Rahasia Dibalik Tirai

Rahasia Dibalik Tirai
RAHASIA DIBALIK TIRAI 43


__ADS_3

"Bagaimana bisa semua orang tahu jika kau memiliki darah peri?!" Pangeran Leovan menatap Miyuki, ekspresinya terlihat bingung sekaligus terkejut.


"Aku juga tak tahu." Jawab Miyuki dengan pandangan menunduk, setelah Iris dan Marylin pergi, Pangeran Leovan menemui ku, padahal aku ingin sarapan. Batin Miyuki.


Miyuki teringat kucing yang menjatuhkan vas bunga waktu itu, "anu.. Pangeran, apakah kau ingat kucing yang menjatuhkan vas bunga di depan pintu?" Miyuki mengangkat pandanganya.


"Kucing?" Pangeran Leovan sedikit menjeda kata - kata nya, seperti sedang mengingat - ingat sesuatu.


"Ah aku ingat! Kucing yang waktu itu menjatuhkan vas bunga! Ada apa dengan kucing itu?" Sambung pangeran Leovan.


"Apakah benar kucing itu milik Putri Lin? Setahuku Kerajaan Khan tidak memperbolehkan membawa hewan peliharaan." Ucap Miyuki.


"Apa aku pernah mengatakan jika kucing itu milik Lin?" Terlihat ekspresi tak percaya Pangeran Leovan bahwa ia pernah mengatakan hal itu.


Miyuki terdiam sejenak, apa dia lupa? Batin Miyuki.


"Apa kau lupa?" Tanya Miyuki.


Pangeran Leovan memegangi kepalanya, "entahlah, aku saja baru ingat jika waktu itu ada seekor kucing yang menjatuhkan vas bunga jika kau tidak menyinggungnya."


Tak seperti biasanya aku melupakan sesuatu, jangan - jangan-


"Apa ada yang sengaja menghapus ingatanku/mu?" Pangeran Leovan dan Miyuki mengatakan hal yang bersamaan.


"Aku curiga jika kucing itu adalah peri terkutuk." Ucap Miyuki.


"Tapi aku tak pernah mendengar jika peri terkutuk bisa menjadi hewan." Ucap Pangeran Leovan, "atau mungkin kucing itu adalah makhluk magis milik peri terkutuk?" Sambungnya lagi.


Mereka berdua terdiam, terhanyut oleh pikiran masing - masing.


"Lalu, apa untung nya peri terkutuk itu menyebarkan rumor jika aku lah peri terkutuk itu?" Tanya Miyuki.


"Mungkin saja dia bekerja sama dengan orang lain, apa kau ingat siapa saja orang yang tak menyukaimu?" Ucap Pangeran Leovan.


Orang yang tak menyukaiku hanya satu orang, yaitu Putri Selena, tapi ia sudah meminta maaf pada ku dan selama ini dia hanya diam. Batin Miyuki.


"Atau mungkinkah ramalan nya yang salah?" Ucap Miyuki.


"Tidak mungkin." Lin tidak menyangkal ramalan ini, pasti dia sudah mengetahui meski hanya sekilas. Batin Pangeran Leovan.

__ADS_1


Benar juga sih, tidak mungkin turun ramalan tanpa alasan yang jelas. Batin Miyuki.


"Apa kau ingat kucing itu memiliki ciri - ciri seperti apa?" Tanya Pangeran Leovan. Ingatan pangeran Leovan seperti nya memang benar - benar sengaja di hapus oleh seseorang.


"Tubuhnya berwarna putih, dan memiliki mata berwarna ungu." Jawab Miyuki.


"Kenapa aku tak mengingat apapun tentang kucing itu?" Pangeran Leovan masih merasa aneh karena hanya dirinya saja yang tidak ingat, sedangkan Miyuki masih mengingat dengan jelas.


"Mungkin saja peri terkutuk itu yang menghapus ingatan mu." Ucap Miyuki.


"Tapi, kenapa ia tak menghapus ingatan mu juga?" Tanya Pangeran Leovan.


Benar juga, mengapa dia tak menghapus ingatan ku juga? Batin Miyuki.


"Atau kah karena kau memiliki darah peri? Itu sebab nya sihir peri terkutuk itu tidak berpengaruh terhadap mu." Ujar Pangeran Leovan, ekspresi nya terlihat serius.


"Aku pernah membaca sedikit buku yang membahas mengenai sihir, di situ dikatakan ada beberapa sihir yang tidak berpengaruh terhadap peri." Sambungnya lagi.


Apa aku benar - benar peri? Batin Miyuki.


"Tapi, kalaupun kau memiliki darah peri bukan berarti kau peri asli. Bisa dibilang kau hanya keturunan peri." Ucap nya lagi kepada Miyuki.


"Lady, apa kau sedang sibuk?" Suara serak yang dimiliki Raja Brayen terdengar dari balik pintu.


Miyuki pun bangkit dari kursi nya dan membukakan pintu nya, "Ray? Ada apa?"


Raja Brayen menatap Miyuki, lalu tatapan nya mengarah kepada Pangeran Leovan yang berada di ruangan itu.


"Salam Yang Mulia Raja." Pangeran Leovan membungkuk memberi salam.


Raja Brayen hanya mengangguk dengan ekspresi datar,


"aku ingin mengajak mu untuk sarapan bersama. Apa kau mau?" Senyumnya yang lembut khusus untuk miyuki terlukis lagi di wajahnya.


"ah aku-" Miyuki masih bingung bagaimana merespon ajakan Raja Brayen yang ingin sarapan bersama karena tidak nyaman dengan Pangeran Leovan.


"Apakah Pangeran Charl tega untuk membiarkan Lady yang kurus ini untuk tidak sarapan?" Tanya Raja Brayen kepada Pangeran Leovan setelah mengetahui pikiran Miyuki.


Pangeran Leovan melirik sarapan Miyuki yang masih utuh, "ah maaf kan aku Lady karena tidak mengetahui jika kau belum sarapan. Pembicaraan kita bisa dilanjutkan lagi nanti, silahkan menikmati waktu anda. Saya permisi." Ucap Pangeran Leovan, padahal masih banyak yang ingin ku bicarakan dengan nya. Batin Pangeran Leovan.

__ADS_1


Pangeran Leovan berjalan keluar dari ruangan Miyuki, apa rumor yang mengatakan Lady Althea akan menjadi Ratu Kerajaan Layen itu benar? Jika memang benar, dia pasti bisa mendapatkan hidup yang lebih baik daripada di Kerajaan ini. Batinnya lagi lalu berjalan semakin jauh dari ruangan Miyuki.


"Nah, ayo kita sarapan bersama." Ucap Raja Brayen dengan lembut.


"Baiklah, untung saja ada kau yang datang mungkin aku akan melewatkan sarapan jika kau tak ada." Sahut Miyuki.


"Wah berarti aku sudah membantu mu dong, sekarang apa nih imbalan nya?" Ucap Raja Brayen dengan sedikit main-main.


"Imbalannya kita akan pergi sarapan bersama." Jawab Miyuki dengan cepat.


"Wah kejam sekali, ayo kita sarapan di halaman belakang Istana. Selain tak banyak orang yang melihat, di sana pemandangan nya indah dan ada air mancur nya." Ajak Raja Brayen.


"Tanpa di jelaskan aku sudah tahu."


"Hehehe."


Mereka berdua pun menuju halaman belakang Istana Khan Freedly untuk sarapan bersama sambil menikmati cuaca pagi hari yang sejuk.


"Oh iya kalian tadi membicarakan apa? Kelihatan serius sekali." Tanya Raja Brayen.


Miyuki terdiam sejenak, muncul pikiran tentang dirinya yang di rumorkan sebagai peri terkutuk, "apa kau tak takut?" Tanya balik Miyuki kepada Raja Brayen.


"Takut kenapa?"


"Apa kau tak takut memiliki hubungan dengan ku? Kau bisa saja ikut tertuduh karena berkerja sama dengan peri-"


"terkutuk." Ucap Miyuki dengan menunduk, ia harus siap dengan jawaban yang keluar dari mulut Raja Brayen apapun itu.


Raja Brayen terdiam sejenak, "kau bicara apa sih? Apa Pangeran Charl itu tadi menuduh mu sebagai peri terkutuk? Hm?" Ucap Raja Brayen dengan serius.


Miyuki mengangkat pandanganya, "apa? Tidak, maksud ku-"


"Dengar ya, itu hanyalah rumor. Kau tak perlu mendengarkan apa kata orang lain tentang mu. Mau satu dunia mereka bilang kau peri terkutuk, peri pembawa sial jika tak ada bukti yang menyatakan itu semua berarti mereka hanya berbohong."


"Tapi jika terbukti aku adalah peri terkutuk itu?" Suara Miyuki sedikit bergetar.


"Walaupun kau adalah peri, aku percaya bahwa kau bukanlah peri terkutuk itu." Raja Brayen mengusap kepala Miyuki.


...RAHASIA DIBALIK TIRAI...

__ADS_1


__ADS_2