Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 31


__ADS_3

Acara perburuan semakin dekat, Miyuki perlu mempersiapkan dirinya. Undangan pesta teh dari putri Lin tiba.


"Miyuki, ini ada surat undangan dari putri Lin." Peri Lala mendekat ke Miyuki yang tengah mengerjakan pekerjaan nya.


"Aku kira aku tidak jadi diundang, padahal aku sudah senang." Cemberut Miyuki dan mengambil surat undangan.


Miyuki membaca surat undangan itu, ia tersenyum melihat tulisan tangan langsung dari putri Lin, "Lala ambil kertas, aku perlu membalas surat nya." Miyuki pun menuliskan surat balasan untuk putri Lin yang berisi bahwa ia akan datang.


Setelah beberapa menit menulis kan surat balasan, Miyuki meminta bantuan kepada peri Lala agar mengirim kan surat balasan kepada putri Lin.


Suara pintu terketuk, "Lady Althea, baju pesanan anda sudah tiba." ucap pelayan yang mengetuk pintu tadi.


"Baju ku sudah tiba? bawa masuk."


Pelayan itu membawa baju pesanan Miyuki ke dalam ruangan, pakaian itu adalah pakaian perburuan khusus wanita yang dipesan Miyuki kepada desainer.


"Wah cantik sekali Miyuki! aku tak sabar melihat mu memakai baju itu ketika acara perburuan!" Seru peri Lala.


"Benarkah?" Miyuki tersenyum melihat tingkah peri Lala.


Waktu berlalu, tiba lah waktu untuk berlatih memanah. Di lapangan memanah terdapat delapan manusia jerami yang telah disiapkan oleh khan Freedlay.


"Untuk apa manusia manusia jerami ini?" Tanya Miyuki.


"Karena kau sudah dapat memanah titik sasaran, sekarang kau coba memanah manusia - manusia jerami ini. Oh iya manusia jerami ini terdapat sihir yang mana ia bisa berpindah tempat ketika diserang." Jawab Khan Freedlay.


Miyuki mengangguk, aku pasti bisa mengalahkan manusia jerami ini. Miyuki pun mulai memanah manusia jerami itu, dan benar apa yang di katakan khan Freedlay bahwa manusia jerami itu dapat berpindah tempat ketika diserang, tapi khan Freedlay tidak pernah bilang jika manusia jerami itu dapat menyerang juga. Dasar Freedlay kenapa dia tidak bilang jika manusia jerami ini dapat menyerang balik!


Miyuki sekuat tenaga menghindar serangan manusia jerami, ia beberapa kali memanah manusia jerami tapi tidak ada yang mempan! semua tusukan panah Miyuki tidak dapat mengalahkan manusia jerami hingga ada salah satu tangan manusia jerami yang putus. Manusia jerami itu pun tergeletak di lapangan memanah. Jadi kelemahannya bagian tubuh nya harus ada yang putus!


Miyuki mulai mengincar tangan atau kaki manusia jerami, ia mulai memanah bagian tangan atau kaki agar terputus. Delapan manusia jerami dapat dikalahkan Miyuki.


Miyuki menstabilkan nafas nya, "akhirnya." Miyuki pun duduk di lapangan memanah itu dengan ngos - ngosan.


"Capek?" Khan Freedlay mendekat.


"Menurutmu?" Miyuki melirik Khan Freedlay.


"Haahh.. ini manusia jerami tingkat rendah, kau sudah ngos - ngosan begini?" Ejek Khan Freedlay.


"Tapi menurutku kau cepat mengetahui kelemahan musuh, itu sudah lebih dari baik." Puji Khan Freedlay.

__ADS_1


"Terimakasih."


.


.


Hari - hari berlalu, setiap hari Miyuki melatih memanah nya dengan sungguh - sungguh untuk acara perburuan dan kini tinggal tiga hari lagi menjelang acara perburuan.


Ditempat latihan.


"Kau sudah mempersiapkan perlengkapan mu?" Tanya Khan Freedlay kepada Miyuki.


"Sudah semua, kenapa?" terselip pikiran Miyuki bahwa ia belum menyiapkan panah untuk acara berburu, "oh iya, aku belum menyiapkan panah ku, apa aku boleh meminjam panah ini?"


"Bagaimana bisa kau ingin menggunakan panah latihan?" Khan Freedlay tercengang.


"Memangnya kenapa?"


"Astaga, apa kau tidak merasakan jika panah itu sudah tua? ayo kita cari di toko senjata." Ajak Khan Freedlay.


"Memangnya kita boleh keluar istana?"


"Kita diam - diam keluar istana."


Ketika sudah sampai di luar istana Miyuki terbelalak takjub melihat suasana siang hari yang bebas di luar dibandingkan istana yang ketat.


"Wah, Freedlay sebelum kita ke toko senjata ayo kita jalan - jalan dulu!" Miyuki menarik tangan Khan Freedlay, mereka pun berjalan - jalan bersama.


Ketika sedang asyik berjalan - jalan Miyuki melihat ada yang menjual barbeque, "Freedlay, ayo kita beli itu." Miyuki menunjuk ke arah penjual baberque.


"Baiklah, ayo." Mereka pun mendekat ke arah barbeque dan membeli nya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dengan memakan barbeque. Melihat Miyuki yang asik memakan barbeque hingga pipinya mengembung, Khan Freedlay pun menyentuh pipi Miyuki dengan jari telunjuk, "kau sangat senang sekali ya makan ini."


"Tentu saja ini enak tahu!" Barbeque Miyuki telah habis sedangkan barbeque milik Khan Freedlay masih utuh karena belum ia makan.


"Ini habiskan punya ku juga." Khan Freedlay menyerahkan barbeque milik nya.


"Baiklah jika kau tak mau." Miyuki mengambil barbeque itu dan memakan nya.


Setelah puas berjalan - jalan Miyuki dan Khan Freedlay menuju ke toko senjata, terdapat laki - laki bertubuh besar yang mana ia adalah pemilik toko tersebut. "Sedang cari apa?" Tanya nya kepada kami.

__ADS_1


"Kami sedang mencari panah untuk acara perburuan." Ucap Khan Freedlay.


"Baiklah tunggu sebentar." Ucap pemilik toko itu dan pergi mengambil kan panah. Tak lama kemudian terdapat beberapa panah yang ia bawakan, mata Miyuki tertarik dengan salah satu panah yang kecil dan terlihat ringan itu. Melihat Miyuki yang melirik panah itu pemilik toko tertawa puas, "penilaian mu bagus nona, ini adalah panah sihir, jika menggunakan ini kau tak perlu susah susah membawa anak panah karena ketika kau menarik panah ini maka anak panah akan muncul dengan sendirinya." Pemilik toko pun menyerahkan panah itu kepada Miyuki.


Miyuki pun menarik panah itu dan benar anak panah langsung muncul, pemilik toko ini tidak berbohong.


"Aku beli panah ini." Ucap Khan Freedlay dan menyerahkan sekantong koin emas kepada pemilik toko.


Miyuki dan Khan Freedlay pun keluar dari toko senjata, "bagaimana bagus tidak panah ini?" tanya ku kepada Khan Freedlay.


Khan Freedlay hanya terdiam seperti ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius.


"Hey aku bertanya." sambung ku lagi.


Khan Freedlay tersadar, "oh iya, panah itu bagus. Ayo kita kembali." Ajak nya.


Kami pun kembali ke istana.


.


.


Tiga hari kemudian.


Acara perburuan dimulai, semua orang yang berpartisipasi sibuk dengan persiapan nya masing - masing, peri Lala membantu persiapan Miyuki.


"Miyuki, hari ini aku tidak bisa didekat mu karena aku harus menjaga pangeran Freedly." ucapnya sambil merapikan rambut Miyuki.


"Baiklah, jika pangeran Freedly bertanya, katakan saja jika aku menghadiri undangan pesta teh putri Lin, tapi jangan bilang jika aku ikut berburu. Aku ingin mengejutkan ya dengan membawa seekor tupai." Miyuki tersenyum.


Karena baru saja pulih, Khan Freedly tidak dapat mengikuti acara perburuan. Kini Miyuki telah siap untuk berangkat.


"Aku pergi dulu, Lala."


"Hati - hati Miyuki."


Tempat acara perburuan sangat ramai, ia pun mencari tempat pesta teh putri Lin. Setelah menemukan tempatnya, Miyuki menjadi pusat perhatian di pesta teh itu karena baju kesatria nya. Jarang wanita terlihat cocok mengenakan baju kesatria.


"Lady! selamat datang." Sambut putri Lin.


"Apakah saya terlambat?" Tanya Miyuki.

__ADS_1


"Tidak kok, kami juga baru sampai." Ucap putri Elani. "Kita bertemu lagi Lady." sambungnya.


...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...


__ADS_2