Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 16


__ADS_3

Mereka berjalan jalan melihat lihat festival, orang orang bergembira suara tawa dan obrolan terdengar. Tapi, lampion nya dimana? Bukankah ini festival lampion? ''Dimana lampion nya? Katanya festival lampion?" tanya Miyuki.


"Biasanya festival nya akan dimulai lebih lama lagi agar orang orang yang terlambat bisa mengikuti festival nya. Sebelum dimulai mereka akan membeli lampion, makanan, minuman dan lainnya." jawab Khan Freedlay, "Kau mau membeli lampion?" tanya Khan Freedlay.


Miyuki menggelengkan kepala nya, "aku tidak ada uang. Aku ke sini hanya untuk melihat lihat."


Khan Freedlay berjalan menuju penjual lampion dan membeli lampion berwarna jingga. Miyuki sempat penasaran mengapa Khan Freedlay tiba - tiba pergi dan ternyata hanya membeli lampion. "Ini untuk mu." Khan Freedlay menyerahkan lampion yang telah ia beli.


"Wah.. warna jingga." Ucap Miyuki terkagum.


"Jika festival nya mulai, kita akan menerbangkannya dan memberi harapan. Kata nya ketika lampion nya terbang dan kita meminta doa harapan maka harapan tersebut akan terkabul." Ucap Khan Freedlay.


"Wahh.. dimana kita akan menerbangkannya?" tanya Miyuki.


"Di sekitar sini ada danau. Di sini terlalu ramai aku tidak suka. Makanya aku akan menyewa perahu yang bisa dinaiki untuk dua orang. Dimana kita juga bisa melihat lampion yang sudah terbang di kegelapan." Ucap Khan Freedlay.


Jika tidak suka mengapa datang kemari.. dasarr! batin Miyuki.


"Ngomong ngomong, aku sudah membelikan mu lampion, apa tidak ada balasan untukku ?" Khan Freedlay menyeringai.


Dasar perhitungan! Tau begitu aku tidak akan menerima lampionnya. Batin Miyuki. "Kau suka apa?" Tanya Miyuki.


"Aku suka semua nya." Ucap Khan Freedlay


"Hmm.." Miyuki melihat sekeliling. Ia melihat sesuatu yang menarik perhatian nya, "oh!tutup mata mu dulu." Ucap Miyuki.


Khan Freedlay pun menutup mata nya. Mari kita lihat dia akan melakukan apa. batin Khan Freedlay.


tak lama kemudian..


Ada aroma manis? batin Khan Freedlay.


"Sekarang, buka mata mu." Ucap Miyuki.


Khan Freedlay membuka mata dan melihat sesuatu di depan wajah nya. Dia melihat sesuatu yang bulat berwarna merah muda. Sosok itu seperti awan, "apa ini?" tanya Khan Freedlay.


"Permen kapas." Ucap Miyuki. Dia tidak tahu dunia luar ya? Permen kapas saja tidak tahu. batin Miyuki.


Khan Freedlay memegangi kepala nya. "Hahaha permen kapas ya." Ucap Khan Freedlay. Aku kira apa, bagaimana bisa permen itu sama seperti rambutnya.. batin Khan Freedlay.


"Kau kira apa?" Tanya Miyuki.


"Bukan apa - apa. Ngomong - ngomong kata nya kau tidak punya uang? Kenapa bisa membeli permen kapas?" tanya Khan Freedlay.

__ADS_1


Senyum Miyuki berubah menjadi senyum canggung, "oh itu, aku meminta penjualnya untuk menagih nya ke kamu."


Beberapa saat yang lalu, Miyuki menghampiri kedai permen kapas. "Tolong permen kapas nya satu." Ucap Miyuki.


"Baik nona." Ucap penjual, tak lama kemudian permen kapas berwarna merah muda pun jadi.


"Ini." Penjual pun menyerahkan permen itu kepada Miyuki.


"Terimakasih. Oh iya kau lihat seseorang yang menutup mata itu? Dia yang akan membayarnya." Ucap Miyuki dengan menunjuk Khan Freedlay yang sedang menutup mata.


"Baiklah." Ucap penjual.


"Jika seperti itu bukankah sama saja aku memberi hadiah untuk diri sendiri?" Ucap Khan Freedlay tak percaya.


"Hehehehe."


"Jadi kau mau apa tidak?" Tanya Miyuki sembari memposisikan permen kapas itu setara dengan wajah nya.


Lalu ada dua orang anak kecil yang sedang lari - larian dan tertawa.


"Ba-" perkataan Khan Freedlay terpotong karena tak sengaja terdorong oleh anak anak yang sedang berlari tadi.


Wajah Khan Freedlay mendekat ke permen kapas tersebut yang sejajar dengan wajah Miyuki. Tentu mereka berdua saling menatap dan terkejut. Lalu ada seorang warga yang sedang lewat, "wah.. manis sekali kalian berdua. Itu mengingatkan masa muda ku." Ucap warga itu dengan tersenyum ke arah Miyuki dan Khan Freedlay.


"Tidak apa - apa, itu wajar bagi sepasang kekasih. Apakah kalian ingin membeli gelang pasangan ini? Sangat cocok untuk kalian berdua." Ucap warga itu, ternyata warga itu adalah penjual gelang keliling. Miyuki pun melihat lihat gelang pasangan tersebut. Lalu mengambil salah satu nya. "Wah cantik sekali." Ucap Miyuki dengan mata berbinar.


"Apa kau suka? Jika suka beli saja." Ucap Khan Freedlay.


"Tidak perlu. Itu gelangnya harus beli dua, jika aku beli dua lalu satu nya untuk siapa?" Sahut Miyuki.


Khan Freedlay menghela nafas, "haahh, baiklah satu nya aku." ucap Khan Freedlay.


"Benar kah?" Tanya Miyuki.


Penjual gelang itu tersenyum.


"Iya, kau mau warna apa?" Tanya Khan Freedlay.


"Aku berwarna biru malam saja." Ucap Miyuki sembari mengambil gelang tersebut.


"Aku warna apa ya?" Khan Freedlay bergumam.


"Aku sarankan kau berwarna merah muda." Ucap penjual tersebut dengan tersenyum.

__ADS_1


"Apakah itu harus?" Tanya Khan Freedlay.


"Karena itu pasangan nya." Ucap penjual itu dengan tersenyum kembali.


"Baiklah aku akan memilih yang merah muda." Ucap Khan Freedlay.


Khan Freedlay pun menggunakan gelang tersebut di tangan sebelah kanan, dan Miyuki di sebelah kiri.


"Jika kalian menempelkan kedua tangan kalian, maka gelangnya akan menempel berbentuk hati." Ucap penjual tersebut.


Miyuki dan Khan Freedlay pun menempelkan tangan mereka. Wah ternyata benar. batin Miyuki.


"Baiklah, Ini uang nya nyonya." Ucap Khan Freedlay.


"Terimakasih. semoga kalian menjadi pasangan yang bahagia." Ucap penjual itu.


"Tunggu, kami hanya kakak dan adik." Ucap Miyuki.


"Ah, kalian jangan bergurau. Kalian lebih cocok menjadi pasangan dari pada adik dan kakak." Ucap penjual tersebut, "aku pergi dulu, acara lampionnya sudah akan dimulai. Selamat menikmati festival nya." sambung penjual itu.


"Ayo kita pergi ke danau. Tapi sebelum itu aku akan membayar permen kapas nya." Ucap Khan Freedlay.


"Baiklah aku ikut." ucap Miyuki dan mengikuti Khan Freedlay.


Setelah membayar permen kapas, Khan Freedlay membawa lampion di tangannya dan menggandeng Miyuki. Karena jalan untuk pergi ke danau sangat sulit, Miyuki digandeng oleh khan Freedlay. Setelah sampai, mereka menaiki perahu. Tapi karena Miyuki kurang benar memegangi permen kapas, akhirnya permen kapas itu jatuh ke danau.


"Yah, permen nya terjatuh." Ucap Miyuki sedikit sedih.


"Tidak apa apa, lain kali aku akan membelikannya lagi."


Khan Freedlay mengarahkan pandanganya ke langit dan melihat beberapa lampion yang sudah terbang di langit malam yang gelap, "lampion yang lain sudah terbang, coba lihat ke atas." Ucap Khan Freedlay sambil menunjuk lampion di langit.


Miyuki pun melihat ke atas, "wah banyak sekali lampionnya. Indah sekali seperti bintang bintang." Ucapnya.


" Sekarang pegangi kuat - kuat lampionnya kita akan menerbangkannya." Ucap Khan Freedlay.


"Buat permohonan." Ucap Khan Freedlay.


Mereka berdua menutup mata dan saling membuat permohonan, Aku berharap bisa pulang kembali dan memeluk ayah. batin Miyuki.


"Sudah?" Ucap Khan Freedlay.


Miyuki mengangguk, dan mereka pun menerbangkan lampionnya bersama - sama.

__ADS_1


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...


__ADS_2