Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 19


__ADS_3

~Welcome to happy reading~


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Duke Frayen Vercia memasuki ruangan...


"Salam kepada sang matahari Kerajaan Khan." Duke Frayen Vercia membungkuk.


"Terimakasih kau telah datang, Duke Vercia. Berdirilah. " Ucap Ratu Khan Ya.


"Suatu kehormatan bisa di undang oleh baginda Ratu." Duke Frayen Vercia berdiri.


"Psst psst Kiki." Khan Freedly berbisik kepada Miyuki.


"Ya?"


"Itu dia, sepupu rambut pirang." Ucap Khan Freedly.


"Rambut pirang?" Tanya Miyuki.


"Itu loh, Raja Layen. Si rambut pirang." Freedly menunjuk ke arah Raja Brayen Golden Layen.


"Oh, memangnya kenapa yang mulia?"


"Duke itu dijuluki sebagai 'singa hitam' kerajaan Khan. Dia sangat menyukai peperangan. Kau tahu kiki? Dia baru saja kembali dari medan perang setelah sekian tahun lamanya." Ucap Khan Freedly.


"Apa? 'singa hitam' ?" Miyuki terkejut. Padahal dia tampan, tapi bagaimana bisa dia dijuluki 'singa hitam' hanya karena tidak kembali dari peperangan. Itu kan memang tugas nya. Kasihan dia. Tapi menurutku sangat cocok dengan rambutnya yang berwarna hitam dan mata nya yang tajam seperti singa.


"Iya, jadi kau harus jauh - jauh darinya ya. Aku tidak mau kau terluka." Ucap Khan Freedly.


"Baiklah yang Mulia." Ucap Miyuki.


"Silahkan menikmati pesta nya." Ucap Ratu Khanya.


"Terimakasih yang Mulia Ratu." Semua serentak dan menikmati pesta ulang tahun Ratu kerajaan Khan.


Malam hari..


Pesta ulang tahun yang meriah perbincangan terdengar dimana - mana, canda tawa para nyonya dan para lady bangsawan. Putri kedua Kerajaan S.E (S.Elena Violani) menghampiri Khan Freedlay dan mengobrol.

__ADS_1


Suntuk suntuk Miyuki menahan kantuk. "Kalau Kiki lelah, istirahat saja. Toh acaranya akan segera selesai." Ucap Khan Freedly.


"Anda tahu saja jika saya tidak bisa menahan kantuk." Miyuki tersenyum kepada Khan Freedly.


"Sudah, kau kembali lah kiki. Kau pasti lelah harus menyiapkan keperluan ku dan membantu pekerjaan mempersiapkan pesta."


Miyuki sedikit menguap, "hoamm.. tidak apa apa yang Mulia. Toh saya juga tidak masalah karena itu pekerjaan saya. " Miyuki berbicara sembari mengucek mata.


"Saya kembali dulu, yang mulia." Miyuki meninggalkan aula pesta.


Khan Freedlay melihat bahwa Miyuki meninggalkan tempat dan hendak menghampiri Miyuki. Khan Freedlay langsung meninggalkan Putri S.Elena Violani yang sedang mengoceh di depannya. Karena melihat Khan Freedlay tidak mendengarkan perkataannya Putri S.Elena pun mengerutkan dahi dan pergi ke tempat duduk nya.


Khan Freedlay mengikuti Miyuki sampai di tengah tengah jalan ia berhenti melangkah, dia terhenti karena melihat bahwa Miyuki telah memejamkan mata dan di gendong oleh Duke Frayen Vercia. "Perasaan apa ini.. Seperti di dalam tubuh ku ada yang memanas dan hawa ingin membunuh Duke itu."


Beberapa waktu yang lalu, Miyuki keluar dari aula pesta, setelah berhasil keluar dia tersesat ke taman depan aula. Bersamaan dengan itu Duke Vercia sedang berada di taman depan aula.


Berisik. Duke Frayen Vercia tidak suka dengan kebisingan. lalu ia pun pergi ke arah taman untuk menyendiri, Duke Vercia mulai merasa kedamaian. Begini kan enak. Ketika Duke Vercia tidak sengaja melirik ke sebelah kanan ia melihat Miyuki yang sedang kesusahan mencari jalan. "Siapa kamu?!" Duke Vercia merasa di ikuti, ia mengacungkan pedang nya ke leher Miyuki.


Duke Vercia?! "s-salam yang Mulia Duke" Miyuki dengan nada gemetar.


Kenapa aku sial sekali! aku cuma ingin pergi istirahat!


Miyuki terdiam memikirkan kata yang tepat agar malam ini nyawanya tidak melayang, "apa anda bisa menurunkan pedangnya? saya bukan orang jahat." ucap Miyuki.


Duke Frayen Vercia terdiam sejenak, menilai Miyuki bahwa dia tidak berbahaya. Perlahan ia menurunkan pedang nya.


"Terimakasih" ucap Miyuki karena lehernya terselamatkan.


"Saya Miyuki, dayang Pangeran. Saya tersesat dan tidak tahu jika yang Mulia Duke sedang bersantai disini. Maaf kan saya jika tuan Duke merasa terganggu." Miyuki membungkuk.


"Apa kata kata mu bisa di percaya? bukankah kau mata - mata yang dikirim untuk membunuhku." Duke Frayen Vercia tampak tidak percaya sama sekali dengan perkataan Miyuki.


"Saya bersumpah, saya tidak membohongi yang Mulia Duke." Suara Miyuki bergetar lagi, dia mulai berpikir apa malam ini adalah hari terakhir dia menghirup udara? bohong jika aku tidak takut, bagaimana ini? apa aku akan mati di sini? aku hanya ingin istirahat.


Duke Frayen Vercia masih tidak menurunkan kewaspadaan nya, apa ku bunuh saja dia, tetapi setelah melihat Miyuki yang gemetar ia mengurungkan niatnya. Duke Vercia langsung pergi dari tempatnya berdiri dan meninggalkan Miyuki. Miyuki merasa lega dan bersyukur karena nyawanya selamat tetapi karena habis ketakutan hebat dia terduduk lemah. Gila aura membunuhnya terasa sekali!


Karena mendengar suara jatuh dari belakang, Duke Frayen Vercia menengok. Dia melihat Miyuki terduduk lemah karena aura membunuhnya. ck ! dia mendecak. "kau mau kemana sampai bisa tersesat di sini?" pertanyaan nya membuat Miyuki terkejut.


"A-aku ingin pergi ke ruangan dayang." jawab Miyuki masih dengan nada gemetar.

__ADS_1


"Bukan kah itu sangat jauh dari sini?" Ucap Duke Vercia. "Eh bagaimana kau bisa tahu-" Miyuki kehilangan kesadaran dan segera Duke Frayen Vercia menangkap dan menggendong nya, setelah itu mengantarnya ke tempat pelayan menggunakan sihir nya.


Setelah mengantar kan Miyuki, Duke Frayen Vercia langsung ke teras istana. Di sana dia bertemu dengan sepupu nya, Raja Brayen Golden Layen.


"Hai kakak Sepupu bagaimana perangnya? " Senyum Raja Brayen Golden Layen.


"Duke Frayen Vercia menghadap yang Mulia Raja Kerajaan Layen." Duke Vercia membungkuk.


"Lupakan salam itu, aku merinding mendengarnya dari mulut mu. Aku tidak menyangka bahwa kau menghapus marga 'Layen' ayah mu, Duke." Ucap Raja Brayen Golden Layen.


"Sekarang aku sudah menjadi Duke Vercia di Kerajaan Khan. Sekaligus bangsawan tingkat atas di Kerajaan Khan. Tidak mungkin aku menggunakan nama marga ayah ku." Ketus Duke Vercia.


"Pufftt jangan terlalu kaku, kak. Bagaimana keadaan bibi? ah maksudku mantan duchess Vercia sekaligus istri Pangeran Kerajaan Layen? " Seringai Raja Brayen golden Layen.


"Beliau sudah tiada. Oh iya, dimana istri mu dan Putri mu?" Ucap Duke Vercia dengan mata tajam.


"Kau mengejek ku ya kak? istri ku sudah tiada. dan putri ku.. Kau tahu kan bahwa tubuh nya sangat lemah." Ucap Raja Brayen golden Layen.


"Yah.. pasti tubuh putri mu lemah karena turunan ayah nya yang sangat lemah." Ejek Duke Frayen Vercia. "Dan, jangan panggil aku dengan sebutan 'kak' aku jijik mendengarnya." Duke Frayen Vercia mengacungkan pedang ke leher Raja Brayen golden Layen.


"Wah kak eh maksud ku Duke, seperti nya kau terlalu lama di medan perang sampai mengacungkan pedang ke adik sepupu sendiri. Mau ku carikan pasanga-"


Belum sempat Raja Brayen golden Layen bicara, Duke Frayen Vercia langsung menjawab "Tidak perlu."


"Gak asik." gerutu Raja Brayen.


"Bodo amat." Duke Frayen tidak mendengarkan.


...Duke Frayen Vercia...


Asal usul Duke yang satu ini sangat sering diperbincangkan di pergaulan kelas atas bangsawan Kerajaan Khan.


Seorang putra dari Raja Kerajaan Layen dengan Putri dari Duke Vercia terdahulu. Karena Raja Kerajaan Layen (ayah Frayen) meninggal, Ratu Kerajaan Layen alias ibu Frayen kembali ke Kerajaan Khan dan mewarisi gelar 'Duke' dan menjadi Duchess Vercia.


Duchess Vercia kembali ke Kerajaan Khan karena tidak mau Putra nya yaitu Frayen De Layen (nama Duke Frayen yang dulu) mengikuti kejam nya perebutan tahta. Karena itu Duchess Vercia menyerahkan segala kekuasaan Ratu dan Putra Mahkota kepada adik suami nya (Ibu Raja Brayen).


Setelah meninggal nya Duchess Vercia, Frayen sebagai penerusnya meneruskan gelar 'duke' dan merubah nama nya menjadi 'Frayen Vercia'.


note : Duke adalah gelar bangsawan laki-laki eropa tertinggi setelah kaisar, Duchess adalah sebutan untuk istri Duke.

__ADS_1


__ADS_2