
"Eh?" Miyuki melirik ke arah Khan Freedlay.
"Maaf, sebenarnya setelah pesta ini aku ingin menjenguk mu. Jika tak bertemu dengan mu di pesta, hehehe." Ucap Miyuki menyengir.
Khan Freedlay hanya diam menatap wajah Miyuki, "cantik." Ia bergumam dengan suara yang kecil, sangat kecil.
"Apa?" Miyuki seperti mendengar sesuatu dari mulut Khan Freedlay.
"Tidak, tidak ada." Khan Freedlay mengalihkan pandangan nya.
Miyuki tersenyum jahil, "aku cantik ya? hehe." Miyuki sedikit mendekati Khan Freedlay.
"Apaan tidak kok, kau jelek seperti biasa." Khan Freedlay mengelak.
"Apa susah nya sih puji aku sedikit," Miyuki mencibir.
"Hahaha," Khan Freedlay tertawa karena respon Miyuki, lalu ia menjulurkan tangannya. Mengisyaratkan ajakan dansa.
"Mau kah Lady berdansa dengan ku?"
Miyuki tersenyum, "dengan senang hati, tuan." Miyuki membalas uluran tangan Khan Freedlay.
Mereka berdua berdansa di sana, sendirian, dengan di sinari cahaya bulan, dan di iringi dengan musik yang terdengar samar - samar dari aula pesta.
Kenapa rasanya berbeda ya saat aku berdansa bersama ray? batin Miyuki yang tengah berdansa dengan Khan Freedlay.
Di tengah - tengah pikirannya itu, Miyuki tak sengaja menginjak kaki Khan Freedlay. "Kamu mau balas dendam ya karena aku tadi mengejek mu?" Ucap Khan Freedlay.
Miyuki sedikit terkekeh, "kalau iya memangnya kenapa?" Ucap Miyuki dengan suara main - main.
"Fokus pada dansa nya, jangan injak kaki ku lagi." Ucap Khan Freedlay.
Miyuki tertawa, "iya iya tuan Freedlay."
"Darimana kau belajar bahasa itu?" Tanya Freedlay yang sedikit tersipu.
"Apanya?"
"Itu, 'tuan'."
"Astaga, habisnya kau memanggil ku Lady, jadinya aku memanggilmu 'tuan' deh."
Miyuki kehilangan keseimbangan karena sepatu hak nya terlalu tinggi, ia hendak terjatuh, tetapi dengan cepat Khan Freedlay menangkapnya.
__ADS_1
Butuh waktu sedikit lebih lama untuk mereka mencerna situasi, Khan Freedlay pun mendirikan Miyuki.
"Makanya hati - hati." Ucap Khan Freedlay.
"Sepatu ku terlalu tinggi, makanya aku hampir terjatuh." Jawab Miyuki dengan melihat sepatu hak miliknya.
"Sepatu gratis sih, makanya terjatuh." Sindir Khan Freedlay.
"Apa maksud mu?" Miyuki melirik wajah Khan Freedlay.
"Buang saja sepatu itu, dan semua barang - barang yang diberikan Raja itu kepadamu. Aku akan menggantinya dengan yang lebih bagus." Ucap Khan Freedlay.
"Tapi ini kan pemberian orang, masa aku membuang nya sih."
"Ya sudah, jual saja." Ucap Khan Freedlay tak mau kalah.
Miyuki hanya ternganga karena respon Khan Freedlay. Miyuki pun teringat kejadian di malam hari yang melihat Khan Freedlay bersama Putri Elena berbincang di halaman istana Khan Freedly.
"Kau memiliki hubungan dengan Putri Elena ya?" Tanya Miyuki sedikit ragu - ragu.
"Elena? Putri Mahkota kerajaan S.E? " Tanya Khan Freedlay.
Miyuki mengangguk, "iya."
"Tidak, waktu itu aku pernah melihat mu bertemu dengan putri Elena di halaman istana Pangeran Freedly di malam hari." Ucap Miyuki.
"Oh waktu itu ya." Jawaban Khan Freedlay dengan ambigu.
Miyuki menunduk, sepertinya benar, mereka memiliki hubungan, batin Miyuki.
Khan Freedlay mengangkat wajah Miyuki yang menunduk, "kenapa? kau cemburu ya?" Ucapnya dengan nada main - main.
"Tidak, untuk apa aku cemburu padamu! cih." Ucap Miyuki memutar bola mata malas.
"Hahaha, aku ingat. Waktu itu aku ingin menemui mu, dan kebetulan aku berpapasan dengan putri itu yang ingin menjenguk Freedly." Khan Freedlay menjelaskan.
"Untuk apa kau ingin menemui ku?" Tanya Miyuki penasaran.
"Karena aku ingin melihat wajah jelek mu yang sedang habis ketakutan setelah ingin dihukum mati." Ejek Khan Freedlay. aku kan tak bisa menjawab dengan jujur, jika aku ingin bertemu dengannya dan menenangkan nya yang habis ingin dihukum mati. batin Khan Freedlay.
"Apa - apaan sih! itu tak bisa menjadi alasan!" Jawab Miyuki yang sedikit emosi. Siapa coba yang tidak takut dihukum mati. Batin nya.
Khan Freedlay menatap Miyuki yang melihat ke arah lurus halaman istana, aku memang sudah menduga perasaan ku kepada dia, tapi sepertinya aku memang benar - benar menyukainya. Setelah mendengar jika ia mendapat gaun dari Raja itu, rasanya aku ingin datang ke ruangannya dan membuang barang - barang yang diberikan Raja itu. Batin Khan Freedlay.
__ADS_1
Disisi lain, tepat di samping teras mereka berdua berada, terdapat Raja Brayen yang tengah menguping pembicaraan mereka dan tentunya Raja Brayen dapat membaca pikiran Khan Freedlay.
"Dia hanya Pangeran kecil, ingin berebut wanita milik ku?!" Ucap geram Raja Brayen sembari menggenggam erat gelas minuman nya.
"Kau ingin menjadikan Lady Althea sebagai ratu ya?" Ucap Duke Frayen Vercia.
"Memang nya kenapa? dia sekarang sudah menjadi bangsawan, lebih mudah untuk ku menjadikan ratu ku." Jawab Raja Brayen.
Duke Frayen Vercia hanya melihat Miyuki dari kejauhan , jika dia masih berada di sini, mungkin ia akan mirip dengan Lady itu, batin Duke Frayen Vercia.
"Sudah lah, ikhlaskan saja dia sudah menghilang delapan tahun yang lalu. Mungkin dia sudah mati." Ucap Raja Brayen.
"Berhenti membaca pikiran ku, Brayen." Ucap Duke Frayen Vercia dengan menatap tajam Raja Brayen.
"Iya iya. Bukan nya aku tak mau berhenti, tetapi pikiran mu yang keluar dari tubuh mu dan aku tak sengaja membaca nya." Jawab Raja Brayen.
"Apa kau sudah menemukan siapa yang menyerang Miyuki semalam?" sambung Raja Brayen.
"Aku menemukan kandungan racun yang di produksi di Kerajaan Carhin. Tapi aku masih belum tahu apakah Kerajaan Carhin ada dibalik kejadian itu." Jawab Duke Frayen Vercia.
Kejadian Khan Freedlay dan Miyuki yang diserang prajurit bayaran di sembunyikan Kerajaan Khan. Kerajaan Khan menyelidiki kejadian itu secara diam - diam, mereka tidak ingin diketahui jika anggota Kerajaan ada yang terluka. Sebab itu Kerajaan Khan tetap mengadakan pesta di malam hari seolah - olah tidak terjadi apapun.
"Selidiki lebih dalam lagi, berani - berani nya mereka menganggu wanita ku." Ucap Raja Brayen.
Duke Frayen Vercia pun mengangguk dan pergi meninggalkan Raja Brayen sendirian. Ketika sudah agak jauh dari Raja Brayen ia bergumam, "aku harap Lady itu akan baik - baik saja."
Ia pun melanjutkan jalan nya. Di sisi lain ruangan ratu Khanya.
"Setelah lebih di selidiki lagi ternyata prajurit bayaran itu di kirim untuk mengincar Lady Althea." Ucap Seorang kesatria ratu Khanya.
"Lady Althea? Miyuki?" Tanya ratu Khanya.
Gadis itu lagi? batin ratu Khanya.
"Benar yang mulia." Ucap kesatria itu.
"Cari tahu apa penyebab nya, dan siapa - siapa saja orang - orang yang terlibat dengannya dan siapa saja yang tidak menyukai Lady Althea." Ratu Khanya teringat jika orang yang tak menyukai Miyuki adalah putri kedua Kerajaan S.E.
"Cari tahu, apakah putri kedua Kerajaan S.E terlibat dalam kejadian ini." Sambung ratu Khanya.
Karena mereka sudah melukai Freedlay, sekalipun dia adalah anggota bangsawan, dia harus membayar apa yang mereka perbuat.
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...
__ADS_1