
"Siapa nama mu?"Ucap Miyuki Chi, kepada laki laki berambut emas tersebut.
"Nama ku Brayen." ucap laki laki berambut emas tersebut.
"Brayen... sepertinya aku pernah mendengar nama ini."Ucap peri Lala, dalam hati.
Karena peri Lala tidak bisa di lihat oleh Brayen, dia menatap Brayen sembari mengingat ingat orang yang berhadapan dengan Miyuki chi.
Tatapan peri Lala membuat Miyuki Chi salah paham dikira Miyuki, peri Lala terpesona oleh Brayen. Miyuki Chi pun terkikik karena kesalahan pahaman nya itu.
Di samping itu, Brayen mengira Miyuki terkikik karena mendengar nama nya itu. Dia kebingungan mengapa Miyuki terkikik mendengar nama nya.
"Mengapa dia terkikik mendengar nama ku? Dari mana lucu nya?"ucapnya dari dalam.
Dia tidak habis pikir kenapa nama nya itu membuat gadis di depannya tertawa, lalu Brayen memutuskan untuk pergi karena dia sudah baikan.Disamping itu, Brayen mulai ada rasa tertarik kepada Miyuki.
"Nona.. Terimakasih atas bantuan mu, jika ada kesempatan, saya pasti akan membantu anda sebagai balasan."
Miyuki pun menghentikan kikik kan nya, dan menyahuti Brayen.
"Baiklah."
Brayen pun berjalan keluar rumah, ketika Miyuki dan peri Lala ikutan keluar, Brayen sudah menghilang bagaikan angin yang berhembus kencang.
Miyuki pun kebingungan, mengapa ada seseorang yang pergi dengan cepat... apa dia bukan manusia?.
"Hey.. peri Lala, apakah dia bukan manusia?"
"Entah lah, dia menggunakan sihir."
Peri Lala pun menyahuti dengan tenang bagaikan dia sudah tau siapa jati diri Brayen. (Padahal belum tau jati diri Brayen).
"Haihh sudah lah, ayo kita melanjutkan perjalanan ke kerajaan Khan." Peri Lala pun mengambil peta ke kerajaan Khan yang berada di saku Miyuki, yang di berikan Freedly kemarin.
Mereka pun berjalan dan terus berjalan menuju ke kerajaan Khan, mengikuti instruksi peta.
Ketika sudah tidak jauh dari kerajaan. orang orang atau penduduk sekitar mulai membicarakan Miyuki.
"Hey lihat dia, berambut pink dan warna mata nya-" Bisik bisik.
"Lihat dia... dia mirip sekali dengan baliau.. warna mata dan warna rambut nya-" Bisik Bisik.
"Aku dengar, Dia tidak memiliki saudara kembar." bisik bisik.
"Hey.. bicara yang sopan, jika kau terdengar oleh beliau kau akan di hukum." bisik bisik.
__ADS_1
"Entah menggunakan cara apa dia, sampai sampai mirip dengan beliau."
Semua orang yang bertemu Miyuki saling berbisik satu sama lain, dan bisikan tersebut membuat Miyuki semakin jengkel, Entah apa yang di bicarakan orang orang itu, yang katanya aku mirip ini lah, mirip itu lah, lalu ada yang mengatakan aku menggunakan cara apa! ini sudah jelas asli, no kw!! mungkin saja yang orang orang tersebut katakan 'Beliau' itu yang kw!!.
"HUH!!"
Peri Lala juga ikutan kesal, entah kenapa aku merasa kesal mendengar ocehan mereka!! padahal kan yang di ocehin itu Miyuki. lalu peri Lala mendengar hembusan nafas yang besar dari Miyuki.
"Kau kenapa?"
Miyuki pun menengok ke arah peri Lala, dan menyahuti dengan cepat, "Aku sedang jengkel!! mengapa mereka suka sekali bergosip! ternyata di dunia ini sudah ada gosip!" ucap nya dengan keras.
Lalu orang orang yang mengoceh tadi tiba tiba mengatakan.
"Eh.. dia berbicara kepada diri nya sendiri..."
"Apa dia gila?"
Lalu Miyuki semakin marah, dia memaki maki di dalam hati kepada semua orang yang mengoceh terhadapnya. kalian semua yang gila!!
"Ayo cepat peri Lala."
"Iya iya... tapi tunggu dulu, aku harus membalas mereka yang telah mengoceh ngoceh kan mu." Peri Lala pun mengayunkan tongkat nya dan tiba tiba semua orang tersebut terkena diare.
Miyuki Pun terkejut tiba tiba orang orang tersebut memegangi perut mereka masing masing, dan ada yang kentut lalu berlari ke dalam rumah.
"Terkena diare," dengan santai nya peri Lala menjawab.
"Puffttt hahaha, terimakasih peri Lala, kau telah menghilangkan kekesalan ku."
"Hei.. jangan GR aku menggunakan kekuatan ku untuk menghilangkan rasa jengkel ku terhadap mereka yang terus menerus mengoceh."
Miyuki hanya tersenyum dan cekikikan terhadap peri Lala yang tidak mau mengaku atas pembalasan terhadap orang orang yang mengoceh tadi.
Lalu tiba tiba ada keributan, Miyuki dan peri Lala pun ikut melihat keributan tersebut. Sesampai nya di sana Miyuki dan peri Lala pun melihat ada seorang wanita tua yang tertabrak kuda yang mengamuk.
Tidak ada seorang pun yang berani mendekati kuda dan wanita tua yang terluka karena tabrakan kuda tersebut, karena jika mendekat selangkah saja kepada wanita tua itu, maka kuda yang ada di dekat nya itu akan langsung mengamuk.
Sudah banyak orang yang mencoba menyelamatkan wanita tua tersebut, tetapi gagal. karena merasa kasihan Miyuki mengumpulkan keberanian nya untuk mendekati wanita tua dan kuda tersebut.
Ketika Miyuki mulai mendekat, kuda tersebut langsung menghembuskan nafas yang besar, dan mengayunkan kaki nya layaknya mau menabrakkan diri ke Miyuki. Orang orang mulai memperingatkan Miyuki, untuk jangan mendekat.
"Hei... jangan mendekat!!!"
"Berhenti, kau akan di tabrak oleh kuda liar itu!!.
__ADS_1
"Apa dia gila?! beraninya dia mencoba untuk mendekati kuda liar itu, apa dia cari mati!!"
Begitulah orang orang di sekitar memperingati Miyuki mereka semua mengoceh seperti ayam yang ingin bertelur.
"Hei Miyuki, kuda itu bukan mainan ! kau bisa mati di tabrak oleh nya, kau jangan bertindak seperti penyelamat hidup orang, ingat nyawa mu!!" ucap peri Lala.
Miyuki tidak menghiraukan ucapan orang orang, termasuk peri Lala. ketika kuda itu mau berlari menuju Miyuki, tiba tiba kuda tersebut berhenti dan berhadapan dengan Miyuki.
Miyuki yang jantungnya serasa mau copot sembari menutup mata tiba tiba terkejut dan membuka mata kembali sembari melihat kuda gila tersebut sudah di hadapan nya, dan dia berhenti menggila.
Miyuki melihat kuda tersebut tidak percaya kegilaan kuda tersebut tiba tiba menghilang, kuda itu juga meminta miyuki untuk mengelus kepala nya. karena Miyuki yang tidak mengerti maksud kuda tersebut, lalu peri Lala memberitahu kan maksud kuda itu.
Lalu Miyuki pun mengelus kepala kuda tersebut dengan tangan gemetaran kuda itu merasa senang dan kegilaan yang membuat orang orang panik telah hilang.
Begitupun juga dengan orang orang yang di sekitar tersebut terkejut dengan apa yang mereka lihat. Sudah banyak orang orang yang mencoba mendekati kuda gila itu, dan semua menyerah. Tetapi, gadis muda ini berani mendekati kuda gila itu, dan berani mengelus kepala kuda gila itu.
"Wah... gadis muda itu berhasil menjinakkan kuda gila itu."
"Bukan nya dia yang di bicarakan orang orang yang mirip dengan beliau?"
Semua orang kagum dan terkejut melihat apa yang mereka lihat. Semua orang mulai bubar satu persatu dan tidak memedulikan wanita tua itu.
"Terimakasih gadis muda.." suara wanita tua dengan lemah duduk di samping Miyuki.
Miyuki yang berdiri lalu membungkuk dan mengulurkan tangan untuk memapah terhadap wanita tua tersebut, ketika Miyuki mengulurkan tangan sembari menatap nya, wanita tua tersebut terkejut melihat bola mata nya yang biru dan rambut pink yang jarang sekali di miliki orang orang kecuali satu orang.
"Tidak masalah nyonya... apa kau baik baik saja?" ucap Miyuki sembari tersenyum.
"Tidak apa apa, aku terjatuh karena tulang tulang ku sudah tua." ucap wanita tua tersebut dengan nada lemah sembari berdiri di bantu Miyuki.
"Apa tidak terluka?" ucap Miyuki, ragu.
"Tidak. ngomong ngomong darimana kau berasal?" tanya wanita tua.
"Aku.. aku berasal dari negara yang jauh."ucap Miyuki, tersenyum.
"Oh.." ucap wanita tua.
"Baiklah aku akan pergi, jika nyonya tidak butuh apa apa." ucap Miyuki.
"Tunggu," ucap wanita tua itu dengan menggenggam tangan Miyuki.
"??" Miyuki bertanya - tanya mengapa wanita tua ini tiba tiba menyentuh tangannya. Tak lama kemudian ia melepaskan genggaman nya, "Tidak apa - apa," ucap wanita tua itu.
Miyuki dan peri Lala pun pergi melanjutkan perjalanan nya ke kerajaan khan.
__ADS_1
"Aku yakin.." ucap wanita tua tersebut.
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...