Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 6


__ADS_3

Seperti ada yang mengganjal di benak Miyuki setelah meninggalkan wanita tua tersebut. Aku kenapa? mengapa serasa sesak dibenak ku.. Miyuki yang menyentuh dada nya menggunakan kedua telapak tangannya membuat peri lala penasaran.


"Kau kenapa Miyuki?"


"Hah? aku... tidak papa, hanya saja ada yang mengganjal di benak ku.'' Pikiran Miyuki masih tertuju pada ucapan orang orang yang mengatakan bahwa dirinya mirip dengan seseorang.


"Apa yang mengganjal?coba aku lihat."


"Ini perasaan."


"Oh, aku kira makanan yang mengganjal di dada mu."


"Haih"


Dasar peri Lala, tapi.. apa dia tidak tahu apa itu perasaan? apakah peri seperti itu? jika aku menanyakan langsung mungkin dia akan tersinggung, sudahlah lupakan saja.


"Oh ya... ngomong ngomong bagaimana bisa kau mengatakan bahwa kerajaan Khan ini di jaman terdahulu?"ucap peri Lala penasaran.


"Yah.. tertulis di novel seperti itu." ucap Miyuki sembari senyum.


"Novel?? Berarti kau sudah tau dong cerita cerita nya dan tokoh tokohnya?"ucap peri Lala penasaran.


"Sebenarnya, kalau boleh jujur sih.. aku baru membuka prolog nya saja, kebanyakan prolog itu akan menceritakan tokoh utama kan? tetapi... prolog nya hanya menceritakan soal kerajaan." ucap Miyuki sembari menjelaskan.


"Boleh kah, aku mendengar cerita kerajaan nya?"ucap peri Lala, penasaran.


"Baiklah."


"Di cerita, ada 5 Kerajaan. Kerajaan paling Kuat yang pertama adalah kerajaan KHAN, kerajaan Khan memiliki lambang sepasang sayap yang di atasnya terdapat mahkota berlian.


Yang ke dua kerajaan LAYEN, kerajaan yang memiliki lambang kepala singa emas.


Yang ke tiga kerajaan CHARL, memiliki lambang tongkat sihir.


Yang ke empat kerajaan S.E, memiliki lambang Ruby.


Yang ke lima kerajaan CARHIN, memiliki lambang Bunga Mawar."


"Alasannya?" ucap peri Lala, heran.


"Hmm..."Miyuki hanya menggeleng gelengkan kepala nya, "Aku hanya membaca sampai di situ saja prolog nya."


"Haiih.. jadi, kau hanya mengetahui tentang kerajaan nya saja? lalu kenapa kau hanya baca prolog nya saja?"ucap peri Lala terheran heran dengan sikap Miyuki.


"Itu novel online, novel baru tentu saja hanya prolog nya saja yang keluar, Dan tiba tiba keesokan nya aku memasuki tirai museum dan masuk ke dunia novel yang bahkan aku belum tahu alur ceritanya, mana yang jahat dan mana yang baik."ucap Miyuki sembari mengangkat bahu.

__ADS_1


"Sudahlah." ucap peri Lala.


Miyuki dan peri Lala pun mengikuti instruktur peta yang di berikan oleh Freedly, Sore hari pun tiba... mereka sampai di depan gerbang istana Khan. Miyuki terheran, kenapa sepi sekali... seharusnya ada banyak orang kan yang ada di sekitar sini untuk mengajukan diri menjadi pelayan pribadi pangeran ke 3? tapi.. disini kosong melompong, hanya ada 2 penjaga gerbang istana.


Salah satu penjaga sedikit mencodongkan wajahnya untuk melihat wajah Miyuki, "yah memang benar sih aku pendek tapi, gak gini juga kan!! "mungkin karena dia yang terlalu tinggi.


"Ada urusan apa nona datang kemari? apakah sudah meminta izin dari anggota keluarga kerajaan?" ucap si penjaga tersebut.


"Ya.. kami ke sini untuk menjadi pelayan pribadi pangeran kedua." ucap Miyuki dengan santai.


"Kami?? apa kau membawa teman?" ucap penjaga dengan penasaran.


"Bukan kah kata pangeran kedua hanya satu orang saja? berciri ciri berambut pink, bermata biru?"penjaga lainya berkata kepada penjaga yang menanyakan Miyuki dengan suara kecil.


"Em.. ya... maksud ku-"


"eh saya bukan kami, ak- aku hanya gugup."Ucap Miyuki gemetaran.


"Begitu saja gemetaran." ucap peri Lala.


"Ck" Miyuki kesal, sembari melirik peri Lala, peri Lala hanya bersikap diam dengan melipat kedua tangan nya.


"Mengapa kau mengecap bibir, nona?"ucap salah satu penjaga.


"Hahahaha tidak papa, hanya saja gigi ku sedikit gatal." ucap Miyuki tersenyum canggung.


"Baiklah, nona boleh masuk."ucap penjaga.


Penjaga kerajaan pun membukakan pintu gerbang, Miyuki dan peri Lala pun memasuki halaman depan kerajaan. Setelah memasuki halaman, mereka di sambut pelayan lainya untuk menunjukan jalan istana pangeran kedua.


Penjaga istana pun menutup kembali pintu gerbang, lalu mereka saling bertatapan.


"Kau menyadari sesuatu tidak?" ucap penjaga sebelah kiri.


"Ya, tentang nona calon pelayan tadi kan?" penjaga sebelah kanan.


"Benar." penjaga sebelah kiri.


"Dia mirip dengan ..." ucap kedua penjaga lalu mereka tertawa bersama "Hahahaha."


"Tapi, aku tidak pernah dengar beliau memiliki saudara kembar." penjaga sebelah kanan.


"Aku juga." penjaga sebelah kiri.


Lalu mereka saling menatap dan tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Seperti nya bakal ada gosip baru lagi ini nanti. hohoho." Penjaga sebelah kiri.


Disamping itu ...


Miyuki dan peri Lala pun menuju ke istana pangeran kedua di tuntun oleh para pelayan, setelah sampai di sana terdapat para pelayan lain dan kepala pengurus pelayan. Para pelayan dan kepala pengurus pelayan terkejut melihat Miyuki, semua orang di ruangan itu menatap Miyuki dengan tampang terkejut.


"Waw... memang novel, sampai sampai pelayan nya pun menggunakan seragam gaun hitam bercelemek putih" Miyuki memindahkan pandangannya kepada sosok wanita paruh baya, "dan yang menggunakan pakaian gaun berwarna merah polos dan terlihat yang paling tua, itu pasti kepala pengurus pelayan."


"Ekhem," salah satu pelayan berdehem.


"Selamat nona, anda telah di pilih sendiri oleh yang mulia pangeran kedua."ucap kepala pelayan.


"Bagaimana mungkin? apakah tidak ada tes?" ucap Miyuki, kebingungan. Lalu tiba tiba ada suara familiar dari atas tangga, ya.. itulah pangeran kedua.


"Tidak perlu kakak Miyuki."


Miyuki dengan ekspresi terkejut melihat ke arah sumber suara, itu adalah KHAN FREEDLY, "Freedly?!" ucap Miyuki terkejut.


Kepala pengurus pelayan menengahi, "ekhem... jaga omongan nona, kau seharusnya menggunakan kata yang 'Yang mulai pangeran'."ucap kepala pelayan.


"Tidak apa apa, dia hanya terkejut karena sebelumnya kita pernah bertemu, tapi aku tidak mengungkapkan identitas ku." ucap Khan Freedly.


"Oh jadi begitu, maaf kan saya yang mulia." kepala pengurus pelayan itu pun menunduk kepada Khan Freedly.


"Tidak apa apa."


Bersamaan dengan itu, Miyuki yang mengetahui kebenaran sedang syok berat. Apa? ternyata Freedly adalah orang yang meminta ku untuk menjadi pelayan pribadi pangeran ke 3, dan yang tak lain adalah diri nya sendiri!?


Disamping itu peri Lala hanya bersikap seolah olah dia mengetahui kebenaran sejak lama, (Sebenarnya tidak) hanya bersikap santai, padahal dia juga terkejut.


"Jadi anak kecil kemarin itu adalah yang mulia pangeran Khan Freedly?" ucap Miyuki, gembira.


"Ya. Jangan panggil aku yang mulia pangeran Khan Freedly, tapi pangeran Freedly saja, kan lebih mudah." ucap Khan Freedly.


Para pelayan dan kepala pengurus pelayan yang di ruangan tersebut terkejut bukan kepalang dengan sifat pangeran kedua yang arogan itu berubah seketika menjadi anak kecil penurut dan lucu, padahal belum masuk kerja tetapi pangeran sudah menyuruhnya menggunakan nama? kayak nya ada yang gak beres nih dengan pangeran kedua.


"Jadi, bagaimana? apakah kakak Miyuki mau jadi dayang ku?"ucap Khan Freedly.


" apa? 'dayang' bukan pelayan?"


Lalu tiba tiba ada suara dari luar ruangan,"Tidak. dia akan jadi 'dayang' ku"


note : di sini jabatan dayang bangsawan lebih tinggi karena hanya perlu mengurus bangsawan, sedangkan pelayan mengerjakan pekerjaan kasar.


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...

__ADS_1


.


__ADS_2