Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 4


__ADS_3

Aku sangat senang mendapat kan pakaian yang indah, eittss tapi... bukan ini yang aku senangi... sangking senangnya aku tersenyum - senyum sendiri sampai dikira peri Lala aku jadi gila!


"Dia gila ya?? sampai senyum senyum sendiri karena mendapatkan pakaian baru.''Ucap peri Lala dalam hati.


Ya... aku sangat senang, tapi sayang nya matahari akan segera terbenam... kita terpaksa harus menghentikan perjalanan menuju ke istana Khan.


"Eh bagaimana ini?? kita tidak memiliki uang, jadi kita tidak bisa menyewa penginapan." Ucap ku.


"Hei.. kau tidak lupa bahwa aku adalah peri kan??"Ucap peri Lala.


Peri Lala pun mengayunkan tongkat nya dan segera membuat rumah sementara, maksud rumah sementara adalah rumah itu hanya bisa di gunakan saty hari, jika sudah melewati satu hari maka rumah itu akan menghilang.


"Waww... ternyata kau bisa di andalkan juga ya.."Ucap ku, tersenyum meledek.


"Hei... kau jangan seperti itu, kau tidak akan bisa hidup di sini tanpa ku"Ucap peri lala, sembari membanggakan dirinya.


"Ya, ya, ya. kau memang cukup di andalkan."Ucap ku, lalu menepuk lembut kepala peri Lala.


"Hei aku lebih tua dari mu."Ucap nya tidak terima.


"Ayolah, siapa suruh kau lebih pendek dari ku."Ucap ku mengejek nya.


"Hanya lebih pendek sedikit dari mu. huh!!" Ucapnya sembari masuk ke rumah.


Itulah cara kami berkomunikasi dan menjadi lebih dekat satu sama lain, yah... memang aku sangat menyukai dia ketika sedang kesal, hehehe. Tapi.. aku merasakan sesuatu yang mengganjal dalam diri ku.


Keesokan pagi nya...


Pagi hari yang cerah sebelum aku menemukan seseorang yang tergeletak di depan rumah ku. Perlahan aku membuka pintu dan-


"Eh rusa terbang!" Ucap ku terkejut karena melihat seseorang tertidur lebih tepatnya tergeletak di depan pintu rumah ku dan lala.


"Ada apa sih ribut - ribut." Ucap peri Lala ,sembari menguap karena masih sedikit mengantuk, aku jadi ragu kalau dia adalah seorang peri.


"Ada seseorang tergeletak di depan pintu." Ucap ku. peri Lala langsung menyahuti.


"Apaa! penyusup?!" Ucap nya terkejut.


Haih... aku hanya terdiam dan mengamati orang yang tergeletak itu. ini bisa menjadi sebuah pelajaran untuk jangan berbicara kepada orang yang masih mengantuk, karena apa? yah.. sudah ada contoh nya, yaitu peri Lala.

__ADS_1


"hei aku berbicara kepada mu." Ucap peri Lala kembali menyahuti ku karena aku hanya terdiam.


Tapi aku tidak menghiraukan nya, aku terus menyelidiki orang tersebut sampai melihat luka dalam yang ada di leher dan lengan nya.


"Eh, dia terluka, mungkin karena ini dia pingsan di depan rumah kita." Ucap ku kepada peri Lala.


"Kata kata Ku tidak di abaikannya, ingin ku bunuh rasanya.." Ucap peri Lala dalam hati, "Lalu?" Ucap peri Lala.


"Kita harus mengobati nya... seperti nya dia kehilangan banyak darah."Ucap ku kepada peri Lala, aku heran padahal sudah jelas ada orang yang membutuhkan tapi dia santai dan bertanya?!


"Tapi... kita tidak tahu asal usul orang ini, siapa tahu dia adalah seorang pencuri lalu ketahuan dan terluka serta pingsan di depan rumah kita."Ucap peri lala menjelaskan.


Aku sempat kembali berpikir apa yang dikatakan peri Lala. lalu mengamati nya , dia seperti orang kaya, pakaian nya saja sudah mewah. lalu aku menyentuh bahan dari pakaian orang tersebut. ternyata benar! dia seperti nya ingin di celakai seseorang.


"Tapi... kalau di lihat baik baik, pakaian nya saja sudah kelihatan mewah, apa benar dia pencuri? jika di lihat lihat, dia lebih tepatnya seperti seseorang yang ingin di bunuh."Ucap ku kepada peri Lala.


Peri Lala juga ikut berpikir demikian, lalu dia mengayunkan tongkat nya dan menyembuhkan orang tersebut, dan ternyata orang tersebut laki - laki yang cantik...


Laki laki tersebut memiliki rambut yang panjang berwarna emas , kulit nya putih, jika dibanding dengan kulit ku,, kulit ku kalah jauh...


Aku terus memandang laki laki tersebut, aku terpesona karena kecantikan yang ia miliki, ingin teriak aku rasanya, lalu peri Lala selesai menyembuhkannya tapi laki laki tersebut masih belum sadar.


Sebenarnya aku tidak tahu wanita tercantik di wilayah ini seperti apa, hehehe.


"Bawa dia ke dalam rumah dan baringkan."Ucap peri Lala.


"Hah? apa?" Ucap ku terkejut.


"Haiss,, karena kecantikan laki laki misterius ini dia jadi terpesona dan tidak memasang telinga nya dengan baik." Ucap peri Lala dalam hati.


"Bawa masuk rumah dan baringkan, karena laki laki ini kita jadi menunda perjalanan kita ke istana."Ucap peri Lala, kesal.


"Baiklah, tapi... walaupun kita menunda perjalanan ke istana, kita masih bisa melihat laki laki yang cantik ini." Ucap ku, dengan senang nya.


"Haiss.. dasar pencinta laki laki cantik! tahan air liur mu itu, sudah hampir menetes tuh!"Ucap peri Lala.


Aku terkejut dan langsung mengelap pipi ku, tapi ternyata tidak ada setetes pun air liur, aku sadar bahwa aku di kerjain oleh peri Lala. Dasar Peri Lala!!!.


Aku pun dengan kesal memapah laki laki cantik tersebut ke dalam rumah dan membaringkan nya di lantai. yah.. sebenarnya aku sudah meminta peri Lala untuk membuatkan aku kasur yang empuk, tapi peri Lala menolak dengan alasan dia tidak bisa membuat nya.

__ADS_1


Tapi ketika aku lihat tempat tidur nya, ternyata dia menggunakan kasur empuk, edisi terbatas yang ada di dunia modern!! Arrrgghhh sudah berapa kali aku di bohongi oleh peri Lala ini!!!


Siang hari nya...


Aku terus menatap laki laki cantik tersebut, aku tersenyum memandangi rambut nya yang unik, aku tidak pernah melihat ada seseorang berambut emas, aku jadi penasaran dengan bola mata nya akan berwarna apa.


Penasaran ku pun menjadi jadi, karena dia masih belum sadar, jadi aku mencoba mendekat dan ingin membuka paksa mata nya untuk melihat bola mata nya, ketika tangan ku sudah menyentuk kulit mata nya, aku terpesona !! kulit mata nya saja sudah lembut, apalagi kulit wajah nya!


Rasa Kagum ku, berubah seketika karena dia tiba-tiba membuka mata dan terbangun, sontak aku terkejut karena dia sadar dengan tiba tiba, dan ternyata dia sama sama terkejut nya karena aku berada di samping nya dengan tangan yang berada di atas wajah nya.


Lalu aku duduk tegak dan begitupun juga dengan dia, dia langsung duduk , lalu berdiri dan membungkuk kepada ku.


"Hah!! kenapa ini? jika dia ingin minta maaf seharusnya aku yang minta maaf !" Ucap ku dalam hati.


Peri Lala hanya menonton dengan memakan camilan ,seakan menonton acara drama. entah camilan dari mana dia mendapatkannya.


"Terimakasih, telah menyelamatkan hidup ku, nona."Ucap laki laki berambut emas dengan mata nya yang berwarna merah ruby.


"Hah?!" aku terkejut, aku kira dia akan memarahi ku karena menyentuh mata nya.


"Sekali lagi aku benar benar terimakasih Nona, boleh kah saya mengetahui nama nona? agar saya bisa membalas kebaikan nona." Ucap nya, sembari menggenggam tangan ku.


"Nama ku Miyuki." Ucap ku dengan sopan, lalu melepas genggaman tangan nya, yah walaupun agak disayangkan sih, tapi seharusnya rasa terimakasih itu kepada peri Lala, bukan aku.


"Hey... itu seharusnya rasa terimakasih nya kepada ku !!! ini tidak adil!!! " Ucap peri Lala, menggerutu.


"Miyuki ya... baiklah. terimakasih nona Miyuki. " Ucap laki-laki berambut emas tersebut.


"Lalu, siapa nama mu?" Ucap ku kembali kepada laki laki berambut emas tersebut.


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...


.


.


- Tunggu kelanjutannya yah..


- sampai bertemu di eps selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2