Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 20


__ADS_3

Keesokan harinya.


Miyuki terbangun dari tidur nya, "hoaamm. em dimana aku? siapa yang memindahkan ku?! " Miyuki terbangun dari kasurnya.


"Si Duke Vercia." Ucap seseorang di sebelah Miyuki.


Miyuki menengok, ia melihat seseorang yang familier dan sudah sangat lama sekali Miyuki tidak bertemu, "Lala? kau kah itu? " dengan cepat Miyuki memeluk peri lala.


"Astaga, Miyuki kau masih ingat aku ternyata ya. Bagaimana kabar mu?" Lala memeluk Miyuki.


"Kabar ku baik baik saja. Bukankah kau masih masa pengobatan? apa ingatan mu sudah kembali?" Miyuki melepas pelukannya.


"Sebagian saja. Aku diperbolehkan pulang oleh lily karena kondisi ku sudah membaik. Masalah ingatan akan segera pulih, lagi pula kekuatan ku sudah kembali. " Ucap Lala dengan gembira.


"Baguslah." Miyuki meneteskan air mata terharu.


"Kenapa kau menangis?" Tanya Lala.


"Tidak apa apa, akhirnya teman yang telah membawa ku menyasar ke sini telah kembali." Miyuki memasang muka masam.


"Ahaha bagaimana ya. oh iya, aku sekarang akan berpura pura menjadi kerabat jauh mu. setelah ini para manusia akan bisa melihat ku dalam bentuk manusia." Peri Lala pun merubah warna rambutnya menjadi warna merah.


"Kenapa kau harus merubah warna rambut mu menjadi merah? bukan kah lebih meyakinkan jika warna rambut mu merah muda seperti ku." Tanya miyuki.


"Kau gila ya? rambut warna merah muda seperti mu itu ciri ciri keturunan peri." Jelas peri Lala.


"Keturunan peri?" Tanya Miyuki.


duh aku keceplosan. Peri Lala sadar. "Ahaha, anu aku harus melaporkan bahwa aku akan bertugas menjadi pelayan. Selamat bekerja." peri Lala langsung lari keluar.


"Tunggu!" Suara Miyuki tidak di dengarkan oleh peri Lala. Dasar peri Lala


Miyuki sampai di istana pangeran Khan Freedlay. Suara ketukan pintu terdengar, " Yang mulia, saya datang untuk bertugas.''

__ADS_1


"Masuklah." pintu kamar Khan Freedlay terbuka. "Siapkan air, lalu ambil sarapan ku." Ucap Khan Freedlay dengan nada dingin.


Ada apa dengan nya? apa dia lagi masa puber ? Miyuki mengangguk dan menyiapkan air mandi untuk Khan Freedlay. Setelah menyiapkan air mandi, Miyuki mengambil sarapan untuk Khan Freedlay.


Miyuki keluar dari kamar Khan Freedlay. Duke Vercia dengan mata merahnya yang mengintimidasi ada tepat didepan pintu. "Loh.. Kau pelayan semalam kan?" Ucap Frayen Vercia.


"Anda? ah saya ingat, terimakasih telah membantu saya semalam tuan duke. Entah apa yang terjadi jika tuan duke tidak menolong saya. Saya berterima kasih, saya akan membalas perbuatan baik tuan." Miyuki membungkuk. Menolong apa nya, dia saja orang yang ingin membunuhku! Tapi, dia sudah membantuku ke ruangan pelayan. Sudah lah, aku harus cepat - cepat pergi jauh - jauh darinya.


"Ya."


Suasana menjadi canggung, Duh canggung "Apa anda ingin bertemu pangeran Freedlay tuan duke? " Aku harus memecah keheningan.


"Ya"


Seperti rumornya, dia adalah duke yang dingin. ya walaupun wajahnya tampan sih, tapi cara menjawabnya itu membuat canggung.


Suara pintu terbuka, ternyata itu adalah Khan Freedlay, "Aku kira ada apa, kenapa kau lama sekali mengambil makanan. Ternyata kau sedang berbagi kasih sayang rupanya." Ucap Freedlay memecah keheningan.


"Kau lah, berduaan didepan kamar orang. Di saat jam kerja lagi." Khan Freedlay melipat kedua tanganya di perut.


Apasih ni orang kalau saja tidak ada tuan duke aku sudah menghajarnya. Miyuki memasang ekspresi kesal.


"Selamat pagi yang mulia pangeran." Duke Frayen Vercia memberi salam kepada Khan Freedlay.


"Pagi, ada apa duke? "


"Ada yang ingin ku bicarakan." Frayen Vercia melirik Miyuki. Miyuki pun langsung pamit untuk menyiapkan camilan untuk duke dan pangeran.


"Apa masih tidak ada kabar tentang nya? tidak terasa sudah 8 tahun dia menghilang."


"Kita bicarakan didalam saja, duke." Ucap Khan Freedlay.


...***...

__ADS_1


Pintu kamar Khan Freedlay terbuka. "Loh, dimana tuan duke? aku sudah membawakan camilan."


"Dia sudah pergi." Ucap Khan Freedlay sembari meminum teh.


"Kau belum makan kan? duduk dan makanlah camilan ini, aku tidak suka makanan manis." Ucap Freedlay.


"Wah, kalau begitu saya tidak akan sungkan. " Miyuki pun berjalan mendekat ke meja dan menyantap camilan yang ia bawa.


Miyuki menikmati memakan camilan, "apa kau begitu suka makanan itu." Tanya Khan Freedlay.


"Tentu saja, kau mau? "


"Tidak, aku melihat mu makan saja sudah merasa kenyang. Jika sudah selesai makan, temani aku jalan - jalan. "


Tumben dia mengajak jalan - jalan, apakah susana hatinya buruk karena pembicaraan duke dengannya?


Sambil mengunyah makanan Miyuki menjawab, ''baiklah"


Ketika berjalan - jalan mengelilingi istana mereka hanya terdiam, tidak ada yang memulai pembicaraan lebih dulu. Suasana terasa canggung. Sebentar, ini sungguh jalan - jalan penuh keheningan. T T Dia mengajak jalan jalan tapi dia juga diam saja. aku harus memulai pembicaraan, "em, yang mulia-"


Terdengar suara berat pria yang tidak asing bagi Miyuki dari belakang, "hai kita bertemu lagi nona berambut merah jambu. " Ucap seseorang dari belakang.


Ya laki laki berambut emas panjang menghampiri Miyuki dan Khan Freedlay. "Kau?-" Astaga dia..


"Sa- Salam yang mulia Raja." Miyuki membungkuk.


"Hei~ tidak perlu beri salam. Aku merasa terbebani jika pahlawan ku membungkuk seperti itu." Raja Brayen mengeluarkan ekspresi sok sedih.


"Menjauh lah dari dayang ku." Ucap Khan Freedlay menyela tangan di depan Miyuki.


"Hei dasar tidak sopan!!! "


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...

__ADS_1


__ADS_2