Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 35


__ADS_3

Keesokan hari nya, cahaya matahari yang terang masuk dari jendela. Membuat Miyuki terbangun dari tidur nya.


Miyuki membuka mata, "sudah pagi ya, aku ingin membolos kerja saja rasanya" ucap Miyuki dengan mengucek matanya.


Peri Lala menghampiri, "tidak perlu bolos, kata pangeran Freedly, kau beristirahat saja. Tugas pengurus istana hari ini ditunda." Peri Lala menyodorkan wadah yang berisi air dan lap wajah untuk cuci muka.


"Aku mendapat libur?" Miyuki langsung duduk kegirangan, aku tak menyangka akan mendapat libur! batin nya.


"Iya, cuci muka mu dulu lalu makan lah sandwich di meja itu." Peri Lala menunjuk sepiring sandwich yang ada di meja sofa kamar Miyuki.


"Baiklah, terimakasih." Miyuki tersenyum lalu mengelap wajahnya.


.


.


"Katanya hari ini pengumuman siapa yang berhasil mendapat beruang emas." Ucap Putri Lin.


Di ruangan Miyuki sangat ramai karena kunjungan dari Putri Lin, Putri Elani, dan pangeran Khan Freedly yang menjenguk Miyuki.


"Apa?" Miyuki sedikit terkejut, aku kira setelah kejadian Freedlay menghilang, acara perburuan akan segera di tutup. Memang ya kehidupan di Kerajaan itu kejam. Batin Miyuki.


"Bagaimana jika kita pergi melihat bersama? Siapa yang berhasil berburu beruang emas?" Ajak Putri Lin.


"Ayo, aku juga ikut." Ucap Khan Freedly dengan semangat.


Beruntung sekali yang menemukan beruang emas yang telah buta karena panahan ku. batin Miyuki.


"Aku juga ingin ikut, bagaimana dengan Lady Miyuki?" Sahut Putri Elani.


"Baiklah, ayo." Ajak Miyuki. Mereka berempat pun berjalan menuju tempat acara perburuan.


Di perjalanan, Khan Freedly asik berbincang dengan Putri Lin di depan Miyuki dan Putri Elani, sangat terlihat keakraban mereka.


"Lihat lah akrab sekali mereka berdua ya." Putri Elani tersenyum.


"Benar, mungkin karena mereka seumuran." Miyuki menjawab dengan senang.


"Bagaimana jika kita juga mengakrabkan diri? Lady Miyuki." Tanya Putri Elani dengan tersenyum ramah.


Dia baik sekali, batin Miyuki dan tersenyum, "tentu, Putri Elani."


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka, di tengah perjalanan yang canggung putri Elani memulai pembicaraan.


"Darimana kau berasal, Lady?" Tanya Putri Elani tiba - tiba.

__ADS_1


Miyuki terkejut. Ia tak tahu harus mengatakan apa, kali ini dia harus berbohong lagi, "em.. aku tinggal di negara yang jauh." Ucap Miyuki ragu.


"Jadi kau orang luar negeri?" Tanya Putri Elani.


"Bagaimana kau bisa sampai ke sini? Apa kau di rekrut langsung oleh Kerajaan Khan?" Sambungnya lagi.


Miyuki hanya mengangguk, "benar." Aku tidak salah kan? memang benar aku di rekrut oleh pangeran Freedly.


"Ngomong - ngomong, maaf kan kesalahan adik ku." Putri Elani membungkuk di depan Miyuki.


Miyuki terhenti dari jalan nya, "astaga Putri, kau tak perlu minta maaf. Itu bukan kesalahan mu." Miyuki panik, ia membangunkan putri Elani.


Putri Elani mengeluarkan air mata nya, "maaf kan aku yang tak bisa mendidik adik ku." Putri Elani mengusap air mata nya menggunakan sapu tangannya.


Dia seperti dewi! walau menangis ia masih tetap cantik, batin Miyuki. "Tak perlu minta maaf, putri. Aku tak menyalahkan mu." Jawab Miyuki.


Terdapat beberapa pelayan yang berlalu lalang, mereka semua merasakan jika Putri Elani adalah orang yang berhati lembut.


"Ternyata Putri S.Elani berhati lembut."


"Hati nya terlalu lemah lembut."


"Bukan hanya wajahnya yang cantik, ternyata hatinya juga."


Putri Lin dan Pangeran Freedly menengok ke arah Miyuki dan Putri Elani.


"Anda kenapa, Putri?" Ucap Khan Freedly.


"Aku tidak apa - apa, hanya merasa sedih saja tidak dapat mendidik Elena dengan baik." Putri Elani menghapus air matanya.


Apa perasaan ku saja ya? Putri Elani ingin menarik perhatian? batin Miyuki.


Mereka pun sampai di acara perburuan, di sana sudah banyak para bangsawan pria maupun wanita yang berkumpul menanti siapa yang berhasil menangkap beruang emas.


Ratu Khanya datang ke acara perburuan dan duduk di kursinya, dua orang kesatria pun datang dengan membawa kan beruang emas yang telah di buru.


"Selamat kepada-" Ratu Khanya menjeda sejenak ucapannya.


Lalu seseorang dengan rambut emas nya yang panjang, wajahnya tak asing lagi bagi semua orang, ia maju menghampiri beruang emas itu.


"Raja Brayen Golden Layen."


Semua orang tak menyangka jika raja dari negara lain ikut berburu, apakah ia menginginkan sesuatu?


Raja Brayen membungkuk memberi ucapan terimakasih, "terimakasih yang mulia ratu." Ia tersenyum.

__ADS_1


"Seperti yang di ketahui semua orang, jika hadiah nya adalah satu permintaan yang akan di kabulkan oleh ku. Apa keinginan mu?" Ucap Ratu Khanya. Ia sedikit gugup dengan jawaban raja Brayen, salah - salah bisa saja raja Brayen meminta Kerajaan Khan.


Raja Brayen menoleh ke arah Miyuki, ia teringat keinginan nya jika menang dalam acara perburuan ini.


.


.


Di hutan.


Raja Brayen mulai mencari beruang emas setelah mengetahui hadiah yang akan di berikan jika dapat memburu beruang emas itu.


"Miyuki ya.. Gadis yang cocok untuk menjadi ratu Kerajaan Layen. Sekarang ia sudah menjadi bangsawan, pasti akan lebih mudah bagi ku menjadikanya ratu. Tapi masalahnya, pasti ia tak akan mau." Raja Brayen berpikir sejenak sembari duduk di kudanya yang tengah berjalan.


"Jika aku dapat memburu beruang emas, aku bisa mengajukan permintaan untuk menjadikan Miyuki sebagai ratu ku."


Raja Brayen pun melihat beruang yang tengah berlari dengan mata nya tertusuk panah, "sepertinya takdir memihak ku." ucapnya lagi lalu mengejar beruang emas itu.


.


.


Kenapa Ray melihat ku? perasaan ku tak enak, batin Miyuki.


Raja Brayen masih menatap Miyuki, ia pun menoleh lagi ke arah ratu Khanya, lalu mengatakan permintaan nya.


"Permintaan ku tak akan membuat Kerajaan Khan rugi kok. Jadi-" Raja Brayen menjeda ucapannya.


Apa permintaan nya? kenapa sangat membuat orang lain penasaran sih! batin Miyuki.


"Jadi akan ku simpan hadiah ku, akan ada saat nya aku akan mengatakan nya." Ucap Raja Brayen. Setelah di pikir lagi, ini belum saat yang tepat untuk mengatakannya, aku ingin dia hidup bebas dulu sebelum aku mengurungnya di Kerajaan ku. Raja Brayen menyeringai.


"Hahaha baiklah, jika itu keinginanmu. Seperti biasa semua orang yang berpartisipasi dalam acara ini, diharapkan bisa menghadiri pesta malam nanti." Setelah mengatakan itu, ratu Khanya pergi dari acara perburuan.


Setiap malam terakhir acara perburuan, Kerajaan Khan biasa mengadakan pesta di istana utama untuk memeriahkan dan sebagai ucapan selamat kepada pemenang acara perburuan yang telah mendapatkan target binatang buruan.


Semua bangsawan di Kerajaan Khan harus menghadiri pesta itu, tak terkecuali Miyuki.


.


.


"Mau kah anda memberiku kehormatan untuk berdansa dengan mu?" Ucapnya kepada Miyuki.


...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...

__ADS_1


__ADS_2