di tempat tujuan, yaitu tempat khusus pelayan. Di tempat tersebut sangat sunyi karena para pelayan sudah melakukan tugas mereka masing masing.
"Kemari." Ucap Marilyn kepada Miyuki sembari menarik tangan Miyuki.
"Ini dia kamar mu, di sebelah kanan itu kamar ku, dan di sebelah kiri dari tempat mu itu adalah kamar iris." Ucap Marilyn sembari menunjuk kamar mereka.
__ADS_1
"Waahh... Kamar nya sangat bersih." Ucap Miyuki sembari melihat lihat kamar nya.
"Tentu saja, kami yang membersihkan nya.." Ucap Marilyn.
"Ketika kami diberitahukan oleh kepala pelayan bahwa dayang pangeran kerajaan Khan datang, kami langsung membersihkan kamar untuk mu. Aku tidak menyangka bahwa dayang nya sangat cantik." Ucap Marilyn.
Miyuki merona, "Marilyn kau bisa aja, kau juga sangat imuuuutt." Ucap Miyuki sembari mencubit pipi Marilyn.
"Kalau aku?" tanya Iris.
"Kau cantik, cantik keren." Ucap Miyuki dan Marilyn.
"Hahaha, kalian bisa aja." Sahut Iris.
"Cuuiihh." Peri Lala, merasa terasingkan.
Disisi lain istana utama.
Makan yang canggung pun telah selesai, mereka mulai mengelap sisa makanan yang tertinggal di daerah bibir.
"Oh iya ibu, Bukankah Satu bulan lagi kau akan ulang tahun? bagaimana acara nya nanti?" Ucap Pangeran Freedly.
"Di taman mawar saja, jangan terlalu mencolok hanya ulang tahun saja." Ucap Ratu Khan sembari terlihat lesu.
"Ibu..." Ucap Khan Freedlay sembari tersenyum tipis dengan menggeleng - geleng kan kepala nya.
"Haihh, Kenapa di taman mawar terus sih.. memang nya ada apa di sana." Ucap Khan Freedly, penasaran.
"Tidak apa apa, hanya saja Kakak pertama mu dulu sangat menyukai taman itu." Ucap Ratu Khan.
"Ibu sudah lah, kami akan kembali ke istana kami. Selamat siang ibunda." Ucap Khan Freedlay.
Khan Freedlay dan pangeran Khan Freedly pun keluar dari ruangan.
"Kak, kau dulu sangat menyukai taman mawar ya?" Ucap Khan Freedly sembari menahan tawa.
"Bukan aku, Tapi kakak pertama." Ucap Khan Freedlay.
"Kakak pertama? Oh iya, aku pernah mendengar bahwa kita memiliki kakak pertama kan? Siapa dia kak? dan dimana dia?" Ucap Khan Freedly, penasaran.
"Mau tau?" Ucap Khan Freedlay.
"Tentu saja, siapa dia kak?" Ucap Khan Freedly.
__ADS_1
"Dia adalah..."
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...