Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 42


__ADS_3

Miyuki terdiam, mata Miyuki berbinar melihat apa yang ia lihat saat ini, suasana yang damai yang cocok sekali untuk beristirahat.


"Indah sekali."


Suasana malam yang indah dengan sinar bulan yang menyinari ladang bunga tulip. Udara yang sejuk, tapi tak membuat dingin. Suasana yang cocok untuk bersantai dan melepas penat.


"Kau suka? Kemari lah, aku telah menyiapkan tempat untuk kita duduk," Raja Brayen menuntun Miyuki ke arah yang dia siapkan.


"Wah sepertinya rasa penat ku langsung hilang, terima kasih, Ray." Ucap Miyuki sembari melihat ladang bunga tulip itu.


Raja Brayen tersenyum, "sama - sama, apa sih yang enggak buat kamu."


"Dasar gombal."


Raja Brayen menatap Miyuki dengan rasa penasaran, "gombal? Apa itu?"


Miyuki menyadari jika ada beberapa kosakata yang mungkin tidak diketahui di dunia ini, "em.. gombal itu-" gimana aku menjelaskan nya ya, batin Miyuki.


"Yah.. Seperti yang kau lakukan itu." Sambung Miyuki.


"Apa semacam rayuan?" Tanya Raja Brayen.


"Em.. Ya semacam itu."


Raja Brayen tertawa, "aku mengatakan nya dengan sungguh - sungguh kok,"


ia berhenti tertawa dan menatap Miyuki, "ngomong-ngomong apa kau sudah tahu rumor Khan Freedlay akan bertunangan dengan Putri pertama Kerajaan S.E?"


"Soal itu, kata Freedlay surat pertunangan nya masih belum di setujui oleh Yang Mulia Ratu."


Raja Brayen menyenderkan kepala nya ke bahu Miyuki, "aku harap surat pertunangan itu di setujui oleh Ratu Khan."


"Kenapa?"


"Agar kau bisa bersama ku."


"..." Miyuki terdiam karena jawaban Raja Brayen, ia masih tak bisa menerima perasaan Raja Brayen.


"Ray, seperti nya aku tak bisa menyukai mu."

__ADS_1


"Aku akan berusaha membuat mu menyukai ku! Ku mohon beri aku kesempatan." Raja Brayen kembali duduk dan menatap Miyuki.


"Jika aku tetap tak bisa? Bagaimana?" Kali ini Miyuki bertanya dengan serius.


"Bisa, pasti bisa. Aku akan terus membuat mu bisa menyukai ku." Jawab Raja Brayen.


"Aku takut mengecewakan mu."


Raja Brayen tersenyum, "jika aku kecewa, itu adalah pilihan ku. Itu bukan kesalahan mu tapi kesalahan ku yang telah memilih itu. Dan, aku percaya sampai kapan pun aku tak kan pernah kecewa untuk mengejar mu."


Miyuki terdiam sejenak, ia masih takut jika keputusan ini akan membuat kekecewaan, "tapi aku ingin kau berhenti. Berhenti untuk mengejar ku."


"Tak kan pernah, aku tak kan pernah berhenti mengejar mu sampai maut menghampiri ku. Bahkan mungkin sampai maut menghampiri ku, aku akan tetap mengejar mu."


"Wah kejam nya, berarti kau akan menjadi hantu dong? Apa kau akan menghantui ku terus?" Miyuki mengubah suasana agar tak terlalu tegang.


Raja Brayen pun tertawa, "bukan, maksud ku, aku akan terus mencintaimu walau maut menghampiri ku." Raja Brayen menyenderkan kepala nya lagi ke bahu Miyuki.


"Kita tetap berteman saja ya?" Ucap Miyuki.


"Mungkin bagi mu, tapi tidak bagi ku." Jawab Raja Brayen.


.


.


Dengan mata yang lelah, Miyuki duduk di kursinya dengan pemandangan setumpuk dokumen laporan aktivitas Istana Pangeran Freedly.


Miyuki menghela nafas, "karena ajakan Ray semalam aku sampai lupa jika masih terdapat pekerjaan yang belum ku selesaikan. Alhasil aku begadang semalaman."


Miyuki melihat sekitar ruangannya, seperti ada sesuatu yang kurang. Ia pun merenggangkan tubuhnya.


Tumben akhir-akhir ini peri lala tidak muncul di ruangan ku, pantas saja ada yang kurang. Lalu, akhir - akhir ini aku juga tidak melihat pangeran Freedly. Apa terjadi sesuatu ya? Batin Miyuki.


Tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu, ternyata Iris yang mengetuk pintu itu dengan membawa sarapan Miyuki.


"Pagi, Miyuki." Ucap nya sembari mendorong meja roda yang di atasnya terdapat buah - buahan.


"Pagi, Iris. Tumben kau yang mengantarkan, biasanya pelayan lainnya." Tanya Miyuki.

__ADS_1


"Iya benar, hari ini adalah jadwal ku mengantarkan sarapan mu." Jawab Iris.


"Ngomong-ngomong, apa kau melihat Lala? Akhir-akhir ini aku tak melihatnya." Padahal jika Lala ada pasti dia heboh karena Ray. Batin Miyuki.


"Ah benar, aku juga ingin menanyakan hal itu kepada mu. Aku kira kau mengetahui Lala, karena akhir-akhir ini kami juga tidak ada melihat Lala." Jawab Iris.


Dia ada dimana sih, batin Miyuki.


"Oh lalu, apa kau ada melihat Pangeran Freedly?"


Iris mengingat-ingat, "em... setelah kami menyadari Lala menghilang, aku pernah tak sengaja melihat Pangeran Kedua berbicara sendiri. Lalu setelah itu aku tak melihat lagi keberadaan Pangeran Kedua." Jawab Iris.


Ada yang aneh, batin Miyuki.


Karena ekspresi Miyuki terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan serius dan wajahnya yang lelah, Iris langsung menyadarkan Miyuki.


"Miyuki, kau terlihat lelah. Makan lah sarapan ini lalu beristirahatlah." Iris tersenyum.


Miyuki pun tersadar, "ah iya baiklah Iris."


"Em.. Miyuki," Panggil Iris.


"Ya?"


"Tentang rumor itu, kau jangan terlalu memikirkan nya. Aku percaya padamu." Ucap Iris.


Ah benar, aku sampai lupa jika aku di rumor kan sebagai peri terkutuk. Batin Miyuki.


Miyuki tersenyum, "terima kasih, Iris."


"Jika kau merasa ingin mengeluarkan emosi mu, atau berkeluh kesah panggil aku, aku akan siap mendengarkan mu." Iris memegang tangan Miyuki.


"Aku juga akan siap mendengarkan keluh kesah mu, Miyuki!" Dengan suara khas yang dimiliki Marylin, ia masuk ke ruangan Miyuki.


"Walau aku tak tahu apa yang kalian bicarakan karena baru sampai, tapi aku juga akan siap membantu mu jika kau ada masalah Miyuki!" Sambung Marylin.


Miyuki terdiam sejenak, ia merasa tak sendirian lagi di dunia yang asing ini, "astaga, terima kasih teman-teman." Miyuki memeluk kedua teman nya itu.


Aku bersyukur tak lagi kesepian di dunia yang asing ini.

__ADS_1


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...


__ADS_2