Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 30


__ADS_3

"Tentu saja, pria maupun wanita dapat mengikuti acara perburuan, dengan catatan dia harus bisa berburu." jawab Khan Freedly.


Berburu? dulu ketika masih di dunia ku, aku pernah belajar memanah, "apakah pemanah bisa ikut berburu?" tanya Miyuki.


"Hmm," Khan freedly mengangguk.


Baguslah, aku bisa mengikutinya. Mungkin aku bisa mencarikan seekor tupai atau kelinci untuk freedly, Miyuki sedikit tersenyum.


"Jadi, lady Althea apakah kamu mau datang ke pesta teh ku?" tanya putri Lin.


"Hm," Miyuki terdiam sejenak, "jika putri mengirimkan undangan, saya dengan senang hati akan datang ke pesta teh." Miyuki tersenyum, ia sebenarnya tak ingin datang karena harus bertemu dengan para Lady dan nyonya bangsawan lain, tetapi dia juga sedikit tidak enak untuk menolak putri Lin. Aku bisa datang sebentar saja.


"Yey! undangannya akan ku kirimkan beberapa hari lagi, jadi tunggu saja ya Lady." Ucap putri Lin dengan riang. Miyuki masih memikirkan cara bagaimana dia bisa mendapatkan panah dan belajar lebih baik lagi dari kemampuan nya. Mereka mulai makan malam bersama.


"Bagaimana dengan meminta bantuan Freedlay?" ucap peri Lala. Setelah makan malam bersama mereka bertiga pun pergi ke ruang mereka masing - masing, dan kini Miyuki dan peri Lala sedang berdiskusi di ruangan Miyuki.


"Freedlay?" Tanya Miyuki, memang pilihan tepat sih meminta bantuan kepadanya tapi masalah nya dia mau apa tidak.


"Benar, dia kan pahlawan perang masa dia gak bisa menggunakan panah? Kau bisa belajar dengannya. Ingat ini perburuan, di dalam hutan pula." Ucap peri Lala menasehati.


"Aku kan tidak akan masuk ke hutan terlalu dalam, lagi pula kemampuan memanah ku tidak terlalu buruk kok, mungkin?" ucap Miyuki dengan mengalihkan pandangannya, ia pun melirik peri Lala yang tengah menasehati nya, "baik lah baik, akan ku coba minta bantuan padanya."


Malam itu juga Miyuki meminta bantuan kepada Khan Freedlay dengan sepucuk surat. Keesokan harinya surat Miyuki dibalas oleh Khan Freedlay, yang berisikan bahwa ia menyetujui untuk membantu Miyuki.


Miyuki sangat senang dengan kabar itu, ia pun menyelesaikan pekerjaan nya lebih awal untuk berlatih memanah.


Siang harinya ia menyelesaikan tugas nya, kini dia bisa berlatih memanah bersama Khan Freedlay. Miyuki diam - diam ke istana Khan Freedlay untuk berlatih, ia mengusahakan bahwa Khan Freedly tidak mengetahui jika ia akan mengikuti acara perburuan.


Sesampainya di istana Khan Freedlay.


"Kau terlambat, kenapa?" Khan Freedlay ternyata sudah menunggu Miyuki di lapangan memanah.

__ADS_1


"Aku harus menyelesaikan urusan ku dulu tahu!" Miyuki yang ngos-ngosan setelah berlari agar lebih cepat sampai ke lapangan memanah.


"Ayo kita mulai berlatih nya," ucap Khan Freedlay sembari mengambil panah lalu ia menjulurkan panah itu kepada Miyuki, "aku perlu mengetes mu dulu bagaimana cara mu memanah."


Gak percayaan amat sih ini orang kalau aku bisa memanah! batin Miyuki. Miyuki pun mengambil panah itu dan mulai memanah titik panahan. Setelah beberapa detik Miyuki memfokuskan pandangannya ke titik sasaran ia pun memanah titik sasaran nya, tetapi panahan Miyuki meleset jauh dari titik sasaran.


"Jika kau memanah seperti itu, itu hanya akan mengenai kaki tupai." ejek Khan Freedlay.


"Kan sudah tertulis di surat jika aku hanya akan menangkap tupai atau kelinci tapi tidak membiarkannya mati." Jawab Miyuki.


Khan Freedlay pun memanah titik sasaran dan ia dapat dengan tepat mengenai sasaran, "Kau pikir di dalam hutan hanya bertemu dengan tupai saja? kita tidak ada yang tahu kau akan bertemu hewan macam apa, jika kau bertemu dengan beruang kau tidak akan dapat melarikan diri."


Benar juga sih yang dikatakan Freedlay.


"Lakukan apa yang ku lakukan tadi." sambung Khan Freedlay.


Miyuki mengulangi panahan nya lagi, dan kini ia tetap meleset jauh dari titik sasaran. Ia hendak mengulangi lagi tapi Khan Freedlay tiba - tiba berdiri dibelakang nya dan menyentuh tangan Miyuki yang memegang panah. Kini mereka berdua menyentuh panah yang sama.


"lepas." anak panah pun menusuk sedikit meleset dari titik sasaran.


"Lebih baik dari sebelumnya kan? sekarang ulangi lagi cara memanah nya tadi." Khan Freedlay sedikit mundur dari Miyuki agar Miyuki dapat memanah lebih leluasa.


Jantungku gak aman!! ayo fokus Miyuki!


Miyuki hanya mengangguk dan mengulangi cara memanah yang diajarkan Khan Freedlay, hari semakin sore Miyuki harus kembali ke istana Khan Freedly.


"Pelatihan hari ini cukup sampai disini, walau belum bisa sampai tepat ke titik sasaran, kemampuan mu sudah lebih dari kata cukup." Ucap Khan Freedlay sembari mengembalikan panah nya.


"Fyuuh, baiklah." Miyuki beristirahat di lapangan itu.


"Sepertinya kau perlu latihan fisik, mulai besok sebelum berlatih memanah kau lari keliling lapangan lima putaran." Ucap Khan Freedlay.

__ADS_1


"Apa!?" Miyuki terkejut dengan pernyataan Khan Freedlay.


"Kenapa? kau harus menuruti perintah ku, aku adalah guru mu." Sombong Khan Freedlay.


Baru sehari ngajarin memanah sudah berbangga diri jadi guru cih. "Iya deh iya, Pak guru Freedlay." Khan Freedlay tersenyum, ia pun pergi dari lapangan memanah.


Keesokan harinya sebelum Miyuki melatih kemampuan memanahnya ia berlari seperti kata Khan Freedlay kemarin. Setelah Miyuki selesai berlari baru saja ia duduk beristirahat, Khan Freedlay sudah datang. "Ayo kita mulai berlatih."


"Hey tunggu sebentar lah, biar kan aku beristirahat dulu!" Miyuki sedikit emosi.


"Lemah." cibir Khan Freedlay.


Sialan, Miyuki pun berdiri dan mengambil panah nya, "ayo kita berlatih." ajak Miyuki.


Khan Freedlay terkekeh, "iya baiklah." Khan Freedlay pun mengambil panahnya dan memanah titik sasaran, "ikuti apa yang ku lakukan barusan."


Miyuki mengangguk, ia mengulangi apa yang dilakukan Khan Freedlay, Miyuki memfokuskan pandangannya ke titik sasaran dan memanah titik sasaran itu, kali ini sedikit lebih dekat dari sasaran itu membuat Miyuki geram, "apaan sih dari kemarin tidak tepat sasaran!"


Khan Freedlay tertawa, "itu karena kau masih awal memegang panah, berlatih lah lebih keras lagi kau pasti bisa." Khan Freedlay mengelus kepala Miyuki.


"Apaan sih." Ucap Miyuki.


"Kenapa kau menyembunyikan ini dari Freedly?" tanya Khan Freedlay merasa penasaran.


"Aku ingin buat kejutan dan jika aku mengatakannya kepada pangeran Freedly aku pasti tidak akan di perbolehkan ikut ke acara perburuan." Jawab Miyuki dengan menarik anak panah dan memanah titik sasaran.


Kali ini Miyuki memanah tepat sasaran, "Wahh aku tepat sasaran!" Miyuki terlompat kegirangan.


"Hanya segitu saja kok," Khan Freedlay menggelengkan kepalanya dan tertawa.


Hari acara perburuan semakin dekat, Miyuki perlu mempersiapkan keperluan perburuan nya dan tiba lah surat undangan pesta teh dari putri Lin.

__ADS_1


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...


__ADS_2