
"Apa? Aku keturunan peri?"
Miyuki terbelalak mendengar ucapan pangeran Leovan. Tiba - tiba terdengar suara vas bunga terjatuh akibat senggolan seseorang dari luar ruangan pangeran Leovan.
Pangeran Leovan dan Miyuki pun keluar, mereka tak menemukan seorang pun di sana hanya ada vas bunga yang sudah tergeletak. Lalu, terdengar suara kucing mengeong.
"Meoww"
"Oh, kucing milik Lin." Pangeran Leovan merasa lega, "Lady, sepertinya hal ini harus disembunyikan dulu, karena ini belum pasti kau adalah keturunan peri atau bukan." Sambung Pangeran Leovan dengan menatap vas bunga yang jatuh tadi.
"Baiklah."
Setelah Miyuki mengetahui hasil penelitian pangeran Leovan, tiga hari kemudian kerajaan Khan mendapat ramalan. Ramalan tersebut berisikan bahwa kerajaan Khan akan musnah karena peri terkutuk.
"Kerajaan kita tidak boleh sampai musnah!"
"Benar! Kita perlu mencari siapa peri terkutuk itu dan membunuh nya!"
"Akan sia - sia jasa raja Khan jika kerajaan Khan musnah hanya karena peri!"
Ruangan rapat sangat ramai karena cekcok para bangsawan, Ratu Khanya menekan dahi nya.
"Berhenti! Itu hanya ramalan, belum tentu akan terjadi!" Ucap Ratu Khanya dengan suara lantang.
"Tapi tak ada jaminan jika ramalan itu tidak menjadi kenyataan." Jawab salah satu bangsawan.
"Tapi tak ada jaminan juga jika ramalan itu benar - benar terjadi." Jawab Marquess Altair.
"Benar, kita tidak boleh terlalu gegabah." Sambung Viscount Dryas.
Semua bangsawan langsung terdiam, ratu Khanya merasa berterimakasih kepada viscount Dryas dan Marquess Altair karena bisa menenangkan situasi rapat.
.
.
"Miyuki, katanya kerajaan Khan akan musnah karena peri terkutuk!" Ucap peri lala kepada Miyuki yang tengah mengecek dokumen pekerjaan nya.
Miyuki langsung menatap peri Lala, "Peri terkutuk? Maksudnya?" Tanya nya kepada peri Lala.
"Tak ada yang spesial sih, peri terkutuk itu juga peri biasa, tapi peri itu membuat kesalahan yang tak dapat di maafkan sampai dia di buang dari dunia peri. Dia tak dibolehkan lagi datang ke dunia peri dan nama nya tercoret dari dunia peri yang seolah - olah ia sudah tiada, dan kekuatan sihirnya diambil secara paksa lalu dibuang ke dunia manusia dan menjadi peri jahat."
"Apa peri itu benar - benar tak memiliki kekuatan sihir?" Tanya Miyuki.
__ADS_1
"Iya, kalaupun ia memiliki sihir, itu pasti sihir hitam. Itu sihir jahat." Jawab Peri Lala.
.
.
Siang harinya Marquess Altair datang ke istana Khan Freedly, untuk bertemu seseorang yang sangat berharga baginya. Ketika ia berjalan, ia lihat Miyuki dan Khan Freedlay duduk di kursi taman hanya berdua. Terlihat Khan Freedlay sedang menenangkan Miyuki yang tengah mengkhawatirkan sesuatu, Marquess Altair hanya diam dan melanjutkan perjalanannya untuk menemui seseorang.
"Mau sampai kapan kau menjadi pelayan?" Tanya Marquees Altair, dengan suara yang lembut.
"Sampai beliau kembali."
"Ini sudah delapan tahun, tak ada kabar apa pun tentang dirinya. Kembalilah lagi menjadi lady Altair, Iris."
Dengan ekspresi yang dingin Iris menjawab, "maaf ayah. Aku tak kan kembali menjadi lady Altair sebelum 'yang mulia' kembali."
"Iris Annora Altair!" Teriak Marquess kepada Iris.
"Maaf ayah, apapun yang ayah lakukan aku tidak akan kembali ke kediaman Marquess." Jawab Iris dengan tenang, aku akan tetap di kerajaan Khan sampai dia kembali. Aku yakin dia pasti akan kembali, batin Iris.
"Terserah," Marquess Altair berbalik, "jika kau berubah pikiran, pintu kediaman Altair selalu terbuka untuk mu." Marquess Altair berjalan menjauh.
.
.
Setelah mendengar ramalan itu, Khan Freedlay langsung menemui Miyuki di taman depan istana Khan Freedly.
"Iya," ucap Miyuki, "anu.. apa kah benar kau akan bertunangan dengan Putri Elani?" Tanya Miyuki. Pertanyaan ku ada - ada saja deh.. Pasti dia berpikir aneh tentang diriku. Miyuki merasa bersalah menanyakan hal itu.
"Hm?" Tampak ekspresi bingung di wajah Khan Freedlay.
"Em.. Aku hanya asal bicara saja kok-" ucapan Miyuki terpotong karena jawaban Khan Freedlay.
"Tidak." Jawab Khan Freedlay.
"Apa?"
"Aku tidak bertunangan dengan putri Elani. Dari mana kau mendengar hal itu?" Ucap Khan Freedlay.
Entah karena apa jawaban Khan Freedlay membuat Miyuki senang, "sungguh?!" Mata Miyuki berbinar.
"Iya, kenapa kau terlihat senang? kau cemburu ya?" Ucap Khan Freedlay main - main.
__ADS_1
"Tidak kok, siapa bilang?!" Miyuki mengelak, syukurlah, batinnya.
"Jawab pertanyaan ku, kau mendengar hal itu darimana?" Tanya Khan Freedlay.
"Aku mendengarnya ketika diundang ke pesta teh Putri Elani dan Putri Carhin yang menyinggung soal surat pengajuan permintaan pertunangan." Jawab Miyuki.
"Oh soal itu, yah.. memang benar mereka mengirim surat pengajuan pertunangan, tetapi ibuku masih belum membalas nya karena-" Khan Freedlay ragu untuk mengatakannya.
"Kenapa?"
Khan Freedlay menghela nafas, "karena ibuku curiga Kerajaan S.E ada keterlibatan dengan masalah di perburuan kemarin."
Miyuki teringat kejadian ketika di perburuan, "oh.. karena itu."
"Iya, kau ingat racun yang ada di anak panah? ternyata racun itu diproduksi di Kerajaan Carhin. Ibu ku juga mencurigai Kerajaan Carhin karena masalah ini." Sambung Khan Freedlay.
Sampai ke Kerajaan Carhin?! "apa belum ada bukti mereka bersalah?" Tanya Miyuki.
"Belum." Ucap Khan Freedlay, "ngomong - ngomong aku datang kemari karena ingin menanyakan sesuatu." Sambung Khan Freedlay.
"Kau ingin menanyakan apa?" Ucap Miyuki.
"Kau, apa benar kau memiliki darah peri?" Tanya Khan Freedlay dengan ragu - ragu.
Miyuki terdiam sejenak, Miyuki ingat jika yang mengetahui hal ini hanya pangeran Leovan.
"Kau tahu darimana?" Tanya Miyuki.
"Setelah ramalan itu, aku mendengar rumor jika kau memiliki darah peri. Mereka langsung menyangkut pautkan dirimu dengan ramalan itu." Ucap Khan Freedlay.
Miyuki terbelalak, "semua orang mencurigai diriku sebagai peri terkutuk itu?" Ucap Miyuki dengan suara lemah.
Khan Freedlay panik, ia menggenggam tangan Miyuki, "aku tak tahu dipikiran orang lain, yang jelas aku tidak berpikiran seperti itu. Aku percaya kau bukan peri terkutuk itu." Khan Freedlay menenangkan Miyuki.
"Apa kau ingat siapa saja yang mengetahui bahwa kau memiliki darah peri?" Tanya Khan Freedlay.
"Yang mengetahui hal ini hanya pangeran Leovan-" Miyuki teringat kejadian vas bunga yang terjatuh di depan pintu ruangan pangeran Leovan.
"Aku ingat! Ketika di ruangan pangeran Leovan, terdengar suara vas bunga jatuh, tapi itu karena seekor kucing milik putri Lin."
"Di Kerajaan Khan terdapat larangan untuk membawa hewan peliharaan." Ucap Khan Freedlay, "apa ada seseorang yang menguping pembicaraan kalian?" Curiga Khan Freedlay.
Miyuki juga mulai curiga jika waktu itu ada seseorang yang diam - diam menguping pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Bagaimana jika memang aku peri terkutuk itu?" Pikiran Miyuki mulai kacau, jika memang benar Miyuki adalah peri terkutuk itu ia harus segara pulang ke dunia asal nya.
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...