
"Aku harus mengenakan gaun apa untuk pesta nanti malam?" Miyuki tengah kebingungan dengan gaun pesta untuk nanti malam, kini ia bersama peri Lala berpikir bagaimana caranya Miyuki mendapatkan gaun pesta.
Lalu terdengar suara ketukan pintu ruangan Miyuki, peri Lala pun membukakan pintunya. Setelah di bukakan pintu, ada seseorang dibalik pintu itu dengan membawakan gaun pesta.
"Permisi Lady, raja Brayen mengirimkan gaun pesta untuk nanti malam. Mohon untuk di terima." Ucap pelayan itu dengan tersenyum.
Terlihat gaun itu berwarna biru malam, terdapat sedikit renda di bagian bahu dan bagian bawah gaun, terdapat manik - manik dan ada beberapa kupu - kupu di bagian pinggang menyerasikan dengan aksesoris kepala.
Miyuki terdiam sejenak, terima ga ya? tapi aku juga tak memiliki gaun pesta untuk nanti malam, ku terima saja deh.
"Baiklah, akan ku terima. Sampaikan ucapan terimakasih ku kepada raja Brayen."
Pelayan tadi pun membungkuk memberi salam untuk pergi, setelah itu peri Lala pun menutup pintu nya.
"Wahh gaun nya indah sekali. Jangan - jangan raja Brayen itu naksir kamu, ki?" Ucap main - main Peri Lala.
"Tidak mungkin lah." Miyuki menyangkal.
"Siapa tahu kan? dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan mu? Seperti dalam cerita - cerita, kisah cinta terlarang antara raja dan seorang pelayan." Peri Lala mulai berkata melantur.
"Sudah cukup, ayo bantu aku bersiap." Setelah mengatakan itu, terdengar lagi suara ketukan pintu. Tapi kali ini pintu itu langsung di buka oleh seseorang yang mengetuk dibalik pintu.
"Miyuki! kami datang untuk membantu mu bersiap!" Ucap Marylin dengan semangat.
"Ku dengar kau akan ikut pesta nanti malam kan di istana utama?" Ucap Iris.
"Teman - teman?" Ucap Miyuki lalu memeluk mereka berdua.
"Miyuki aku kangen dengan mu! Semalam kami sangat sibuk karena kepala pelayan tahu! Mungkin karena dia iri dengan mu bisa menjadi pengurus istana Pangeran kedua." Ucap Marylin mengadu.
"Sebenarnya setelah mendengar kabar jika kau di temukan setelah menghilang di hutan, kami ingin pergi menemui mu, tapi di hentikan oleh kepala pelayan. Maafkan kami tidak dapat menemui mu." Iris menunduk.
"Tidak apa - apa teman - teman, aku sudah baik - baik saja. Aku akan memperhatikan lagi pekerjaan kepala pelayan. Ngomong - ngomong kalian tadi kemari ingin membantu ku bersiap ke pesta?" Ucap Miyuki dengan menepuk pundak mereka berdua.
"Benar! Kami ingin mendandani mu agar semua orang terpesona dengan kecantikan mu! hehe." Ucap Marylin dengan semangat.
"Kamu bisa saja." Miyuki tertawa karena ucapan Marylin.
Peri Lala, Marylin dan Iris pun membantu persiapan Miyuki ke pesta malam nanti.
Malam hari nya, sebelum berangkat ke istana utama, Miyuki bercermin, ia terpesona sendiri dengan dirinya yang telah di dandani oleh mereka bertiga.
Dengan gaun biru malam yang berkilau, dan rambut setengah terurai dengan hiasan kupu - kupu kecil di kepala. Marylin menambahkan butiran - butiran mutiara di helaian rambut Miyuki yang terurai.
__ADS_1
"Ini, diri ku?" Ucap Miyuki yang seolah - olah ia tak percaya jika di cermin itu adalah dirinya.
"Benar, cantik kan?" Ucap Marylin.
"Terimakasih untuk kalian semua." Miyuki tersenyum kepada mereka bertiga.
"Siapa dulu dong yang merias! Sana pergi lah kau sudah di tunggu oleh panther mu." Ucap Marylin dengan tersenyum.
"Panther? siapa?" Perasaan aku tidak memiliki panther ke pesta nanti. Batin Miyuki.
"Makanya sana kau keluar lah, temui panther mu." Marylin mendorong - dorong Miyuki menuju ke arah pintu.
Ketika membuka pintu, Miyuki melihat seorang laki-laki yang tinggi dan memiliki rambut emas yang panjang. Dia adalah raja Brayen.
"Ray?" Ucap Miyuki, jadi kata marylin panther tadi adalah ray? batin Miyuki.
Raja Brayen terbelalak melihat Miyuki, lalu ia mengambil tangan Miyuki dan mencium punggung tangan Miyuki.
"Hari ini anda terlihat cantik, Lady." Ucap nya sembari menatap Miyuki.
"Terimakasih, kau juga terlihat tampan hari ini Ray." Ucap Miyuki dan tersenyum.
"Bagaimana jika kita berangkat sekarang?" Raja Brayen menggandeng tangan Miyuki.
"Baiklah, ayo." Miyuki pun berjalan di samping raja Brayen dan mereka pun berangkat bersama ke istana utama.
.
.
"Raja Brayen Golden Layen dan Baroness Miyuki Althea memasuki ruangan!!"
"Raja Kerajaan Layen datang bersama Lady Althea?"
"Mereka memiliki hubungan ya?"
"Pakaian mereka couple."
"Apakah Baroness Althea akan menjadi calon ratu Kerajaan Layen?"
Apa ratu? yang bener aja! aku ga mau jadi ratu! batin Miyuki yang mendengar pembicaraan para bangsawan.
Dugaan ku benar, Miyuki tidak ingin menjadi ratu. Batin Raja Brayen yang bisa membaca pikiran Miyuki.
__ADS_1
Ngomong - ngomong aku baru menyadari jika pakaian kami serasi, batin Miyuki dan melihat corak gaun nya sama dengan corak jas raja Brayen.
Acara pesta dimulai, musik untuk dansa waltz mulai terdengar. Raja Brayen mengulurkan tangannya.
"Mau kah anda memberi ku kehormatan untuk berdansa dengan mu?" Ajak Raja Brayen.
"Tapi aku tak bisa berdansa." Di dunia modern aku tak pernah belajar berdansa, batin Miyuki.
"Tidak masalah, kau hanya perlu mengikuti arah gerakan ku." Ucap Raja Brayen.
Tapi aku pernah melihat dansa waltz ketika di dunia modern, apa aku coba dulu saja? "Baik lah" Miyuki membalas juluran tangan Raja Brayen.
Mereka berdua pun berjalan ke ditengah aula lalu mereka pun berdansa di kumpulan para bangsawan yang tengah berdansa juga.
Mereka berdua menjadi sorotan para bangsawan.
"Aku takut menginjak kaki mu." Ucap Miyuki yang tengah berdansa bersama Raja Brayen.
"Tidak masalah, aku bisa menghindar." Jawab Raja Brayen.
Mereka berdansa dengan sangat indah di mata para bangsawan.
Ternyata tidak sesulit yang ku pikirkan, ada untung nya juga waktu itu aku melihat orang menari waltz, batin Miyuki.
Musik dansa pun berhenti, pertanda jika dansa pertama sudah selesai. Mereka berdua pun saling membungkuk untuk bentuk sopan santun bisa dibilang tata krama berdansa.
Tak lama kemudian Raja Brayen di kerumuni para bangsawan untuk menanyakan perihal kerja sama antar negara, Miyuki pun diam - diam pergi ke teras di lantai dua sebelah kiri untuk menyendiri.
Tetapi sesampainya dia di teras itu, ia melihat seseorang yang tak asing bagi Miyuki, seseorang itu tengah berdiri sendirian sambil menikmati udara malam.
"Freedlay?" Ucap Miyuki.
Khan Freedlay menoleh ke arah sumber suara. "Miyuki? ada apa?"
"Aku kira siapa, sedang apa kau disini sendirian?" Miyuki melangkah mendekat ke arah Khan Freedlay.
"Aku tak terlalu suka pesta, terlalu banyak orang." Jawabnya.
"Pufft ku rasa memang benar, padahal ini baru pertama kali nya aku datang ke pesta." Sahut Miyuki sambil berdiri di samping Khan Freedlay.
"Ngomong - ngomong, bagaimana luka mu?" Tanya Miyuki.
"Sudah sembuh, kau wanita yang tak berperasaan ya? bisa - bisanya kau tak ada menjenguk ku sama sekali padahal aku sudah menyelamatkan mu dari prajurit bayaran itu dan beruang emas itu." Khan Freedlay melirik Miyuki, seperti orang yang tengah protes.
__ADS_1
"Eh?"
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...