
"Bagaimana jika memang aku peri terkutuk itu?"
Pikiran Miyuki mulai kacau, jika memang benar Miyuki adalah peri terkutuk itu ia harus segara pulang ke dunia asal nya.
"Tidak!" tegas Khan Freedlay, "kau bukan peri terkutuk itu, aku yakin."
"Bisa saja kan jika aku adalah peri terkutuk itu?" Sahut miyuki dengan menunduk.
Khan Freedlay hanya terdiam memikirkan cara untuk membuktikan bahwa miyuki bukanlah peri terkutuk itu.
"Miyuki, percaya saja pada dirimu sendiri, kau bukanlah peri terkutuk itu. Dan juga, kau berpura - pura lah tidak mengetahui rumor ini. Jika ada yang bertanya mengenai hal ini, kau bilang dengan percaya diri, kau bukanlah peri itu. Lalu, aku akan mencoba menghentikan rumor ini agar tidak menyebar luas." Khan Freedlay menenangkan Miyuki.
Miyuki hanya mengangguk, ia masih meragukan dirinya sendiri. Setelah menangkan diri, Miyuki pergi ke ruangan nya. Di ruangannya yang sepi, pikiran Miyuki masih saja tertuju kepada peri terkutuk itu.
Suasana ruangan yang hening pun pecah karena suara ketukan pintu. Ketika Miyuki membuka pintu, ia melihat Raja Brayen yang tengah membawakan teh dan camilan untuk Miyuki.
"Miyuki, apa aku boleh masuk?" Tanya nya.
"Iya, masuk saja." Miyuki mempersilahkan raja Brayen.
"Aku sudah dengar rumor itu. Apa kau baik - baik saja?" Tanya Raja Brayen, lalu meletakkan makanan yang dibawa nya ke meja.
Miyuki hendak menjawab, tapi ia mengingat pesan Khan Freedlay jika ada seseorang yang menanyakan pura-pura saja tidak mengetahuinya.
"Rumor apa?" Ucap Miyuki dengan tenang.
"Tidak perlu berbohong, aku bisa membaca pikiran mu." Jawab Raja Brayen, "jika kau tidak diterima di Kerajaan Khan, Kerajaan Layen siap menampung mu." Sambung raja Brayen.
Ah iya aku melupakan jika dia bisa membaca pikiran ku, batin Miyuki. "Tidak perlu, aku sampai akhir akan tinggal di kerajaan Khan."
"Jika kau ikut dengan ku ke Kerajaan Layen, kau akan menjadi ratu di sana. Apa kau akan tetap memilih di Kerajaan Khan yang sudah membuang mu ini?" Ucap raja Brayen.
Mendengar hal itu Miyuki pun menatap ke arah raja Brayen, "kau gila?"
"Iya aku gila. Gila karena kau." Jawab raja Brayen, kali ini ekspresi wajahnya terlihat sedang tidak main - main.
"..." Miyuki terdiam mendengar jawaban raja Brayen, "apa jangan - jangan rumor tentang aku calon ratu Kerajaan Layen itu adalah ulah mu?" Curiga Miyuki.
__ADS_1
Raja Brayen terdiam sejenak mendengar ucapan Miyuki, "hm... itu adalah opini bangsawan, aku tak ada campur tangan tentang hal itu." Jawab raja Brayen, yah.. kali ini ekspresi nya dengan wajah main - main.
Tuhkan ternyata rumor tentang aku adalah calon ratu kerajaan Layen adalah ulah nya. Batin Miyuki. "Tapi maaf Ray, aku tidak akan pernah mau menjadi Ratumu." Tolak Miyuki.
Ekspresi Raja Brayen terlihat serius, "kenapa? apa kau telah jatuh cinta dengan pangeran itu?" Raja Brayen melipat kedua lengannya.
Miyuki terdiam sejenak, "apaan sih, kenapa malah jadi membahas Freedlay?"
"Sepertinya iya kan? Aku tak pernah membahas Pangeran Khan Freedlay," Ucap Raja Brayen dengan suara dingin.
Miyuki tak dapat mengelak, iya juga ya dia kan hanya mengatakan Pangeran, bukan Pangeran Freedlay. Batin miyuki.
Suasana menjadi hening, tak ada salah satu dari mereka yang ingin memecah keheningan. Mereka berdua hanya terdiam, yang satu menunggu jawaban dan yang satunya lagi tak dapat menjawab.
Raja Brayen tak tahan dengan suasana canggung nya, ia mulai pembicaraan.
"Selain kau yang menyukai Pangeran Khan Freedlay, apa lagi alasan mu yang tak ingin menjadi Ratu ku?"
"Aku tak bisa." Miyuki menggelengkan kepala nya.
"Kenapa?"
"Belajar. Tak ada yang tak bisa kau lakukan jika kau ingin belajar. Kalau kau mau, kau pasti bisa." Bujuk Raja Brayen.
Miyuki terdiam sejenak, "bukan masalah aku ingin belajar atau tidak nya. Tapi, aku tak bisa menjadi Ratu mu karena aku-"
"Tak menyukai mu." Ucap Miyuki dengan nada rendah.
Dunia Raja Brayen serasa runtuh karena kata - kata yang keluar dari mulut Miyuki. Ia menggenggam kedua tangan nya tapi masih dengan ekspresi biasa saja.
"Ah begitu ya.." hanya itu yang keluar dari mulut Raja Brayen.
Suasana kembali hening, Miyuki menatap Raja Brayen dengan gelisah, apa kah aku menyinggung perasaan nya, tapi aku hanya mengatakan apa adanya. Batin Miyuki.
"Apa aku boleh mengejarmu?" Seperti sudah mempertimbangkan sesuatu, Raja Brayen berniat untuk membuat Miyuki jatuh cinta dengan nya.
Miyuki terdiam sejenak, bagaimana ini, aku tak pernah di kejar seseorang selama ini Pikiran Miyuki mulai ribut.
__ADS_1
Raja Brayen pun berdiri untuk keluar ruangan, "jika kau tak mengatakan apa pun, akan ku anggap iya. Sampai jumpa, my Lady." Raja Brayen mengedipkan sebelah mata nya lalu pergi.
"Eh-" aku kan belum menyetujuinya. Batin Miyuki.
Semenjak saat itu, Raja Brayen lebih sering menemui Miyuki diam - diam di Istana Khan Freedly.
Malam hari yang sunyi, terdengar suara ketukan jendela dari luar, Miyuki menghela napas panjang karena tahu siapa yang di balik jendela itu.
Miyuki membuka jendela nya, "sudah berapa kali kau menemui ku seperti ini, Ray."
Raja Brayen tersenyum memandang pujaan hatinya, "hehe, ayo ikut dengan ku. Kau pasti lelah kan seharian duduk di kursi dan memandangi dokumen-dokumen itu." Raja Brayen mengulurkan tangannya.
"Kemana?" Tanya Miyuki.
"Ada deh, ayo ikut saja kau pasti suka." Raja Brayen menarik tangan Miyuki dan mengajak nya ke suatu tempat yang sangat indah yang mungkin disukai oleh Miyuki.
.
.
"Sudah sampai belum?" Tanya Miyuki yang mata nya tertutup oleh kain. Raja Brayen sengaja menutup mata Miyuki karena ingin mengejutkan Miyuki.
"Sebentar lagi." Raja Brayen menuntun jalan Miyuki untuk sampai ke tempat tujuan mereka.
Miyuki merasa perjalanan nya sangat sulit, tak hanya sekali dua kali ia hampir terjatuh karena tersandung akar pohon dan batu.
Apa aku ingin dibawa ke Kerajaan Layen secara paksa? Batin Miyuki.
"Gak mungkinlah aku membawa mu ke Kerajaan Layen dengan berjalan kaki." Ucap Raja Brayen yang tak habis pikir dengan isi kepala Miyuki.
"Hehehe aku hanya menebak, hanya siasat." Miyuki menyengir.
Raja Brayen terhenti dari langkah nya, "sudah sampai." Ia pun membuka kain yang menutup mata Miyuki.
"Bagaimana? Indah bukan?" Ucap Raja Brayen dengan bangga, seperti menemukan suatu hal yang luar biasa.
Miyuki terdiam, mata Miyuki berbinar melihat apa yang ia lihat saat ini, suasana yang damai yang cocok sekali untuk beristirahat.
__ADS_1
...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...