
Miyuki memanah ke arah mata beruang itu, walau beruang emas itu mulai berlari lambat ia tetap mengejar mereka berdua. Kuda Khan Freedlay berlari secepat yang ia bisa, Miyuki kembali memanah mata lain beruang emas itu. Langsung, beruang emas itu tergeletak karena kedua matanya buta.
Khan Freedlay menghentikan kuda nya, mereka berdua berbalik melihat beruang emas itu.
Mereka merasa lega, Miyuki masih berkeringat dingin, "akhirnya." Ucap Miyuki yang masih ngos - ngosan.
Di tengah ketegangan itu, Miyuki merasakan anak panah melewati pipinya. Pipi Miyuki tergores, Khan Freedlay melihat ke arah datang nya anak panah itu dan ternyata ada sosok pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah.
"Sial! Sepertinya itu prajurit bayaran." Khan Freedlay turun dari kuda nya dan melawan prajurit bayaran itu.
Khan Freedlay dengan pedang aura nya melawan prajurit bayaran itu dengan hati - hati, perlawanan dimulai. Miyuki hanya bisa diam melihat situasi berjaga - jaga jika ada prajurit bayaran lainnya.
Dan ternyata benar, ketika Khan Freedlay masih sibuk dengan prajurit bayaran yang menggores Miyuki ada anak panah yang sedang mengintai Khan Freedlay dari semak - semak. Anak panah melaju ke arah Khan Freedlay.
Miyuki berteriak, "awas dibelakang mu!"
Khan Freedlay tak sempat menghindar, anak panah tertancap di lengan nya. Darah khan Freedlay mulai bercucuran di pakaian nya yang putih, "ck!" Khan Freedlay mendecak, ia pun menunggangi kuda nya bersama Miyuki dan pergi dengan cepat.
Prajurit bayaran itu mengejar Khan Freedlay dan Miyuki, tak hanya satu ternyata prajurit bayaran ada beberapa orang dan mereka semua mengejar khan Freedlay dan Miyuki.
"Ada sekitar sepuluh orang, bagaimana ini Freedlay?!" Miyuki gelisah.
"Jangan khawatir," walau berkata seperti itu, wajah Khan Freedlay sendiri tampak gelisah. Ia tahu jika yang diincar bukan dirinya melainkan Miyuki.
Prajurit bayaran masih tetap memanah mereka berdua, Khan Freedlay dengan lincah menghindar dari panahan - panahan itu walau tangannya tertusuk panah. Bekas panahan di lengan Khan Freedlay menjadi berwarna hitam, anak panah itu mengandung racun!
Kuda yang mereka tunggangi terkena panah, karena kurang keseimbangan mereka berdua terjatuh dari kuda itu. Khan Freedlay dengan reflek memeluk Miyuki melindungi kepalanya.
Astaga kami akan jatuh! Miyuki memejamkan matanya.
Mereka terjatuh, Miyuki pun membuka matanya, "Freedlay!" ia mendapati bahwa Khan Freedlay tak sadar kan diri.
"Freedlay ayo bangun!" Teriak nya lagi berharap Khan Freedlay membuka matanya.
Prajurit bayaran mulai mendekat, mereka masih tetap memanah mereka berdua seolah - olah anak panah mereka tidak akan pernah habis. Miyuki teringat jika ia membawa panah sihir, oh iya aku kan membawa panah sihir!
__ADS_1
Miyuki menghindari anak panah mereka, dan mencoba membalas mereka dengan anak panah sihirnya. Anak panah Miyuki terus melesat, pipi Miyuki yang tergores anak panah mulai terasa perih. Darah dari pipi Miyuki mulai menetes ke tanah tapi itu tidak membuat Miyuki berhenti memanah prajurit bayaran itu.
Sepuluh banding satu itu namanya tidak adil! Batin Miyuki.
Prajurit bayaran masih di tempat dan terus memanah ke arah Miyuki, Miyuki mulai merasa lelah karena harus melawan sepuluh orang dengan kekuatannya yang lemah.
"Freedlay ku mohon bangun lah!!" Miyuki memanah sembari berteriak membangunkan Khan Freedlay.
Prajurit bayaran mulai mendekat, tapi di tengah suara panahan terdengar suara ngauman beruang emas tadi. Astaga beruang emas tadi masih hidup?! Batin Miyuki.
Karena beruang emas itu buta ia mulai menabrak satu persatu prajurit bayaran. Miyuki langsung bersembunyi dibalik batu besar dekat ia dan Khan Freedlay terjatuh tadi. Kini Miyuki memeluk erat Khan Freedlay dan bersembunyi dibalik batu itu.
Suara injakan yang bercampur suara teriakan prajurit bayaran terdengar jelas di telinga Miyuki, ia tetap memeluk erat Khan Freedlay yang tak sadar kan diri.
Beberapa menit kemudian. Suara berisik beruang emas tadi terdengar menjauh, Miyuki mengintip dari balik batu. Ia melihat beberapa mayat Prajurit bayaran yang terinjak oleh beruang emas tadi. Karena merasa lega ia pun terduduk lagi di sebelah Khan Freedlay.
.
.
"Kau sudah bangun?" Tanya Miyuki, "maaf aku tak tahu harus menggunakan apa untuk menahan pendarahan di lengan mu. Jadi ku gunakan saja pakaian mu." Sambung Miyuki.
"Apa kau menyentuh langsung luka ku? Atau darah ku?" Tanya Khan Freedlay.
"Iya, kenapa?" ucap Miyuki bingung.
"Apa!? Bagaimana bisa! Apa Kau tahu darah ku tercampur dengan racun dari anak panah itu!" Khan Freedlay terkejut.
Miyuki tertegun sejenak, "racun?" Miyuki menyentuh pipi nya yang sempat tergores anak panah tadi.
Khan Freedlay syok, dia yang memiliki darah keturunan peri bisa sampai tak sadar kan diri akibat anak panah tadi, tapi bagaimana bisa Miyuki masih baik - baik saja padahal ia terkena anak panah itu juga.
"Sebenarnya kau siapa?" Hanya itu yang dipikiran Khan Freedlay.
"Apa maksud mu, Freedlay?" Dengan mata biru nya Miyuki menatap Khan Freedlay.
__ADS_1
"Lupakan." Jawab nya singkat.
Hari sudah mulai larut, mereka berdua masih belum bisa menemukan jalan keluar.
"Freedlay, matahari sudah mau tenggelam bagaimana kita bisa kembali?" Miyuki berjalan di samping Khan Freedlay.
"Pasti pihak istana sudah mulai pencarian." Jawab Khan Freedlay.
Di tengah hutan yang gelap, Miyuki melihat cahaya kecil terbang mendekatinya, kunang - kunang? Batinnya.
Lalu cahaya kecil itu menempel di jari Miyuki, dan setelah di perhatikan lagi ternyata itu peri. "Ini.. Peri?" gumam nya.
Khan Freedlay melihat Miyuki yang terdiam sambil melihat jari nya, "kau kenapa? Ada yang terluka?"
"Peri."
"Apa?" Khan Freedlay tertegun.
"Ini, kau tak lihat? Ini peri." Ucap Miyuki dengan mendekatkan peri yang ada di jarinya.
"Kau bisa melihat peri?" Tanya Khan Freedlay, sekarang Khan Freedlay semakin mencurigai identitas Miyuki.
"Apa kau tak bisa melihatnya?" aku kira semua orang dapat melihat peri karena dunia ini hidup berdampingan dengan peri dan sihir. Batinnya.
"Tidak. Tapi aku bisa merasakan nya." Jawab Khan Freedlay.
Peri kecil itu memberitahukan Miyuki jalan keluar dari hutan itu. "Nona aku akan memberitahukan jalan keluar hutan ini." ucap peri itu.
Lalu Miyuki menarik tangan Khan Freedlay dan mengikuti peri kecil itu pergi. Tak butuh waktu lama Miyuki dapat keluar dari hutan, terlihat cahaya terang dari beberapa langkah ke depan.
"Kita sudah keluar dari hutan!" Seru Miyuki.
Mereka berdua pun berjalan mendekat, lalu tiba lah pasukan kesatria dari istana Khan untuk mencari pangeran Khan Freedlay dan Miyuki.
"Pangeran pertama telah di temukan!" Teriak salah satu kesatria itu.
__ADS_1
...RAHASIA DIBALIK TIRAI ...