Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 24


__ADS_3

Khan Freedlay pun memeluk Miyuki. ''Coba saja aku bisa datang lebih awal, kau tidak akan terkena imbas nya.. aku tau ini bukan kesalahan mu, kau seharusnya tidak dihukum. Maafkan aku."


Ah kenapa selama ini aku mengelak kalau ini semua bukan kesalahan ku. Kenapa harus kau yang menyadarkan ku semua ini Freedlay.


" Ini bukan kesalahan mu Freedlay, kau tidak perlu minta maaf."


Aku takut aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku.


Setiap hari Khan Freedlay terus berkunjung menemui ku. Tak jarang juga dia membawa makanan dan kami makan bersama. Entah kenapa sudah dua hari ini Freedlay tidak memperlihatkan batang hidungnya.


Tiba - tiba terdengar suara lemparan piring di depan ku, CRANGG !! Penjaga istana melemparkan makan siang ku ke lantai. "Makan siang mu." Setelah mengatakan itu penjaga tersebut langsung pergi.


Penjaga itu pergi, lalu aku mendengar suara wanita. "Apa pelayan rendahan itu masih hidup?"


"Suara nya familiar.. " Ucap ku. Tiba - Tiba..


BRAKK wanita itu membuka pintu dengan kasar. "Aku tak menyangka ternyata kau masih hidup. PELAYAN RENDAHAN."


Ternyata Putri S.Elena Violani. Untuk apa dia kemari? untuk mencari ribut? aku malas meladeni nya. Biarkan saja pasti dia akan pergi sendiri. perkiraan ku yang polos.


PLAKK


Aku terkejut, dia? menamparku?


"BERANI SEKALI KAU MENGABAIKANKU?!! " teriak putri S.Elena Violani.


"Heh, Putri apakah aku ada hutang terhadapmu? apa aku pernah melakukan kesalahan terhadapmu? "


PLAKK brukk kali ini putri S.Elena Menampar dengan sangat keras sampai miyuki terjatuh ke lantai.


"Dengar baik - baik, aku seorang PUTRI BANGSAWAN kelas atas dan kau hanya seorang pelayan. Aku jauh lebih atas dari mu yang hanya seorang manusia rendahan." Ucap Putri S.Elena Violani sembari menarik wajah Miyuki.


"Hehh untuk apa gelar PUTRI jika kau saja tidak dapat menghargai hidup manusia-" Belum sempat menyelesaikan kalimat, tangan putri S.Elena sudah mau mendarat di wajah Miyuki lagi.


Miyuki menghadang tangan putri S.Elena dan membanting tubuh putri S.Elena ke lantai. "Aku belum selesai bicara, PUTRI."


"Kau berani terhadapku?! Pelayan! bawakan Cambukku!"


Tak lama kemudian pelayan yang tak lain dan yang tak bukan adalah penjaga tadi yang melempar makan siang Miyuki. Pantas saja penjaga nya berbeda! ternyata hari ini penjaga nya diganti oleh kaki tangan putri Selena!


"Ini cambuk anda, Putri." Penjaga itu memberikan cambuk nya dan pergi.

__ADS_1


"Berhubung Freedlay di-skors aku bisa bersenang senang hari ini. " Ucap Putri S.Elena Violani.


Apa? rupanya dua hari ini dia tidak terlihat karena di-skors. Putri Selena memanggil Freedlay dengan akrabnya? apa karena itu dia cemburu terhadapku?


"Nah sekarang kau BERLUTUT! " Ucap Putri S.Elena Violani.


"Tidak akan!"


"Baiklah jika kau tidak ingin berlutut aku akan mulai dari wajahmu yang jelek itu!!" Ucap Putri S.Elena Violani.


Miyuki memejamkan mata. Akan berapa banyak tulangku yang akan patah? satu atau dua?


PLAKK


Ehh kok tidak sakit??


"Apakah seperti ini putri dari Kerajaan S.E? " ucap Duke Frayen Vercia.


Duke?? tampak ekspresi terkejut terukir di wajah putri S.Elena Violani.


"Aku tidak ada urusan dengan mu Duke! cepat kau minggir dari hadapanku!" Ucap Putri Selena Violani.


Duke Frayen Vercia menatap tajam Putri S.Elena Violani. Mata merahnya membuat Putri S.Elena Violani gemetar. Aku tidak perlu takut terhadap nya! Batin Putri Selena.


"Cih!!" Putri S.Elena Violani pun pergi.


Suasana menjadi lebih tenang. Ditengah ketenangan itu tiba - tiba terdengar suara seseorang yang menyebalkan datang.


"Hei~ Kau tidak perlu bersikap dingin terhadap wanita Fray~" Ucap Raja Brayen Golden Layen.


Perhatian Raja Brayen teralihkan ke Miyuki karena wajah Miyuki terluka akibat tamparan putri S.Elena Violani, "astaga Miyuki! wajahmu berdarah!"


"Apa?" Aku menyentuh pipi ku dan ternyata pipi ku terluka akibat tamparan putri Selena.


"Apa kau baik baik saja? itu pasti sakit, sebentar biar ku sembuhkan." Raja Brayen Golden Layen menyembuhkan wajah Miyuki menggunakan sihirnya.


"Sudah selesai. Bisa gawat jika wajah cantik mu tergores sedikit saja, apa wajahmu sempat tercambuk oleh putri itu?" Tanya Raja Brayen Golden Layen.


"Itu bekas tamparan. " Ucap Duke Frayen Vercia. ucapnya yang sedang berdiri didekat pintu dengan ekspresi yang sangat dingin.


"Benarkah?! harus ku tampar balik agar putri itu merasakan hal yang sama!" Brayen Berdiri lalu dihentikan oleh Miyuki.

__ADS_1


"Tidak perlu! kau itu Raja! jangan memperbesar masalah, ini masalah ku sendiri biar ku urus sendiri." Miyuki menghentikan Brayen.


"Ahh setelah sekian lama akhirnya Miyuki menggandeng tangan ku~"


Miyuki melepas tangannya dari tangan Brayen. "Ahh aku sangat sedih kau melepas tangan mu, Miyukii ayo kita berpegangan tangan lebih lama lagi." Rengek Raja Brayen Golden Layen.


" Maaf yang mulia-"


"Ush shut shut, kau tidak menurut sekali yaa. Sudah ku bilang panggil aku Ray jika hanya berdua saja." Ucap Brayen golden Layen.


"Tapi kita tidak sedang berdua yang mulia." Miyuki melirik Duke Frayen Vercia.


"Kau tidak perlu memedulikan dia. Anggap saja dia patung. "


Aku mendengarnya. Batin Duke Frayen Vercia.


"Miyuki aku sedih, sekarang kau menirukan orang itu." Ucap Raja Brayen sembari melirik sepupunya itu.


"Orang itu? siapa? " Tanya Miyuki.


"Iya, kau sekarang dingin seperti orang yang berdiri di dekat pintu itu. Dia sangat sok karena menjadi Duke, cih."


"Brayen apa kau bisa menghentikan omong kosong mu? " Aku pusing mendengar ocehannya.


" 'dia' yang kau sebut sebut itu adalah pahlawan kerajaan Khan. Wajar saja dia bersikap simple pasti dia juga lelah. Menjadi pahlawan itu lelah, bukan lelah karena sebagainya tetapi lelah karena mendapat sanjungan yang berlebihan tetapi tidak ada ketulusan." ucap Miyuki.


"Jadi Brayen, ku mohon hentikan untuk menyamai ku dengan pahlawan kerajaan Khan. " sambung Miyuki.


Menarik juga. Batin Duke Frayen Vercia.


"Aku mendengar tawa mu." Ucap Raja Brayen.


"Puuftt maaf, aku baru pertama kali mendengar seseorang mengatakan menjadi pahlawan itu melelahkan." Ucap Frayen Vercia.


Aku sendiri yang mengatakan tapi aku sendiri yang malu! ini sungguh memalukan. "Jika tidak ada urusan lagi, kalian bisa keluar."


"Baiklah, kau pasti lelah. Sampai jumpa. " Ucap Raja Brayen golden Layen.


Akhirnya Raja Brayen Golden Layen dan Duke Frayen Vercia pun keluar dari istana terbengkalai.


Tiga hari kemudian, Miyuki mendapat surat dari Ratu Khan.

__ADS_1


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...


__ADS_2