
"Miyuki, ku dengar selain menjadi pengurus istana pangeran kedua kau juga mendapat gelar bangsawan kan?" tanya Iris.
"Benar, kenapa Iris? " ucap Miyuki dengan gugup, apakah mereka akan menjauhi ku karena aku sekarang menjadi bangsawan? aku takut..
"Apa kau akan tetap berteman dengan kami yang hanya seorang rakyat jelata? tanpa status apapun." ucap Iris.
Miyuki terdiam, kekhawatirannya berlebihan, "aku akan tetap berteman dengan kalian teman - teman, dan juga aku masih bekerja disini jika bukan dengan kalian, lalu bersama siapa aku akan berteman?" ucap Miyuki dengan menggenggam tangan Iris.
"Aku pikir kau akan malu berteman dengan kami yang hanya seorang rakyat jelata, dan akan memutuskan hubungan dengan kami." Ucap Marylin dengan menunduk.
Miyuki menghela napas, "haah.. kalian terlalu banyak berfikir, kita akan terus menjadi teman selamanya!"
Peri Lala hanya tersenyum ia tahu bahwa dia adalah seorang peri, bisa saja suatu saat dia harus pergi meninggalkan mereka.
"Sudah selesai, aku akan pindah ke ruang pengurus istana." Ucap Miyuki dengan berat hati harus tinggal jauh dengan teman - teman nya, walau bekerja di satu tempat tapi istana ini sangat besar. Setelah berpelukan Miyuki pamit.
"Jaga diri kalian baik - baik ya teman - teman, sampai jumpa." Karena barang Miyuki tidak banyak, ia dapat membawanya sendiri ke ruang pengurus istana.
.
.
Malam harinya, pekerjaan baru Miyuki untuk hari ini telah selesai, akhirnya selesai juga tinggal mengurus pasokan makanan untuk beberapa hari kemudian. Tidur dulu deh. Miyuki meregangkan tubuhnya. Oh iya, Khan Freedly sudah tidur belum ya? apa aku cek dulu saja? baiklah.
Miyuki pun menyala kan lilin untuk penerang jalan, yah.. walaupun kamar Freedly sedikit jauh aku akan ke sana untuk memastikan kondisinya.
Suasana sangat sepi, hanya cahaya bulan yang menyinari istana, suasana jalan istana sangat berbeda jauh di malam hari. Sangat berbeda jauh suasana malam hari di sini, mungkin di dunia ini belum ada lampu? penerang saja hanya berupa lilin. Miyuki terus melangkah maju ke ruang Khan Freedly.
Ketika asik berjalan, Miyuki dikejutkan oleh suara jendela yang tiba - tiba terbuka kencang karena angin. "astaga kaget aku!" jantung ku rasanya mau copot. Miyuki akhirnya menutup kembali jendela itu, tetapi tak sengaja ia melihat putri Elani dan Khan Freedlay sedang berbincang di halaman.
__ADS_1
"Sedang apa mereka malam - malam begini bertemu? apa mereka memiliki hubungan diam - diam?" Miyuki pun terdiam dan tersadar, "apa hubungannya dengan ku? ada - ada saja, mau mereka sepasang kekasih juga bukan urusanku." Miyuki mengunci jendela itu dan melanjutkan perjalanan.
Beberapa menit kemudian Miyuki sampai di depan pintu kamar Khan Freedly. Miyuki mengetuk pintu itu, "pangeran Freedly, ini saya Miyuki."
"Iya masuklah." jawab Khan Freedly.
Miyuki pun membuka pintu itu, "selamat malam pangeran, apa aku mengganggu waktu istirahat mu?" tanya Miyuki.
"Tidak kok, aku senang kau datang menjenguk ku! padahal kan jarak ruangan mu dan kamar ku sangat jauh, oh iya selamat ya kau telah naik pangkat! dan mendapat gelar bangsawan!" Khan Freedly memeluk Miyuki.
"Terimakasih pangeran, ini juga berkat pangeran yang menolongku. Jika pangeran telat saja pasti aku sudah tidak ada di dunia ini."
"Hustt kau tak boleh mengatakan hal seperti itu! kau akan tetap di sini selamanya! kau tak boleh meninggalkan ku." Khan Freedly mengeratkan pelukannya.
Miyuki terdiam ia tak tahu harus mengatakan apa, karena dunia ini bukan dunia nya. apa yang harus ku katakan? ini bukan dunia yang seharusnya aku berada, suatu hari aku pasti harus kembali.
"Miyuki, mau kah kau besok menemaniku berjalan - jalan? aku bosan di dalam kamar seharian." Ucap Khan Freedly dengan tampang memelas.
"Tapi-" ucapan Khan Freedly terpotong karena ucapan Miyuki, "bagaimana jika tiga hari yang akan datang? saat itu anda harus benar - benar sehat! baru boleh kita jalan - jalan."
Mata Khan Freedly berbinar, "benar kah? baiklah! janji ya." Khan Freedly mengacungkan jari kelingkingnya.
"Iya janji." Miyuki mengaitkan jari kelingking nya ke jari kelingking Khan Freedly, mereka melakukan janji kelingking.
Hari sudah mulai larut, Miyuki pun pamit untuk pergi beristirahat dikamar nya. Ia meninggalkan Khan Freedly sebelum membaca kan buku dongeng kesukaan Khan Freedly.
Khan Freedly tertidur, Miyuki pun keluar dari kamar khan Freedly dan menutup pintu. Syukurlah dia sudah baik - baik saja, dulu ketika dia berbaring koma aku sangat takut. Sudah lah itu sudah berlalu, aku harus pergi tidur.
Miyuki berjalan menuju kamar nya sendiri, dan bersiap untuk tidur. Tetapi entah kenapa setiap memejamkan mata ia selalu mengingat Khan Freedlay dan putri Elani yang sedang bertemu diam - diam di halaman istana Khan Freedly.
__ADS_1
"Sialan." Miyuki memaksa memejamkan mata dan akhirnya tertidur.
.
.
Ketika Miyuki asik dengan pekerjaan nya, terdengar langkah suara anak kecil yang mendekati ruangan Miyuki. "Kiki! kau berjanji hari ini akan pergi jalan - jalan dengan ku!" Miyuki melihat ke arah sumber suara, ternyata sudah tiga hari ya aku menjabat sebagai pengurus istana, pantas saja makin hari pekerjaan ku makin banyak.
"Iya pangeran, ayo kita jalan - jalan." Miyuki pun berdiri dari kursi nya dan berjalan menuju Khan Freedly.
Mereka pun jalan ke luar istana Khan Freedly, "kita mau jalan - jalan kemana pangeran?" tanya Miyuki.
"Aku akan mengajakmu berkeliling istana utama, kau belum pernah kan?" jawab Khan Freedly dengan bersemangat. "Disana banyak sekali yang dapat dilihat!" sambungnya lagi.
Mereka akhirnya sampai di istana utama, tepat ketika di halaman depan istana mereka bertemu Khan Freedlay yang tengah mengurus laporan bersama pengurus istana nya. Khan Freedlay melirik ke arah mereka berdua, "apa yang sedang kalian lakukan?"
"Kami ingin jalan - jalan di istana utama." jawab santai Khan Freedly.
"Istana utama bukan tempat jalan - jalan, aku akan ikut agar kau tidak merusak barang - barang berharga di dalam istana." Ucap Khan Freedlay kepada Khan Freedly.
"Apa? tidak perlu! aku cukup bersama kiki!" Bantah Khan Freedly.
"Tidak apa apa pangeran Freedly, bukankah lebih seru jika banyak orang yang ikut berjalan - jalan?" Miyuki melerai mereka.
Akhirnya mereka bertiga bersama - sama melihat - lihat istana utama layaknya keluarga yang sedang jalan - jalan bersama. Ketika mereka melihat lihat lukisan di istana utama, Miyuki terhenti di salah satu lukisan. Lukisan itu menggambarkan sosok pria yang sangat mirip dengan Khan Freedlay tapi dia lebih dewasa. Mungkin jika Freedlay dewasa, pasti dia akan mirip seperti dia.
Khan Freedlay pun menyadari Miyuki menatap lukisan itu, "dia adalah Raja kerajaan Khan, ayah kami." ucap Khan Freedlay.
Raja Khan? "pantas saja lukisan ini mirip kalian, Ngomong - ngomong sekarang ada dimana raja Khan?" Tanya Miyuki. Khan Freedlay terdiam sejenak.
__ADS_1
...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...