
Istana utama, Taman.
Di istana tersebut sangat mewah, pelayan yang sopan dan pemimpin Kerajaan Khan sekarang. Dia sedang bersantai di taman sembari menyentuh bunga dan memanggil kepala pelayan.
"Ada berita apa?" Ucap seorang wanita berambut merah jambu dengan mata soft blue yang unik, dia adalah ratu Khanya pemimpin Kerajaan Khan.
"Yang mulia, ada berita bahwa pangeran pertama dan kedua berebut dayang baru, dan dayang tersebut yang ada di rumorkan itu. Yang mirip dengan anda yang mulia."
Disisi lain...
"APAAA!!!" Ucap pelayan yang berada di ruangan beserta Anne.
"Kalian kenapa?" Ucap Miyuki, Karena heran.
Anne pun mendekat ke Miyuki dan berbisik. "Kau tidak tahu ya? Pangeran kedua itu dingin.. sangat dingin... jika kita tidak sengaja membuat kesalahan, Pangeran akan langsung mengacungkan pedang! Tapi untung saja tidak ada korban jiwa." Ucap Anne merasa lega.
Miyuki sedikit berpikir, "aneh.. tapi ketika melihat pangeran Freedly jika berdiam dia sangat imut." Ucap Miyuki.
"Walaupun Pangeran kedua di umur nya ini tidak pernah membunuh, tetapi beda cerita jika itu pangeran pertama." Sambung Anne.
"Ya.. Pangeran pertama di umur pangeran kedua sudah ikut berperang! Karena beliau akan menjadi penerus kerajaan Khan." Ucap Pelayan lainya.
Bukan kah di tuliskan di novel bahwa kerajaan Khan ini harus di wariskan ke anak perempuan.. Jika anak laki - laki harus membangun kerajaan nya sendiri? batin Miyuki.
"Bukan kah di kerajaan Khan ini harus sang Putri yang memimpin selanjutnya? Bisa di bilang Putri mahkota?" Ucap Miyuki.
Semua pelayan termasuk anne sempat terdiam lalu, "Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Anne terheran.
Sepertinya benar... Dari kata Anne 'Bagaimana kau bisa tahu?' Menandakan bahwa ucapan ku benar.
Miyuki tersontak tidak tahu harus mengatakan apa ia pun memutuskan sedikit berbohong, "Yah.. pangeran Freedly yang memberitahuku. Oh iya beri kan makanan pangeran Freedly." Ucap Miyuki mengalihkan topik, Anne pun menyurung meja makanan untuk pangeran Freedly.
"Sudah dulu ya... aku harus kembali." Ucap Miyuki sembari berjalan keluar dapur.
"Dia pelayan yang tidak sombong ya.." Ucap salah satu pelayan yang ada di dalam dapur.
"Benar, Walaupun dia agak blak - blakkan tapi dia terlihat seperti bangsawan..." Ucap Anne.
"Dari warna rambut dan bola mata nya seperti.." Ucap salah satu pelayan.
"Bukan.. Dari cara berjalan nya saja sudah kelihatan, Ketika dia masuk ke dapur aku mengira dia adalah seorang bangsawan, Dia berjalan seperti sudah di ajarkan sejak kecil." Ucap Anne.
"Kau sangat jeli ya Anne." Ucap Pelayan di sebelah Anne.
"Tentu saja, sebelum menjadi koki aku adalah seorang guru etika yang mulia putri, Tapi beliau..." Ucap Anne sedih.
"Tidak apa apa, jangan sedih Madam Anne." Ucap Pelayan di sampingnya.
"Jangan panggil aku Madam, toh aku sudah jadi juru masak disini." Ucap Anne.
"Padahal kan ya... kau adalah seorang bangsawan... tapi kenapa kau jadi juru masak?" Ucap pelayan di sebelah Anne.
__ADS_1
"Rahasia." ucap Anne dengan tersenyum jahil.
"Hah, Kau misterius sekali." Ucap Pelayan lainnya.
Di sisi lain (Miyuki).
Miyuki berjalan menelusuri jalanan istana yang ia lewati sebelumnya sembari membawa meja roda yang di atasnya terdapat makanan yang tertutup rapi.
Aneh.. kenapa semua orang mengatakan bahwa pangeran Freedly sangat mengerikan, padahal kan aslinya dia sangat imut.. Sudahlah lupakan saja, sudah berapa kali aku barusan mengatakan kata ANEH.
"Aku tak menghitungnya." Ucap Seseorang dari belakang, dan ternyata dia adalah... Peri Lala.
"Sudah ku bilang, jangan dengarkan isi hati ku!" Ucap Miyuki.
"Memang kenapa? toh aku juga penasaran." Ucap Peri Lala.
"Jika seperti itu jadinya aku gak punya rahasia dong!" Ucap Miyuki, kesal.
"Mau gimana lagi, itu juga gak bisa di hilangkan kalaupun aku mau." Ucap Peri Lala.
"Sudah lah, dari mana saja kau?" Ucap Miyuki.
"Jalan - jalan." Ucap Peri Lala.
Miyuki hanya terdiam melihat tingkah peri Lala, lalu ia ingin menanyakan siapa tuan putri kerajaan Khan,"Oh iya, peri Lala kau mengetahui-"
Miyuki terhenti karena ingatan peri Lala sebagian terhapus pasti dia juga tidak tahu, "Tidak jadi deh."
"Kenapa? mengetahui apa?" Ucap Peri Lala, penasaran.
"Benar juga sih."Ucap peri Lala.
Miyuki dan peri Lala pun berjalan dan menuju kamar pangeran Freedly. Tak lama kemudian mereka pun sampai.
Suara ketukan pintu terdengar, "Masuk." suara Khan Freedly dari dalam ruangan.
Pintu pun terbuka, Miyuki pun masuk ke ruangan, "Pangeran, ini makan malam anda." Ucap Miyuki, Sedangkan peri Lala pergi melihat lihat kamar Khan Freedly.
"Terimakasih, pasti kau belum makan kan? " Tanya Khan Freedly.
"Saya tidak lapar kok." Ucap Miyuki. Tiba tiba suara perut Miyuki yang keroncongan pun berbunyi.
"Hahaha, kemari makan lah bersama ku, toh aku juga gak akan menghabiskan semua nya." Ucap Khan Freedly.
"Tapi..." Ucap Miyuki, ragu.
"Tidak apa apa." Ucap Khan Freedly. Miyuki pun duduk di sebelah Khan Freedly dan makan bersama.
Setelah makan malam, Khan Freedly pun tertidur pulas. Miyuki pun membereskan sisa makanan ke dapur setelah itu ia tidur di kursi alias sofa yang ia duduki bersama Khan Freedly sebelumnya.
Pagi hari nya...
__ADS_1
Seperti biasa Miyuki pun menyiapkan air hangat untuk Khan Freedly mandi, serta memandikan Khan Freedly. Setelah mandi, Khan Freedly pun bersiap dan pergi ke istana utama untuk memberi salam ke pada Baginda Ratu.
"Yang mulia sangat tampan hari ini, yah.. walaupun setiap harinya selalu tampan." Miyuki memuji.
"Hahahaha, Aku pergi dulu ya Kiki." Ucap Khan Freedly. ''Baik, Sampai jumpa pangeran." Ucap Miyuki.
Khan Freedly pun pergi keluar kamar dan pergi ke istana utama. Miyuki pun pergi ke dapur untuk sarapan, di dapur tersebut sangat ramai. Anne pun memberikan makanan khusus karena Miyuki adalah dayang pribadi pangeran Freedly.
"Terimakasih Anne." Ucap Miyuki.
"Sama sama." Anne pun mengedipkan mata sebelah kanan nya.
Pelayan lainnya pun langsung bergosip setelah melihat Miyuki.
"Hei hei.. Dia kan yang di rumorkan seperti Baginda ratu?" Ucap pelayan yang duduk di meja belakang Miyuki.
"Iya.. aku mengira hanya beberapa saja yang mirip, tetapi setelah melihat langsung wajahnya seperti salinan wajah yang mulia ratu." Ucap Teman pelayan tersebut.
Miyuki pun menengok ke arah belakang dan langsung melirik pelayan yang bergosip.
"Haihh." Miyuki menghela nafas.
"Kenapa?" Ucap Peri lala dengan tiba tiba.
hais kaget aku, batin Miyuki. "Kenapa? mau ku beri pelajaran?" Ucap Peri Lala.
Tidak perlu, toh aku juga penasaran dengan Ratu Khan.
Disisi lain, Istana utama.
Pangeran Khan Freedly pun memasuki ruang istana utama. Di ruangan tersebut pangeran Khan Freedlay sudah berada di ruangan tersebut.
"Salam yang mulia ratu." Ucap Khan Freedly sembari membungkuk.
Belum sempat Khan Freedly menegakkan tubuhnya, ratu Khanya langsung menyindir kedua pangeran Kerajaan Khan, "kedua pangeran kerajaan Khan memperebutkan pelayan wanita? apakah pantas melakukan sikap seperti itu? Baru pertama kali istana yang pangerannya memperebutkan pelayan." Ucap Ratu Khan dengan tampang kesal.
"Pangeran Freedly, aku maklum karena masih berumur 8 tahun itu umur yang masih anak - anak. Tapi pangeran Freedlay? Kau sudah berumur 16 tahun itu umur yang sudah dewasa. Ada angin apa sampai sampai kedua pangeran yang terkenal bengis ini memperebutkan pelayan?" sambungnya lagi.
Pangeran Freedlay dan pangeran Freedly hanya bisa berdiam membungkuk karena membuat ibunya marah.
"Aku jadi penasaran dengan pelayan itu, Aku ingin melihat nya." Ucap Ratu Khanya.
"Apa yang ingin ibu lakukan terhadap pelayan ku?!" Ucap Khan Freedly.
"Itu bukan urusan mu, dan aku hanya penasaran pelayan seperti apakah yang bisa membuat kedua pangeran kita terpikat oleh nya?" Ucap Ratu Khanya.
"Siapa nama pelayan itu?" Tanya Ratu Khanya.
"Kiki." Ucap Khan Freedly.
"Kiki?!" ratu Khan sedikit terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Namanya Miyuki yang mulia ratu." Sambung Khan Freedlay.
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...