
Setelah memakan tanaman obat dari Miyuki, kondisi Khan Freedly semakin MEMBURUK.
"Segera panggil pelayan itu kemari! "
"Tahanan itu berulah lagi? "
"Ternyata pelayan rendahan memang rendahan!"
Miyuki yang sedang menyiapkan sarapan pagi ini untuk Khan Freedlay, "kenapa kau tidak istirahat dulu Miyuki?"
"Tidak yang mulia, ini adalah pekerjaan ku dan aku tidak boleh bermalas - malasan." ucap Miyuki dengan semangat lalu meletakkan sarapan di meja. Setelah selesai memindahkan makanan, Miyuki hendak mengembalikan meja roda ke dapur, tetapi sebelum keluar dari ruangan Khan Freedlay, tiba - tiba datanglah pasukan pengawal untuk menyeret Miyuki ke ruang pengadilan.
Suara langkah kaki besar terdengar mendekat ke arah ruangan Khan Freedlay. Pintu terbuka, mata Miyuki terbelalak melihat pasukan pengawal yang datang untuk membawanya ke ruang pengadilan. "Anda di tangkap atas perencanaan pembunuhan pangeran kedua." Setelah mengatakan itu, pasukan pengawal langsung memborgol tangan Miyuki dan menyeretnya ke ruang pengadilan.
"TUNGGU!" Teriak Khan Freedlay menghentikan pasukan pengawal itu, "kalian tidak di izinkan untuk membawa dia! ini PERINTAH!"
"Maaf yang mulia kami tidak bisa mengikuti perintah anda, karena ini adalah perintah yang mulia ratu." ucap salah satu pengawal dengan menunduk.
Khan Freedlay memasang ekspresi marah, "kau meremehkan ku?" Khan Freedlay sudah hendak mengeluarkan pedang aura nya untuk membunuh semua pasukan pengawal yang ada sana. Pasukan pengawal hanya terdiam, siapa yang tak tahu keahlian berpedang Khan Freedlay yang sedari kecil sudah bisa mengendalikan aura pedang.
"Freedlay! cukup jangan menambah permasalahan! aku yakin aku tak bersalah, jadi ku mohon tenangkan dirimu," ucap Miyuki dengan meyakinkan. Padahal dirinya sendiri sangat ketakutan, tangannya yang gemetaran tak bisa disembunyikan. Apa aku membuat kesalahan? kenapa aku harus diborgol seperti ini.
"Yang mulia, anda bisa membantah di ruang pengadilan. Kami permisi." Pasukan pengawal pergi meninggalkan Khan Freedlay dan membawa Miyuki ke ruang pengadilan.
Sesampainya diruang pengadilan.
__ADS_1
Semua orang yang ada di sana untuk menjadi saksi mulai berbisik - bisik. Baginda ratu duduk di kursi nya dengan ekspresi marah, Raja Brayen terdiam memikirkan cara agar Miyuki tidak di hukum berat, pangeran Leovan Ling Charl memasang ekspresi tidak percaya jika Miyuki lagi - lagi melakukan kesalahan yang fatal. "bagaimana bisa pelayan ini direkrut menjadi dayang?!", dan tampak wajah putri Charl yang khawatir.
Miyuki melihat sekeliling, ternyata di sana terdapat putri Charl yang sudah siuman walau terlihat masih lemah, putri Charl sudah sembuh? syukurlah.
"Apa kau tahu kesalahan mu sampai dibawa ke sini, Miyuki?" dengan nada dingin ratu Khanya memulai pengadilan.
Miyuki berkeringat dingin, aku harus berhati hati dalam menjawab, salah salah aku bisa dihukum mati. "Sebelum itu saya ingin memberi pernyataan."
"Di izinkan."
"Saya hanya mengikuti perintah yang mulia ratu untuk mencari tanaman obat di hutan forest, bukankah sebelum obat itu diminum kan kepada yang mulia pangeran kedua obat itu sudah di periksa terlebih dahulu? apakah obat itu beracun atau tidak-" perkataan Miyuki terpotong karena ucapan dokter Khan Freedly.
"Jadi kau ingin menyalahkan dokter yang salah mendiagnosis yang mulia Khan Freedly?!"
"Tidak, saya tidak berniat untuk menyalahkan anda. Saya hanya ingin memberi pernyataan bisa saja itu adalah efek untuk menyembuhkan pangeran kedua." walau gugup, Miyuki tetap berbicara dengan percaya diri.
"Cukup! kapan aku pernah mengizinkanmu untuk bicara!" Ucap ratu khanya kepada dokter. "Pergi ambilkan tanaman obat yang tersisa untuk di periksa pangeran Charl. Aku mohon bantuan mu Pangeran Charl." sambungnya lagi.
"Baik yang mulia ratu." Ucap Leovan Ling Charl. Tanaman obat yang tersisa diambil oleh dokter pengeran Khan Freedly dan dibawa ke ruang pengadilan.
Tanaman obat yang dibawa pun sampai di ruang pengadilan, semua orang memperhatikan cara penelitian tanaman obat pangeran Leovan. Miyuki hanya terdiam sambil memohon di dalam hati bahwa dia tidak bersalah. Ruangan menjadi hening dan penuh ketegangan, di tengah - tengah keheningan itu pangeran Leovan angkat bicara, "tidak ada yang salah dengan tanaman obatnya." Miyuki merasa lega bahwa dia tidak bersalah.
"Tetapi, tanaman obat ini jika untuk menyembuhkan pangeran Khan Freedly maka obat ini akan menjadi racun karena tubuh Khan Freedly terkena kekuatan sihir Lin yang bertentangan dengan obat ini."
Sontak Miyuki merasa tak berdaya mendengar pernyataan pangeran Leovan, dia menunduk merasa bersalah, karena kecerobohannya Khan Freedly koma.
__ADS_1
"Apa kata ku! dia berniat untuk mencelakai anggota kerajaan! yang mulia ratu saya mohon agar dia dihukum mati!" Teriak dokter Khan Freedly dengan menunjuk - nunjuk Miyuki. Apapun caranya dia harus dihukum mati! baru dendam kakak ku bisa terbalas kan! batin dokter itu.
Raja Brayen yang bisa membaca pikiran dokter itu pun menyadari bahwa dokter Khan Freedly adalah adik dari dokter kerajaan yang dibunuh Khan Freedlay beberapa hari yang lalu.
Miyuki yang mendengar permohonan dokter itu merasa seperti kehilangan dirinya yang percaya diri, apa? hukuman mati? , Semua orang yang disana berpendapat yang sama dengan dokter agar Miyuki dihukum mati.
"Ya dia harus di hukum mati!"
"Hukuman mati!"
Semua orang yang menjadi saksi mengusulkan untuk memberi hukuman mati kepada Miyuki. Ratu Khanya mengangkat tangan kirinya isyarat agar semua orang diam. "Apa kau ada pembelaan diri, Miyuki?" Tanya ratu Khanya kepada Miyuki.
Miyuki hanya terdiam menunduk, dia sudah tidak bisa apa - apa lagi jika memang ia sudah ditakdirkan mati di dunia ini, dia hanya bisa berharap setelah mati di dunia ini dia bisa kembali ke dunia aslinya.
"Jika tidak ada pembelaan, maka Miyuki di jatuhi hukuman mati." Titah Ratu Khanya.
Miyuki tak dapat lagi menahan air mata nya, dia terduduk lemah ia merasa tak adil karena ini memang bukan kesalahan nya, tapi apalah daya dia sudah di beri titah untuk di hukum mati.
Khan Freedlay yang baru saja tiba di ruang pengadilan merasa syok karena titah dari ratu Khanya, andai saja aku tidak di tahan oleh pengurus istana mungkin aku bisa menghalangi hukuman mati untuk Miyuki.
Ketika Miyuki akan dibawa ke tempat alat pemenggal, seperti keajaiban dari langit Khan Freedly tanpa alas kaki muncul di ruang pengadilan.
"KIKI TIDAK BERSALAH!"
Semua orang di sana terkejut begitu juga dengan ratu Khanya, langsung ratu Khanya turun dari kursi nya dan memeluk erat Khan Freedly, "nak? kau.. kau masih hidup? syu- syukurlah." Ratu Khanya mengeluarkan air mata kebahagiaan dan merasa bersyukur putranya masih hidup, ia tak mau lagi kehilangan anak nya untuk kedua kalinya.
__ADS_1
...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...