
"Yang mulia, apa kau menyuruh ku untuk tidur di kamar mu?" Miyuki terheran, dia mengira 'ruangan ku' adalah sebuah ruangan biasa bukan kamar.
"Iya, lalu kau mau tinggal dimana? ketika kejadian tadi mungkin saja para pelayan mulai memusuhi mu, Oh iya ini." Khan Freedly memberikan pakaian pelayan khas pelayan pribadi berwarna merah muda sama persis dengan warna rambut miyuki bercorak bunga bunga kecil berwarna putih, beda hal nya dengan pakaian pelayan biasa dan kepala pelayan.
"Ini... cantik." ucap Miyuki terpesona.
"Tentu saja, ketika aku menyuruh mu untuk pergi ke istana dan menjadi dayang pribadi ku, aku langsung mempersiapkan kan pakaian yang cocok untuk mu. oh ya ini terbuat dari bahan yang bagus, dan lembut." ucap Khan Freedly menjelaskan.
"Terimakasih yang mulia..." ucap Miyuki dengan senyum lebar yang berseri seri.
"Oh iya, coba kau pakai apakah cocok dengan mu? itu ada kamar mandi kau bisa menggunakan nya." ucap Khan Freedly sembari menunjuk kamar mandi.
Wah... ternyata kamar ini terdapat kamar mandi.. Miyuki langsung beranjak dari tempat nya dan masuk ke kamar mandi. 25 menit kemudian.. Miyuki keluar menggunakan pakaian yang seperti para dayang bangsawan tetapi hanya sebatas lutut, berlengan sebatas siku.
"Yang mulia ini bagus..."
"Waw, kau sangat cocok menggunakan nya miyuki." ucap peri Lala senang.
"Tentu saja aku yang memilih nya." Khan Freedly tersenyum. "Em.. Miyuki.." Khan Freedly memanggil.
"Ya?" Ucap Miyuki sembari melihat lihat gaun dayang nya.
Di waktu yang sama peri Lala juga menyukai baju dayang Miyuki, "Coba kau berputar." ucap peri Lala kepada Miyuki, Miyuki pun berputar seperti apa yang di katakan peri Lala.
"Bagaimana jika ku panggil Kiki?"Ucap Khan Freedly.
Perkataan Khan Freedly membuat peri Lala terkejut, kiki? seperti nya aku pernah menyebut nya di suatu tempat tapi di mana ya?
Miyuki pun berhenti berputar dan bertanya kepada Khan Freedly.
"Kiki?" ucap Miyuki kebingungan," tapi kenapa?"
Kiki..seperti nya aku pernah mendengar ini di suatu tempat apa karena di buku ada tertulis seperti itu ya?
"Bukan apa apa, agar aku menyebut mu dengan mudah saja MIYUKI ku panggil saja kau KIKI tidak apa apa kan?" ucap Khan Freedly.
"Tidak apa apa yang mulia, itu juga bagian dari nama ku." ucap Miyuki tersenyum.
"Baiklah, nama panggilan khusus mu adalah Kiki!! sekarang sudah larut, kau siap kan air hangat dan mandikan aku." ucap Khan Freedly.
"Baiklah yang mulia." ucap Miyuki, lalu menyiapkan air hangat.
15 menit kemudian...
__ADS_1
"Yang mulia, air hangat nya sudah siap.. eh??" Miyuki ternganga melihat Khan Fredly menggunakan handuk di bawah perut. kyaa lucu nya!!! kalo sudah besar pasti tampan, dari dulu aku menginginkan adik laki laki.
Khan Freedly kebingungan karena Miyuki tersenyum senyum sendiri.
"Kau ini kenapa??" Khan Freedly pun memasuki kamar mandi dan duduk di bak mandi.
"Tidak apa apa, melihat yang mulia aku teringat menginginkan seorang adik laki laki." ucap Miyuki sembari menyiramkan air ke atas kepala Khan Freedly.
"Oh ya, kau belum mengatakan tentang keluarga mu." ucap Khan Freedly sembari menikmati pijatan kepala.
"Oh, tidak ada yang spesial keluarga ku hanya aku dan ayah ku saja, dan aku jarang sekali bertemu dengan ayah ku sebab itu aku sangat menginginkan saudara laki laki." ucap Miyuki sembari memberikan shampo ke kepala Khan Freedly.
"Lalu ibu mu dimana? kau tidak memiliki saudara?"ucap Khan Freedly.
"Aku hanya anak angkat, walaupun ayah ku tidak mengatakan nya, aku selalu mengingat nya mungkin dia mengira aku tidak mengingat kejadian masa lalu ketika dia menemukan ku."
Khan Freedly terkejut dan merasa bersalah karena mengungkit kehidupan menyedihkan Miyuki. Oh tidak!! aku melakukan kesalahan.
"Ups, aku tidak sengaja mengatakan yang sebenarnya dan membuat yang mulia terbebani, maaf yang mulia." ucap Miyuki sembari membilas kepala Khan Freedly.
Bukan!! harusnya aku yang minta maaf Khan Freedly merasa bersalah, "Tidak, itu tidak benar, justru aku yang harusnya minta maaf karena telah mengingatkan Miyuki dengan hal hal yang tidak di inginkan Miyuki." ucap Khan Freedly meminta maaf.
"Dan juga, jangan panggil aku yang mulia, panggil saja aku Freedly."
"Oh iya, aku lupa hehehe" ucap Khan Freedly.
Miyuki pun keluar dari kamar mandi dan memilihkan pakaian tidur Khan Freedly.
"Baik lah pangeran, aku akan menyiapkan makan malam, aku sudah menyiapkan pakaian mu di atas kasur!!" ucap Miyuki berteriak dari luar kamar mandi.
Miyuki keluar dan menutup pintu nya. Aku akan ke dapur dan menyiapkan makan malam untuk pangeran Khan Freedly.
Di tengah perjalanan Miyuki 🎶 lalalalala🎶 Miyuki yang sedang asyik bersenandung tiba tiba ada dua pelayan di depan Miyuki yang sedang bergosip.
"Hei apa kau sudah dengar ada pelayan baru yang mirip dengan beliau, dan dia di pilih sebagai dayang yang mulia pangeran ke dua.
Hmm?? gosip tentang ku??
" Iya aku sudah mendengar, tapi.. ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah saudara kembar beliau di masa lalu."
Hah? saudara kembar? masa lalu? apa maksud nya itu? sudah lah, aku akan menghentikan gosip ini. "Ekhem.."
"Eh?" Sontak kedua pelayan tersebut terkejut dan langsung pergi meninggalkan Miyuki.
__ADS_1
"Ada ada saja gosip nya, sampai sampai bawa bawa masa lalu." ucap Miyuki sembari menghela nafas. "Haihh."
Dapur.. suara pintu dapur terbuka.
Bisa di lihat ekspresi para pelayan yang ada di dapur... ya mereka semua terkejut dan tercengang, seorang laki laki yang bertugas untuk memperbaiki meja dapur pun memberi salam.
"Selamat datang yang mu-"
Punggung seorang petugas itu pun di pukul oleh koki masak menggunakan spatulanya.
"Dia pelayan baru, bod*h." ucap koki masak, berbisik. Lalu dengan tersenyum ramah, "Selamat datang di dapur kami, perkenalkan aku Anne koki masakan di sini. Ada yang kamu perlukan? " ucap koki masakan dengan menggenggam spatula.
"Ah... aku Miyuki." ucap Miyuki sembari tersenyum.
"Miyuki?? ahaha kenapa kau datang kemari? kau tersesat?" ucap ramah Anne.
"Aku kemari untuk menyiapkan makan malam pangeran Freedly."ucap Miyuki.
Para pelayan tersebut bersama Anne pun terkejut karena Miyuki menyebut langsung nama pangeran Khan Freedly.
"Wah.. kau langsung menyebut nama pangeran kedua?kau tidak takut di penggal?"ucap Anne.
"Memang kenapa? pangeran Freedly sendiri yang menyuruh ku untuk menyebutnya seperti itu." ucap Miyuki kebingungan. Kenapa tidak boleh?? dan kenapa harus di penggal jika mengatakan seperti itu?
Ternyata selain mendapat perhatian pangeran pertama dan kedua dia mendapat penghargaan untuk menyebut langsung nama pangeran kedua, para pelayan terharu.
"Baiklah tunggu sebentar. " ucap Anne sembari menyiapkan makan malam untuk pangeran Khan Freedly.
5 menit kemudian...
"Ini." ucap Anne sembari memberikan makan malam Khan Freedly.
Makanan tersebut tertutup rapat menggunakan penutup makanan, lalu ada 5 buah piring di tas meja roda.
"Cepat sekali?" ucap Miyuki. *Aku kira bakal lama menunggu nya.*
"Sebenarnya ini tadi aku ingin memberikan nya kepada pangeran kedua tapi tidak ada yang mau memberikan nya." lalu Anne berbisik ke Miyuki " katanya mereka takut kepada pangeran kedua."
"Kenapa? pangeran sangat imut.. dia bahkan menyuruhku untuk memandikan nya." ucap Miyuki, dengan suara besar.
"APAAA!!!" Ucap pelayan yang berada di ruangan beserta Anne.
...RAHASIA DIBALIK TIRAI...
__ADS_1