Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 15


__ADS_3

Miyuki terkejut. "Aku- aku bisa makan sendiri."


"Aku sangat benci orang yang makan nya melambat - lambat karena pikiran yang konyol! Cepat buka mulut mu." jawab Khan Freedlay.


"Baik - Baik." Miyuki pun membuka mulutnya. Makanan itu mendarat ke mulut Miyuki. Daging panggang yang lembut, gurih, matang nya pas, membuat Miyuki bersemangat kembali.


Setelah selesai makan. Para pelayan pun berdatangan dan membawa semua peralatan makan untuk dibawa pergi ke dapur.


"Kau adalah orang pertama yang pernah memakai kasur ku, selimut ku, bantal ku, serta orang pertama yang pernah ku suapi adalah kau. Seharusnya kau bersyukur karena memiliki kesempatan seperti itu." Gerutu Khan Freedlay.


Perhitungan banget sih! Batin Miyuki. "Iya.. aku sangat sangat sangaaaattt bersyukur." Ucapan tidak ikhlas dari Miyuki.


"Kenapa ucapanmu terdengar tidak ikhlas begitu?" Tanya Khan Freedlay.


Aduh ketahuan dehh... batin Miyuki. "Tidak kok, aku mana mungkin berani berperilaku buruk kepada yang mulia pangeran." Ucap Miyuki.


"Haahh, sudah lah. Minumlah obat nya. Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku." Ucap Khan Freedlay lalu berdiri dan menuju keluar dari kamar nya.


"Baik lah, semangat." Sahut Miyuki.


Khan Freedlay pun berhenti sejenak lalu mengingat kejadian ketika Khan Freedlay berumur lima tahun. Ada seorang gadis kecil seumurannya berambut merah muda yang ada di ingatan nya dengan berkata, "Semangat Fedy!" Khan Freedlay hanya tersenyum kecil lalu keluar dari kamar nya dan menuju ke ruangan kerja.


Setelah Khan Freedlay keluar dari kamar nya. Miyuki meminum obat yang telah diberikan oleh dokter. Setelah di minum obat tersebut, miyuki pun mengantuk dan tertidur, "Aku mengantuk." Ucap Miyuki sembari mengucek mata nya.


Dia pun tertidur lelap.


Di sisi lain Khan Freedly


Setelah kembali dari istana utama, Khan Freedly pun pergi menuju ke tempat latihan berpedang nya.


"Ini pedang anda yang mulia." Ucap pengajar Khan Freedly.


Loh, kok guru pengajar ku ganti? Siapa yang sudah mengganti guru pengajar pedang ku!! pasti si Freedlay itu! batin Khan Freedly.


Seperti kata Khan Freedlay, latihan pedang Khan Freedly di tambah dan itu membuat Khan Freedly kesal, "Yang mulia, anda berlatih sampai lima jam. Seperti permintaan yang mulia pangeran pertama." Ucap pengajar tersebut sembari menyiapkan pedangnya.


"Apaa! Yang biasanya hanya tiga jam jadi lima jam? Aku harus menemui Freedlay!" Berontak Khan Freedly.


Apa boleh langsung memanggil nama pangeran pertama seperti itu, batin pengajar. "Itu adalah peraturan khusus yang diberikan oleh yang mulia pangeran pertama. Tidak bisa diganggu gugat!" Tegas pengajar.


Khan Freedly pun berlatih pedang dengan perasaan marah.


Di sisi lain Khan Freedlay.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Khan Freedly? Tumben dia tidak mencari masalah dengan ku." Ucap Khan Freedlay sembari mengerjakan pekerjaan nya.


"Yang mulia pangeran kedua tadi sempat berontak. Tapi karena saya menggantikan guru pengajar nya yang sedikit tegas mungkin.."


"Tidak! Itu tidak mungkin. Karena sifat Khan Freedly yang suka berontak dan membuat onar pasti tidak akan langsung menerima kenyataan." Khan Freedlay memotong perkataan pengurus istana.


Lima jam telah berlalu..


Di sisi lain Khan Freedly.


"Yang mulia pangeran, latihan berpedang anda sudah cukup sampai disini." Ucap pengajar.


Khan Freedly hanya diam dan menaruh kembali pedang nya lalu pergi ke kamar nya. Setelah sampai ke kamar nya, ia pun menghantamkan tubuh nya ke kasur. Aku lelah. Mungkin aku tidak bisa bertemu dengan Miyuki. Khan Freedly kecewa.


Karena lelah, Khan Freedly pun tertidur.


Malam hari... Khan Freedlay dan Miyuki.


Terdengar suara pintu kamar Khan Freedlay terbuka. Khan Freedlay menghampiri Miyuki untuk mengajaknya ke festival lampion. Sejak kecil Khan Freedlay sangat menyukai festival lampion dan pergi bersama seseorang yang sangat berarti baginya. Tetapi semenjak seseorang itu sudah tidak ada dia memutuskan untuk pergi seorang diri.


"Apa kau sudah baikan? Tidak ada yang sakit?" Tanya Khan Freedlay.


"Tidak ada. Coba lihat aku baik baik saja." Ucap Miyuki sembari lompat lompat di lantai.


" Bagus lah." Khan Freedlay pun mengambil sesuatu dilemari nya. "Ini pakai lah."


"Jubah bertudung. Untung saja aku punya dua, jadi kita bisa pergi diam diam ke festival." Ucap Khan Freedlay.


"Festival?" Tanya Miyuki sembari tersenyum semangat.


"Iya, malam ini adalah festival lampion. Kau mau ikut atau tidak?" Ucap Khan Freedlay.


"Tentu saja mau!" Miyuki semangat.


Mereka pun memakai jubah bertudung tersebut, "Mengapa harus menggunakan ini?" Tanya Miyuki.


"Aku adalah anggota kerajaan tentu saja harus menggunakan nya agar tidak ketahuan. Lebih tepat nya agar tidak terlihat mencolok." Ucap Khan Freedlay.


"Maksud ku bukan kau, tapi aku. Kenapa aku juga harus menggunakan nya?" Tanya Miyuki.


"Kau tidak sadar ya? Warna rambut dan warna mata mu itu akan membuat orang orang di festival terkejut dan mengira kau adalah ratu yang kembali muda." Ucap Khan Freedlay, "Sudah lah, ayo kita berangkat." Khan Freedlay pun tiba tiba menggendong Miyuki di pelukan nya dan terjun lewat jendela.


"Aaaaaaaaa!!" Miyuki terkejut. Kenapa tidak bilang kalau akan pergi lewat jendela! Lalu tiba tiba menggendong ku! Bisa kah bilang bilang dulu jika aku harus di gendong!

__ADS_1


Sesampai nya di festival, "Kepala ku pusing! Turun kan aku!" Ucap Miyuki.


Khan Freedlay pun menurunkan Miyuki, "Kenapa harus keluar lewat jendela dan pergi diam diam sih?" Tanya Miyuki.


"Karena keluarga kerajaan itu istimewa harus di jaga ketat, jika kita lewat pintu utama maka kita tidak diperbolehkan keluar. kalaupun mendapat izin pasti harus membawa pengawal sebanyak banyak nya. Itu sangat tidak nyaman. penduduk sekitar pasti akan ketakutan dan canggung." Jawab Khan Freedlay.


"Jadi karena itu kita harus pergi diam diam?" Tanya Miyuki.


"Benar." Ucap Khan Freedlay.


"Oh iya yang mulia-"


"Apa kau akan memanggil ku Yang mulia di tempat yang ramai ini?" Tanya Khan Freedlay.


Miyuki sempat terdiam untuk memikirkan dengan apa dia harus memanggil Khan Freedlay, "ermm.. bagaimana jika 'Oh iya Adikku? " Ucap Miyuki.


"Pufftt" Khan Freedlay menahan tawa.


"Hahaha seperti nya aku lebih tua dari mu, Miyuki." Ucap Khan Freedlay.


"Bulan ini aku berumur 16 tahun!" Ucap Miyuki kesal.


"Aku juga bulan ini berumur 16 tahun." Ucap Khan Freedlay.


"Bisa saja aku lahir lebih dulu di banding kamu." Ucap Miyuki. Aku tidak menyangka bahwa orang yang di depan ku ini berumur sama seperti ku. Aku mengira dia sudah berumur 20 tahunan. batin Miyuki.


"Baiklah terserah kau saja." Ucap Khan Freedlay. Aku tidak menyangka bahwa umur kita sama, batin Khan Freedlay.


"Baik lah Adikku. " Ucap Miyuki senang.


"Ya Kakak... " Ucap Khan Freedlay. Dasar gadis konyol. Batin Khan Freedlay sembari tersenyum.


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...


Jangan lupa berikan


- Like


- Komen


- Favorit


- Ranting

__ADS_1


Terbaik kalian✨😉


...TERIMAKASIH...


__ADS_2