
Tiba - Tiba pelayan putri S.Elena Violani memberitahukan bahwa Miyuki telah sadar.
"Bawa pelayan itu kesini!" Ucap Ratu Khanya.
Disisi lain (Miyuki)
"Huhuhu Miyuki.. ayo sadar.. "
"Miyuki, kenapa kau selalu mengalami kejadian yang tak terduga, sadar lah miyukiii !! "
Miyuki membuka sedikit matanya, suara tangis?
Ketika membuka mata, tampak Lala, Iris, dan Marylin ada disekitaran Miyuki. "Ughh tanganku.." Marylin dan Iris langsung memeluk Miyuki.
"Miyukiii akhirnya kau sadar, huhuhuhu aku takut kau sudah.. " Ucap Marylin.
"Aku baik - baik saja Marylin."
"Kenapa kau selalu tertimpa hal seperti ini Miyuki, baru beberapa hari kita tidak bertemu. kau harus banyak istirahat dan jangan lakukan pekerjaan berat." Ucap Iris.
"Ehh lalu bagaimana dengan pekerjaan ku jika aku tidak boleh melakukan pekerjaan berat?" Tanya Miyuki.
"Tenang saja, kami akan membantu. Kita kan teman, jadi harus saling membantu." Ucap Iris.
"Iya, serahkan saja pada kami Miyuki!! " Ucap Marylin dengan semangat.
Terdengar suara pintu terketok, ternyata itu adalah pengawal yang diutus oleh ratu Khanya untuk menjemput Miyuki. "Apa kau yang bernama Miyuki?"
"Benar, ada apa tuan pengawal?"
"Kau harus ikut kami menghadap Yang mulia Ratu. Karena insiden pangeran kedua dan Tuan putri kerajaan Charl." ucapnya tanpa ekspresi.
Iris merasa tidak terima, "apa? tapi Miyuki tidak bersalah! " Ucap Iris.
"Iya, kalian tidak punya hak untuk membawa Miyuki! dia tak bersalah!" Sambung Lala.
"Benar, Miyuki tak bersalah." Marylin memeluk Miyuki.
__ADS_1
"Tidak apa - apa teman - teman. Aku akan menemui yang mulia ratu, tidak akan terjadi apa apa pada ku kok. Tenang saja. " Toh sepertinya ini kesalahan ku juga.. aku harus bertanggung jawab.
"T-tapi Miyuki.." Ucap Marylin khawatir, terdengar suaranya yang gemetar.
"Tidak apa apa, aku akan segera kembali." Miyuki mengikuti kedua pengawal itu.
Sesampainya di istana ratu.
Dengan suara merendah pangeran Leovan bertanya, "jadi kau, yang membuat adik ku berduel dengan pangeran kedua?! " Ucap Pangeran Leovan Ling Charl.
"Berlutut!!" Ucap pengawal dibelakang Miyuki.
"Pangeran Charl, Miyuki tidak bersalah! dia tidak ada hubungannya dengan kejadian ini! " Bantah Khan Freedlay.
"Dia pasti ada hubungannya dengan kejadian ini! dia harus dihukum!" Ucap Putri S.Elena Violani.
Apa aku pernah berbuat salah terhadap putri itu? kenapa dia mendukung kuat untuk menghukum ku?
"Cukup!!!" Suasana istana ratu terasa hening, lalu ratu Khanya memulai pembicaraan, "Miyuki, apa kejadian ini ada campur tangan mu?" Tanya Ratu Khan.
"Maaf kan hamba yang mulia, hamba seharusnya menghentikan Pangeran Kedua dan Tuan putri Charl." ucap Miyuki dengan membungkuk di hadapan ratu Khanya.
"Ibunda-" Belum selesai Khan Freedlay berkata, Ratu Khan memotong kalimat Khan Freedlay.
"Cukup Khan Freedlay, Miyuki kamu akan dikeluarkan dari istana ini dan dikeluarkan dari negara ini."
Hanya seperti itu saja hukumanya? Tapi lumayan lah dia akan pergi jauh dari sisi Freedlay. Batin Putri S.Elena Violani.
Untung saja tidak sampai pengal kepala, jika Miyuki hanya dikeluarkan berarti Miyuki mendapat kasihan dari Ratu. Dengan begitu dia bisa mendapat hidup yang lebih baik. Batin Khan Freedlay.
Jika aku dikeluarkan dari istana ini bagaimana aku bisa pulang ke dunia ku ?
"Yang mulia, hamba mohon.. beri hukuman kepada hamba selain dikeluarkan dari istana ini. " Aku mohon, jangan keluarkan aku.
APA?!! Semua orang yang ada di aula tercengang dengan permohonan Miyuki, semua orang tau jika hanya hukuman pengasingan saja itu adalah hukuman yang paling ringan dari semua hukuman untuk mencelakai keluarga kerajaan.
"Bagaimana dengan hukuman penjara? " Usul Putri pertama S.Elani Viviana.
__ADS_1
"Tidak! hukuman pengasingan saja, ibunda Ratu." Ucap Khan Freedlay. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia di hukum penjara, dia akan dicap sebagai manusia kotor. Aku takut setelah dia keluar dari penjara dia tidak akan diperlakukan lagi seperti manusia.
"Bagaimana jika Miyuki di asingkan saja yang mulia Ratu? " Ucap Raja Brayen Golden Layen. Jika Miyuki diasingkan dari negara ini aku bisa membawanya ke kerajaan ku.
Ini tidak seperti biasanya, aku sudah memberi hukuman ringan kenapa dia menolak? "jadi Miyuki? kau memilih hukuman pengasingan atau di penjara selama Khan Freedly koma?" Tanya Ratu Khan.
"Penjara saja yang mulia. " Ucap Miyuki. Sontak semua orang terkejut dengan pilihan Miyuki.
"MIYUKI!! " Teriak Khan Freedlay.
"Apa aku boleh bertanya kenapa kau memilih hukuman paling rendah?? " Tanya Ratu Khan sembari memegangi pelipis nya.
Tidak mungkin kan aku mengatakan kalau aku harus mencari tirai agar bisa pulang ke dunia ku?? "A-aku, hamba harus bertanggung jawab sampai akhir kan? jadi.. sampai pangeran kedua sadar dan hamba harus meminta maaf terhadap pangeran kedua. " Gugup Miyuki.
"Baiklah, aku paham maksudmu. Jadi Miyuki akan diberi hukuman penjara bagian barat selama pangeran kedua koma." Ratu Khan pun keluar dari ruangan.
Apa? bagian barat? itukan bukan penjara! melainkan bagian istana terbengkalai!!
Sesampainya Miyuki di istana terbengkalai..
Katanya ini istana terbengkalai, tetapi.. tetap saja ini seperti penjara. Tapi tidak apa apa, jika dibandingkan aku harus keluar dari istana di penjara ini pun lebih baik.
" Miyuki!!!" Teriak Khan Freedlay.
"Freedlay?" Miyuki menengok ke arah Khan Freedlay.
"Apa kau baik - baik saja? bagaimana dengan tanganmu? " Khawatir Khan Freedlay.
"Aku tidak apa apa, Freedlay. Tangan ku sudah baik baik saja, lihat ini." Miyuki memperlihatkan tangannya yang terkena sihir Putri Charl.
Khan Freedlay pun memeluk Miyuki. ''Coba saja aku bisa datang lebih awal, kau tidak akan terkena imbas nya.. aku tau ini bukan kesalahan mu, kau seharusnya tidak dihukum. Maafkan aku."
Ah kenapa selama ini aku mengelak kalau ini semua bukan kesalahan ku. Kenapa harus kau yang menyadarkan ku semua ini Freedlay.
" Ini bukan kesalahan mu Freedlay, kau tidak perlu minta maaf."
Aku takut aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku.
__ADS_1
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...