Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 29


__ADS_3

Khan Freedlay pun menyadari Miyuki menatap lukisan itu, "dia adalah Raja kerajaan Khan, ayah kami." ucap Khan Freedlay.


Raja Khan? "pantas saja lukisan ini mirip kalian, Ngomong - ngomong sekarang ada dimana raja Khan?" Tanya Miyuki. Khan Freedlay terdiam sejenak, sebelum mengatakan dengan ragu - ragu.


"Ayahanda meninggal setelah peperangan delapan tahun yang lalu." ucapnya.


Miyuki merasa bersalah dengan pertanyaan nya, ia merasa bahwa telah mengungkit perasaan sakit Khan Freedlay, "maaf." ucap Miyuki. "Pasti yang mulia Raja Khan sangat bangga kepada kedua anak nya yang tumbuh persis dengan dirinya." sambung Miyuki dengan wajah tersenyum.


"Haha kau bisa saja." Khan Freedlay tertawa pahit.


"Kiki, aku tidak pernah melihat ayah secara langsung, begitupun juga dengan ayah. Dia jahat sekali meninggalkan diri ku yang belum lahir," ucap Khan Freedly dengan menyentuh lukisan ayah nya.


Miyuki menatap Khan Freedly, "apa? belum lahir? jangan bilang ketika peperangan, yang mulia ratu Khanya sedang mengandung pangeran Freedly?" tanya Miyuki terkejut, pasti sulit bagi ratu Khanya menghadapi kerajaan nya yang sedang berperang dengan dirinya yang tengah mengandung.


Khan Freedlay menyahut, "benar, ketika melawan musuh menggantikan ayah, ibunda tengah mengandung Freedly."


Apa? melawan musuh? "berarti yang mulia ratu ikut berperang?" Miyuki terkejut dengan pernyataan Khan Freedlay.


"iya, karena saat itu-"


Delapan tahun yang lalu.


"Kerajaan diserang!! Benteng kerajaan telah di tembus musuh! Segera lindungi yang mulia ratu!"


Ketika ratu hendak di pindahkan ke tempat yang aman, seorang pengawal kerajaan memberitahukan kabar buruk, "yang mulia ratu! Yang mulia Raja Khan di tangkap musuh! "


Ratu Khanya yang mendengar itu langsung memutuskan untuk melawan musuh tak peduli dengan kondisinya yang tengah mengandung. Dayang ratu Khanya sudah berusaha menghentikan ratu Khanya yang tengah mengandung besar, tetapi keputusan ratu Khanya sudah bulat demi kerajaan nya.

__ADS_1


Ratu Khanya mengingat bahwa ia mempunyai anak yang mewarisi kekuatan peri nya, ia berniat untuk mengirimnya ke dunia peri agar tidak di incar musuh, "panggil lily dan dayang Freedlay untuk mengamankan anak - anak ku." ia pun pergi keluar istana.


Dengan kekuatan peri nya, ia memanggil naga nya untuk menghampiri musuh. Mau tak mau, ia harus melawan menggunakan kekuatan peri nya. Naga yang yang dipanggil nya pun telah tiba, ia menaiki naga itu dan mengelus perutnya yang besar, "kau pasti bisa bertahan anak ku, kau harus lahir." setelah itu, ratu Khanya bersama naga nya terbang menghampiri musuh.


Dengan kekuatan nya yang besar, ia menyerang musuh tanpa ampun. Tempat peperangan seperti lautan darah, perang itu adalah peperangan terkejam sepanjang sejarah kerajaan Khan. Ratu Khanya mencari sekeliling untuk menemukan Raja Khan, tapi tak membuahkan hasil.


"Lalu apakah yang mulia Raja ditemukan?" tanya Miyuki.


"Ketika peperangan selesai, diumumkan Raja Khan meninggal dunia bersama para musuh." jawab Khan Freedlay.


"Jadi begitu. Lalu semua orang sudah mengetahui jika ratu Khan adalah peri?" tanya Miyuki dengan penasaran.


"Iya, itu bukan lagi rahasia umum di dalam kerajaan Khan." Jawab Khan Freedlay.


Khan Freedly menengahi mereka, "sudah cukup nostalgia nya, ayo kita jalan - jalan lagi."


"Kenapa tidak ada lukisan anggota keluarga kerajaan Khan yang bersama? hanya terdapat jejak pahlawan saja dan beberapa lukisan anggota kerajaan terdahulu." Miyuki penasaran.


"Kami tidak sempat untuk melakukan potret lukisan, karena ayahanda sudah tiada dan beberapa hal yang lain." Melihat Khan Freedlay yang tidak ingin membahas lebih lanjut, akhirnya Miyuki berhenti bertanya.


Seharian mereka bertiga menghabiskan waktu bersama di istana utama, Miyuki pamit undur diri lebih dulu karena pekerjaan nya masih banyak yang belum terselesaikan.


"Pangeran Freedly, sudah sore, saya harus pergi mengerjakan pekerjaan saya. Saya permisi dulu, bermainlah bersama pangeran Freedlay, sampai jumpa." Miyuki menitipkan Khan Freedly ke Khan Freedlay.


"Tunggu aku juga mau kembali, ayo kita bareng saja kiki, aku tak mau bersama dengan manusia ini." Khan Freedly menarik tangan Miyuki dan pergi dari istana utama.


Kini Khan Freedlay sendirian di dalam istana utama. "haahh dasar." Khan Freedlay juga pergi dari istana utama dan menuju istananya sendiri.

__ADS_1


Miyuki dan Khan Freedly sampai di istana Khan Freedly. Mereka harus berpisah karena ruangan mereka berbeda, "Miyuki mau kah kau malam ini makan bersama ku?" tawar Khan Freedly.


"Baiklah pangeran Freedly, sampai jumpa nanti malam." Miyuki menjanjikan bahwa ia akan makan malam bersama Khan Freedly.


Diruangan Miyuki, sudah terdapat setumpuk dokumen pekerjaan nya, "haahh mari kita bekerja." Miyuki mulai memeriksa dokumen - dokumen pekerjaan nya.


Malam harinya, Miyuki datang ke ruang makan sedikit terlambat karena pekerjaan nya yang banyak, pangeran Khan Freedly sudah menunggu setengah jam di ruang makan. "Kiki! akhirnya kau datang! aku takut kau lupa dengan janji mu." cemberut Khan Freedly.


"Yah.. haha maaf pangeran, pekerjaan ku banyak sekali." Miyuki duduk di kursi samping Khan Freedly.


Terdengar suara langkah kecil mendekat ruang makan, "Lady Althea! aku datang berkunjung! barusan aku bertanya kepada pelayan katanya Lady Althea di ruang makan jadinya aku berkunjung kemari hehe." suara ceria yang khas yang dimiliki putri Charl Lin Lottie.


"Putri Charl? kemari lah, kita makan bersama - sama." ajak Miyuki.


"Panggil saja aku Lin! kalau begitu aku tidak akan sungkan ya makan bersama kalian hehe." Putri Lin menarik kursi kosong di dekat Miyuki dan duduk di sampingnya. Sekarang Miyuki di apit oleh dua bocil.


"Dasar membuat onar. Datang - datang langsung minta makan." judes Khan Freedly.


"Apaan sih, aku kan datang bukan untuk berbicara padamu!" ucap putri Lin kepada Khan Freedly. "Oh iya Lady, aku ingin mengadakan pesta teh ketika acara perburuan." sambungnya lagi.


"Pesta teh?" tanya Miyuki. memang benar sih di jaman kerajaan begini mengadakan pesta teh adalah salah satu bentuk para Lady bangsawan menjalin koneksi dengan Lady bangsawan lainnya.


"Oh iya, kiki aku lupa mengatakan hal ini kepadamu. Tiga bulan lagi kerajaan Khan akan mengadakan acara perburuan setiap satu tahun sekali, dan biasanya para Lady akan menunggu para peserta perburuan dengan menikmati pesta teh sekaligus menambah koneksi sosialita." Ucap Khan Freedly.


"Begitu ya, apa wanita boleh ikut perburuan?" tanya Miyuki.


Sosialita, nama nya saja yang manis tetapi sebenarnya adalah perang yang menggunakan akal dan kecerdasan para Lady dan nyonya bangsawan. Salah salah aku bisa saja menjadi makanan mereka, apalagi aku hanya gelar baroness dan latar belakang ku adalah rakyat jelata.

__ADS_1


...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...


__ADS_2