
"Tidak, dia akan jadi dayang ku."
Ya... kalian tidak salah tebak, seorang laki laki yang berambut navy dan bermata biru, sembari menggunakan pakaian pangeran, ialah Pangeran pertama KHAN FREEDLAY dia dan kepala pengurus istana laki lakinya yang berdiri di belakang nya.
Pengurus istana itu menggunakan pakaian berjas hitam panjang, berambut coklat panjang dan di ikat di belakang, menggunakan kacamata di bagian kiri mata, warna mata coklat sama dengan warna rambutnya.
Pangeran pertama?! seluruh pelayan terbelalak.
Dengan terkejut pangeran Khan Freedly dan seluruh para pelayan yang berada di ruangan itu menatap langsung pangeran Khan Freedlay, lalu mereka tersadar dan membungkuk memberi salam.
" Salam yang mulia pangeran pertama."ucap kepala pelayan dan para pelayan sembari membungkuk.
Khan Freedly yang terkejut karena kedatangan kakak nya yang dingin bak sebongkah es ini berkunjung ke istananya.
"Kakak?! tumben kau kemari? setahuku kau tidak pernah keluar istana mu!" Khan Freedly mengerenyitkan alisnya.
Dengan muka datar Freedlay menjawab, "aku ke sini karena kekurangan dayang, jadi aku mau mengambil dia." ucap Khan Freedlay menunjuk Miyuki.
Kepala pelayan dan para pelayan beserta Freedly menengok ke arah Miyuki,
tatapan para pelayan seperti tusukan
yang tak terlihat bagi Miyuki.
Apa? aku? Miyuki yang terkejut dengan kenyataan sembari menatap Khan Freedlay. Karena merasa ada mata tajam di samping nya lalu dia melirik ke samping dan benar para pelayan itu yang menatapnya dengan tajam. Ah, ternyata para pelayan itu yang menatap ku sampai begitu, ayolah.. aku lebih terkejut dibanding kalian.
Aduh.. Freedlay gimana cara mu jadi pangeran? kemarin saja kau masih seperti orang biasa, dan lagi kau membuat masalah kepada ku.. semua pelayan pasti salah paham, aduhh.
"Maaf, Freed-"
Lalu tiba tiba kepala pengurus istana Khan Freedlay menyela, "yang mulia apakah saya boleh langsung memenggal kepala nya? bagaimana bisa dia tidak sopan memanggil nama."
"Hah... maksud saya yang mulia pangeran pertama, tapi saya-" perkataan Miyuki pun terhenti karena Khan Freedly menyela.
"Kak bagaimana bisa kau mau mengambil dayang ku? dia dayang pribadi ku!" Khan Freedly mendekat di samping Miyuki, Peri Lala yang berdiri di samping miyuki pun harus tergeser karena keberadaan Khan Freedly. Heh anak kecil ini ingin merebut tempat ku! awas aja kau!
"Memang kenapa? dia juga belum di angkat sebagai dayang pribadi mu tuh." Khan Freedlay menjawab dengan menatap Khan Freedly.
__ADS_1
Para pelayan dan kepala pelayan hanya bisa menunduk dan mendengarkan peristiwa langka tersebut. Bagaimana bisa kedua pangeran ini berebut pelayan.
Khan Freedlay pun menarik tangan kanan miyuki, "Ayo." ketika Khan Freedlay sudah berjalan satu langkah, Khan Freedly menarik tangan kiri Miyuki, "tidak boleh kakak merah muda ini punya ku."
Miyuki pun tergeser ke kanan dan ke kiri karena tarikan ke dua pangeran itu. Hah? kakak merah muda? yang di maksud rambut ku kali ya? aduh, tangan ku mulai sakit.
Miyuki sekuat tenaga menarik kedua tangan nya tetapi kekuatan kedua pangeran ini terlalu kuat, Miyuki hanya pasrah dan menunggu bala bantuan.
Akhirnya kepala pengurus istana Khan Freedlay mengatakan, "Yang mulia, sudah cukup! jika terdengar oleh istana utama anda akan jadi bahan lelucon."
"Aku tak peduli." ucap Khan Freedlay dengan cepat.
Miyuki yang sabar menunggu bala bantuan, tapi tak kunjung datang dia pun memiliki cara. "Tapi aku peduli!"Kedua pangeran tersebut berhenti menarik Miyuki.
"Kenapa kau begitu peduli?" ucap Khan Freedlay.
"Karena... kau-" ucap Miyuki.
Khan Freedlay pun terdiam, " Baiklah begini saja, sehari kau menjadi dayang pribadi Freedly, dan sehari esok kau menjadi dayang pribadi ku, bagaimana?"
"Dan esok nya lagi kau menjadi dayang ku." ucap Khan Freedlay, lalu meninggalkan ruangan.
Loh, loh, kok tanpa persetujuan ku? apa dayang gak punya hak?! ya sudah lah, demi kembali ke dunia ku, hiks.
"Miyuki" ucap Khan Freedly.
"Ya?" ucap Miyuki.
"Kau hari ini tinggal di istana ku dulu, besok kau boleh kerja, sekarang sudah sore kamar dayang untuk mu mungkin belum di bersihkan." ucap Khan Freedly, sembari menarik tangan kiri Miyuki ke istana Khan Freedly.
"Nona nona pelayan, kami pergi dulu."ucap Khan Freedly sembari tersenyum dan melambai kan tangan.
Pintu tertutup. Para pelayan pun mulai berbicara melantur.
"Apa itu pangeran kecil yang dingin seperti pangeran yang besar?"
"Kau berpikir begitu? aku juga berpikir begitu."
__ADS_1
"Dia bisa tersenyum layak nya anak anak seumurannya, dan aku baru pertama kali melihat senyum nya itu."
"Ya, biasa nya ketika bertemu para pelayan, dia akan dingin dan memasang wajah kaku tapi ini."
"Yah, walau begitu kita masih sempat melihat senyum manis nya itu, Kembali bekerja." ucap kepala pelayan.
"Baik!!!" Semua pelayan.
Di sisi lain (Miyuki dan Khan Freedly)
Khan Freedly menarik tangan kiri Miyuki sembari berlari begitu juga dengan Miyuki. Miyuki yang di tarik oleh Khan Freedly terpaksa harus mengikuti larian, peri Lala memiliki sayap di tongkat jadi tidak perlu berlari.
Sesampai nya di ruangan Khan Freedly.
"Ini dia ruangan ku- eh??" Khan Freedly terkejut ketika melihat Miyuki terengah-engah berlari bersama Khan Freedly karena kecapekan, Miyuki sampai duduk di lantai pintu.
Lelah... capek... kok bisa anak kecil ini berlari sekencang itu, jiwa ku serasa mau lepas. Miyuki yang sedang kelelahan pun merusut dan duduk di lantai.
"Miyuki... Miyuki...?" ucap Khan Freedly sembari menggoyang goyangkan bahu Miyuki.
"Hentikan... yang... mulia... jiwa ku akan benar benar lepas jika kau menggoyangkan ku."
"Oh maaf." Khan Freedly pun melepaskan Miyuki.
"Duh kepala ku pusing, bentar... kok ada bintang bintang di atas kepala ku." Miyuki bergumam.
Peri lala hanya berdiri dan melihat tingkah Miyuki "dasar bodoh" sembari tersenyum.
"Baiklah, Miyuki kau istirahat lah di ruangan ku, besok mungkin kamar dayang untuk mu sudah di bersihkan." ucap Khan Freedly.
"Terimakasih yang mulia." ucap Miyuki, sembari memijat mijat kepala nya.
Ketika Miyuki dan peri Lala masuk ke ruangan Khan Freedly, dia melihat kursi besar yang di depan nya ada meja yang mewah, vas bunga yang unik, tirai yang besar berwarna coklat dan di situ juga ada kasur putih milik Khan Freedly.
Di situ pula ada lemari besar dan paling belakang sejajar dengan pintu masuk adalah sepasang jendela besar yang di tutupi oleh tirai berwarna coklat. Bentar... ini ruangan? loh!! berarti yang di maksud 'ruangan' ku adalah kamar nya?
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...
__ADS_1