
"Iya ibu, saya masih hidup." Ucap Khan Freedly lemah, sambil membalas pelukan ratu Khanya, "ibu, kiki tidak bersalah bahkan dia menyelamatkanku. Saya mohon agar ibu menarik kembali hukuman nya." Khan Freedly pun bersujud di depan ratu Khanya.
Ratu Khanya yang tidak tega melihat anaknya bersujud, langsung membangunkannya, "baiklah. Ketika melihat kau muncul disini aku sudah menarik kembali hukumannya. Jadi berdirilah anak ku." Ratu Khanya mendirikan Khan Freedly yang tengah bersujud di depannya.
"Terimakasih ibu, uhuk uhuk," terdengar suara Khan Freedly yang serak dan batuk. Melihat itu ratu Khanya langsung menyuruh Khan Freedly di antar ke kamar Khan Freedly untuk beristirahat.
"Beristirahat lah Freedly, kau masih sakit." ucap khawatir ratu Khanya. "dan Miyuki, kau dibebas kan dari hukuman." sambungnya lagi.
Miyuki menghapus air mata nya dan tersenyum, "terimakasih yang mulia." walau sudah dihapus, air mata Miyuki tetap keluar tapi Miyuki masih tetap tersenyum itu adalah air mata kebahagiaan.
Ratu Khanya tersenyum tipis, "Maaf kan aku karena terlalu gegabah mengambil keputusan. Karena kau sudah menyelamatkan anggota kerajaan, kau pantas mendapat hadiah. Akan ku berikan kau gelar bangsawan Baroness Althea (penyembuh), dan sebagai permintaan maaf ku, kau akan naik pangkat menjadi kepala pengurus istana Khan Freedly."
a-apa?! sudah dapat kenaikan pangkat, tapi aku juga mendapat gelar bangsawan?! batin Miyuki. "T-terimakasih yang mulia ratu." Miyuki membungkuk memberi rasa terimakasih.
"Kau tidak perlu berterimakasih, kau pantas mendapatkannya." ucap ratu Khannya.
Raja Brayen menyeringai, karena dia sekarang sudah menjadi bangsawan walau tidak memiliki wilayah kekuasaan, aku akan sedikit lebih mudah untuk menjadikannya ratu ku.
Khan Freedlay tersenyum bahagia, walau sekarang Miyuki bukan lagi dayang nya tetapi dia merasa lega Miyuki tidak di hukum mati. Lalu ia melirik dokter Khan Freedly yang tengah mengkhawatirkan dirinya sendiri karena tuduhan nya terhadap Miyuki.
"Jadi, dokter apa kau bisa mempertanggungjawabkan tuduhan mu atas Miyuki?" sindir Khan Freedlay. Karena ucapannya itu perhatian ratu Khannya berpindah ke dokter itu.
" Karena atas tuduhan tak berdasar, dokter istana Khan Freedly akan di beri hukuman cambuk lima puluh kali dan tidak diperbolehkan untuk masuk ke istana kerajaan Khan lagi, pengadilan di tutup." Ratu Khannya memberi titah, lalu pergi dari ruangan bersama Khan Freedly.
"Yang mulia ratu, saya mohon jangan usir saya! yang mulia saya mohon!!" teriak memohon dari dokter itu, lalu ia di seret ke tempat hukuman cambuk lalu di usir dari kerajaan Khan.
Semua saksi yang ada sana satu persatu keluar dari ruang pengadilan. Khan Freedlay memeluk Miyuki. "Syukurlah tidak terjadi apa - apa padamu Miyuki."
"Kan sudah ku bilang, aku tidak bersalah." Miyuki membalas pelukan Khan Freedlay. Sangat terlihat kedekatan antara mereka berdua. Ditengah - tengah itu Raja Brayen berdehem. Miyuki dan Khan Freedlay pun melepas pelukan mereka.
"Selamat nona atas naik jabatan nya, oh bukan nona sekarang tapi.. Lady Althea?" ucap Raja Brayen dengan tersenyum.
__ADS_1
Putri Charl berlari memeluk Miyuki, "Lady Althea!! selamat atas naik jabatan nya! sekarang Lady adalah bangsawan bisa dong nanti aku mengundang Lady ke acara pesta teh nona bangsawan?" Putri Charl tersenyum lebar.
"Eh.. aku masih belum terbiasa dengan panggilan itu, jadi-" perkataan Miyuki terpotong karena ucapan Khan Freedlay. "Terbiasa atau tidak kau harus mulai membiasakan diri dengan panggilan itu Lady." ucap Khan Freedlay dengan main - main.
"Cukup, kita kan sudah saling kenal jadi panggil saja aku Miyuki."
Semua orang disana tertawa. Dengan ucapan lembut, putri Mahkota kerajaan S.E, S.Elani Viviana memberi ucapan selamat. "Selamat Lady Althea, jika anda berkenan mau kah anda berteman dengan saya juga?" Ucapnya dengan tersenyum lembut.
Miyuki terharu, ia merasa bahagia mendapat teman baru, "yang mulia putri, jika anda mau berteman dengan saya, maka sebuah kehormatan bagi saya. Terimakasih yang mulia putri." ucap Miyuki.
"Ya ampun, bolehkah aku memanggil mu Miyuki juga? sebagai gantinya kau boleh memanggil ku Elani." Ucap Putri S.Elani Viviana.
"Baik putri Elani."
Dengan malu - malu Putri S.Elena Violani memberi selamat, "selamat Miyuki- eh maksudku Lady Althea."
"Terimakasih yang mulia putri." ucap Miyuki dengan tersenyum, ia terkejut jika putri yang memusuhinya ini telah berubah menjadi lebih baik.
"Jangan kau dengarkan Miyuki, dia hanya iri." ucap Putri Charl dengan sinis menghadap ke arah keluarnya Putri Lailin.
"Iya, tidak akan ku dengarkan kok." Ucap Miyuki dengan tersenyum.
Pangeran Leovan Ling Charl menghampiri Putri Charl, "Lin ayo kita kembali ke ruangan kita kau harus istirahat, dan selamat untuk mu Lady."
"Terimakasih,"
"Baiklah kak, ayo." Putri Lin dan pangeran Leovan kembali ke tempat khusus mereka yang sudah disiapkan di kerajaan Khan.
"Kami juga pamit lebih dulu, Miyuki. Sampai jumpa." ucap Putri Elani. Lalu kedua putri kerajaan S.E pergi ke tempat khusus mereka.
"Tinggal kita bertiga deh, Lady Althea jika kau berkenan mau kah kau pergi berjalan jalan bersama ku?" Ucap Raja Brayen.
__ADS_1
"Tidak ku izinkan." Khan Freedlay menengahi mereka.
"Dia kan sudah bukan lagi dayang mu Khan Freedlay. Jadi kau tidak ada hak untuk melarang Miyuki."
Khan Freedlay tak dapat berkata apa - apa lagi karena memang benar apa yang dikatakan Raja Brayen bahwa dia sudah tidak ada hak atas Miyuki.
"Sudah cukup, kalian berdua saja yang jalan - jalan, aku ingin istirahat." sudah banyak kejadian kejadian yang menimpa ku, aku lelah aku butuh waktu sendiri.
"Sampai jumpa pangeran, dan yang mulia raja." Miyuki menunduk memberi salam dan keluar dari ruang pengadilan.
Setelah keluar dan berjalan agak jauh dari ruang pengadilan dia bertemu dengan teman - temannya, Iris, Marylin, dan Lala. Air mata Miyuki tiba - tiba saja keluar dengan sendirinya.
Mereka bertiga memeluk Miyuki, "Tidak apa - apa ya Miyuki, semua sudah selesai kau akan baik - baik saja." Ucap Marylin.
"Benar, kau akan baik - baik saja Miyuki, kau sudah terlewat dari krisis besar, kau gadis berani." ucap penyemangat Iris.
"Iya kau gadis berani, kau hebat Miyuki!" ucap peri lala dengan semangat.
"Terimakasih teman - teman." Ucap Miyuki dengan mengusap air mata nya.
"Jangan menangis, kau jelek jika menangis." Ucap peri lala dengan mengejek, walau dia sendiri juga menangis sedikit.
Mereka berempat pun berjalan bersama menuju ruang khusus pelayan.
Di ruangan Miyuki, mereka membantu membereskan barang - barang Miyuki yang hendak di bawa ke ruangan khusus pengurus istana Khan Freedly.
"Miyuki, ku dengar selain menjadi pengurus istana pangeran kedua kau juga mendapat gelar bangsawan kan?" tanya Iris.
"Benar, kenapa Iris? " ucap Miyuki dengan gugup, apakah mereka akan menjauhi ku karena aku sekarang menjadi bangsawan? aku takut..
...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...
__ADS_1