Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 14


__ADS_3

Kepala pengurus istana Khan Freedlay mengetuk pintu dan mengabari bahwa Khan Freedlay harus ke istana utama karena dipanggil oleh Ratu Khanya.


"Yang mulia, maaf menganggu waktu anda. Anda harus pergi ke istana utama karena panggilan yang Mulia Ratu." Ucap kepala pengurus istana.


"Baiklah.Jaga diri mu baik-baik. Aku akan segera kembali." Ucap datar Khan Freedlay kepada Miyuki sembari mengelus kepala Miyuki.


Khan Freedlay keluar dari kamar nya, terdengar suara pintu tertutup. Miyuki bingung, dia memegang kepala nya dengan menggunakan kedua tangannya. Dia.. barusan.. Agghh apa yang kau pikirkan Miyuki ! Miyuki pun menutupi wajah nya dengan selimut.


Di sisi lain, Istana Utama.


"Salam Ibunda." Salam dari Khan Freedlay yang baru memasuki ruangan pribadi khusus untuk keluarga.


Di ruangan itu ada Ratu Khanya, dan Pangeran Khan Freedly yang sudah menunggu Pangeran Khan Freedlay. Khan Freedlay duduk di kursi nya.


"Baru saja aku merasakan ada nya aura peri! Aura itu sangat kuat! Beberapa hari yang lalu juga seperti itu. Tapi aura nya tidak sekuat ini. Itu sebab nya aku tidak bertindak, tapi siapa sangka aura itu kembali lagi dan malah semakin kuat!" Ucap Ratu Khanya.


"Khan Freedlay, Bukan kah kau juga merasakan aura itu? Walaupun kau tidak bisa melihat peri, tapi kau masih memiliki darah peri." Sambung Ratu Khanya.


"Benar ibu." Jawab Khan Freedlay.


Ratu Khanya menatap Khan Freedly, "Bukan kah kau lebih tahu dari kami? Khan Freedly?" Tanya Ratu Khanya.


Khan Freedly tersentak! "Iya.. benar ibu."


"Cerita kan." Ucap Ratu Khan Ya.


"Ja.. jadi begini. Ketika aku berjalan jalan di hutan buatan aku bertemu seorang peri yang unik. Lalu, aku juga bertemu dengannya di istana ini. Tapi akhir akhir ini aku tidak melihat nya lagi." Jawab Khan Freedly.


Ratu Khanya mencoba memahami maksud Khan Freedly. Tiba tiba ratu Khanya mengingat 'sesuatu' jangan jangan..


Suasana di ruangan tersebut berubah menjadi mencekam, sunyi, hanya ada suara detak jantung masing masing.


"em.. ibu? Apakah kami boleh pergi sekarang?" Tanya Khan Freedly.


"Baik, pergilah. Aku akan mencari tahu lebih lanjut tentang aura ini di dunia peri. Mungkin beberapa hari kedepan aku tidak ada di istana. Kalian urus lah pesta ulang tahun ku. Pasti akan merepotkan jadi mohon bantuannya." Ucap Ratu Khanya.


Khan Freedly tiba tiba berdiri. "Ta.. tapi-" perkataan Khan Freedly berhenti karena Ratu Khanya sudah menghilang menggunakan sihir teleportasi nya.

__ADS_1


"Yang ulang tahun siapa, yang menyiapkan nya siapa." gerutu Khan Freedly.


"Ulang tahun ku saja aku yang menyiapkan nya sendiri. Padahal aku inginnya tidak ada pesta ulang tahun, tapi mau bagaimana lagi. Itu sudah menjadi 'perintah ibu'. " Ucap Khan Freedlay sembari melipat kedua lengannya.


"Haahh aku keluar dulu kak. Oh iya, setelah aku selesai kelas pedang aku akan ke istana mu." Ucap Khan Freedly.


"Untuk apa?" Tanya Khan Freedlay.


"Mau ketemuan sama kepala pelayan! ya ketemu sama kiki-ku lah." Jawab Khan Freedly.


Kepala pelayan yang ada di luar ruangan: Punggung ku panas.


"Kiki-ku?" Khan Freedlay kebingungan.


"Iya kenapa?" Ucap Khan Freedly menyolot.


Khan Freedlay kesal lalu memberitahukan kepada kepala pelayan untuk melebih kan latihan pedang Khan Freedly.


Khan Freedlay bangkit dari kursi nya. " Kepala pengurus istana. Suruh guru berpedang Khan Freedly untuk menambah latihan nya."


Tapi sayang nya, Khan Freedlay tidak memperdulikan ucapan Khan Freedly dan keluar ruangan terlebih dahulu. Kreaakk.. pintu ruangan pun tertutup.


"Kembali ke istana." Ucap Pangeran Khan Freedlay.


"Baik, pangeran." Ucap kepala pengurus istana.


Sesampai nya di istana Khan Freedlay.


Pengurus istana melihat pergerakan pangeran Khan Freedlay untuk ingin pergi ke kamar nya, tetapi di hentikan oleh nya. "Yang mulia, pekerjaan anda masih banyak! di tambah masih ada urusan untuk pesta yang mulia Ratu." Ucap kepala pengurus istana.


Khan Freedlay menghela napas, "Hahh.. baiklah, aku akan ke ruang kerja." Ucap Khan Freedlay sembari menuju ke ruang kerja nya.


Sesampai nya di ruang kerja.


Di atas meja khan Freedlay ada banyak tumpukan dokumen dokumen yang harus di kerjakan oleh khan Freedlay, "Apakah sebanyak ini? sampai ada tiga tumpuk? dan satu tumpuk itu berisi-" Tanya Khan Freedlay.


"Tak terhitung kan. Maka dari itu anda harus mengerjakan secepat nya yang mulia!" jawab kepala pengurus istana. Khan Freedlay mulai memijat kepala nya. "Kepala pengurus. Tolong daftar kan orang orang yang harus di undang untuk pesta ratu dan juga sekalian persiapan nya. Setelah selesai, berikan kepadaku." Ucap Khan Freedlay.

__ADS_1


"Baik." Sahut kepala pengurus istana.


Kepala pelayan pun mulai mendata nama nama bangsawan untuk diundang ke pesta ulang tahun Ratu Khan.


Siang nya..


Kepala pengurus istana pun melihat jam, dan ternyata sudah waktunya makan siang. "Yang mulia. Sudah waktunya makan siang. Saya akan membawakan makanan untuk anda." Ucap nya.


"Tidak perlu. Aku akan makan di kamar saja. Kau susun saja dokumen dokumen itu apa apa saja yang belum ku kerjakan dan sisihkan, nanti aku akan kembali." Sahut Khan Freedlay. "Oh iya. Sekalian bawakan makanan untuk porsi dua orang ke kamar ku." Sambungnya lagi.


"Baik." Kepala pengurus istana membungkuk. Khan Freedlay keluar dari ruang kerja nya.


Khan Freedlay berjalan secepat kilat menuju kamar nya. Terdengar suara pintu terbuka. "Kau sudah makan?" Tanya Khan Freedlay.


"Belum." Ucap Miyuki kesal. Tentu saja belum! Aku saja dari pagi hingga waktu makan siang saja masih disini! Ingin ku tonjok wajah tampan nya itu! Batin Miyuki.


"Bagus." Sahut Khan Freedlay.


What?! Gila! Masa seseorang yang belum makan dibilang bagus?! batin Miyuki.


Tiba tiba kepala pengurus istana datang dengan membawa makanan untuk Khan Freedlay dan Miyuki. " Ini permintaan anda yang mulia." Ucap Kepala pengurus istana dengan sopan.


"Kau boleh keluar." Ucap Khan Freedlay kepada kepala pengurus istana.


Kepala pengurus istana membungkuk lalu pergi. Khan Freedlay mengambil sepiring makanan untuk Miyuki.


"Ini ambillah." Khan Freedlay memberikan sepiring makanan kepada Miyuki.


"Terimakasih." Ucap Miyuki sembari menerima makanan itu. Kata kata ku barusan ku tarik kembali.. batin Miyuki.


Khan Freedlay hanya menganggukkan kepala dan memakan makanan nya. Setelah Khan Freedlay selesai, ternyata Miyuki belum makan sesuap pun, "Kenapa? Apa tidak sesuai dengan selera mu?" Tanya Khan Freedlay.


Miyuki ragu untuk memakan makanan mewah ini, "Apa aku boleh memakannya?" Tanya Miyuki. Aku baru pertama kali melihat makanan se-mewah ini. Dulu setiap hari aku hanya makan telur ceplok


Khan Freedlay sempat tertegun sebentar lalu mengambil makanan yang ada di pangkuan Miyuki. Lalu mengambil makanan se-sendok ke depan wajah Miyuki. "Siapa bilang kau tidak boleh memakan ini. Buka mulut mu."


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...

__ADS_1


__ADS_2